Hujan di Dalam Kamarku

post details top
Apr 25th, 2012
post details top
image

Ada Hujan

Ada hujan di dalam kamarku
Membasahi bantal dan selimut
Merusak buku sketsaku
Katanya singgah sebentar
Di luar panas seakan matahari sedang membenci bumi
Hujan takut menguap dimakan terik
.
Ada hujan di dalam kamarku
Awan hitamnya berdesakkan di langit-langit
Membasahi mataku
Ternyata hujan terasa pahit
Seperti jejak-jejak masa lalu yang sepi
.
Ada hujan menari-nari dengan luka
Membagikan kisah tentang hal-hal yang diabaikan
Maaf, katanya, aku singgah tanpa membawa pelangi
Kutanya balik, mana mungkin hujan datang tanpa pelangi
Ia tersenyum pedih, pelangi tidak sekonkret aku, jawabnya
Aku baru tahu
Ternyata pelangi tidak setia seperti hujan pada tanah
.
Kapan hujan di kamarku pergi?
Mungkin menanti matahari meredup
Sementara hujan menari menenggelamkanku
Maaf, katanya lagi, aku tidak membawa pelangi
Kujawab ia, aku juga tidak butuh pelangi
Karena pelangi tidak konkret
Hanya terlihat cantik dari jauh
Hujan di atas kepalaku tersenyum
.
Aku tidak tanya kapan hujan mau beranjak
Satu atau dua kali tak apa
Mati tenggelam bersama hal-hal yang diabaikan
Rasanya tidak ada beda
Karena kita semua konkret
Tapi lebih sering diabaikan daripada diabadikan

Elegi yang Merdu

post details top
Apr 17th, 2012
post details top

Mari kita meletakkan gelas kita sebentar
Lagu kesayangan kita telah diputar
Merayu rindu-rindu yang tak terjawab
Agar menjadi nyata di tengah gemerlap

Ijinkan aku meletakkan tanganku di pundakmu
Meletakkan mimpiku di bahumu
Ditemani sensasi hangat ketika kamu memelukku
Lantas menari diiringi elegi yang merdu

Kita di antara riuh
Dan kamu nyata senyata perasaanku
Namun mengapa kamu terasa begitu jauh
Seakan aku bukan menari melainkan sendiri menunggu

Rasanya seperti kamu akan hilang
Jika aku berani sedetik saja berkedip
Mengapa kamu terasa seperti bayang-bayang
Seakan aku telah kehilangan tempat hatiku kutitip

Ini lagu kenangan kita, atau hanya milik kenanganku?
Aku susah payah menyamakan langkah
Tapi kamu menari sendiri tanpa ragu
Seakan kita berada di atas panggung yang terpisah

Mengapa aku merasa tidak berarti
seperti kenangan yang disimpan di sudut gelap
Dan aku masih sendiri menanti
Di dalam gelap diam dan berharap

Padahal kita sedang berdiri di sini
Berdua dan menarikan nada yang sama
Apakah ini adalah sepi
Yang menjadi lagu pengiring kita?

Apakah kita ini nyata
Atau hanya sebuah kisah yang kuimajinasikan
Apakah aku ini ada
Atau hanya salah satu drama yang kamu mainkan

Aku mati-matian menyamakan langkah
Mencoba menari bersamamu
Tapi aku sudah sampai lelah
Seolah kita hanyalah semu

Mengapa aku masih merasa sepi?
Mengapa aku masih merasa tidak bermakna?
Seharusnya tidak seperti ini
Jika memang kamu ada di sana

Lagu apa yang sedang kita nikmati?
Apakah tentang kita atau hanya aku saja?
Jika tiba-tiba kamu berhenti
Apakah tentang kita masih nyata?

Adakah kamu sedikitnya peduli?
Dan akan menyamakan ketukan kita?
Ataukah kita hanyalah ilusi
Dan aku hanya tempatmu beristirahat tak lama

Aku hanya ingin merasa istimewa
Sedikitnya merasa yakin
Bahwa aku memiliki makna
Dan bukan hanya titik kecil di antara keramaian

Kita menari diiringi lagu kenangan kita
Atau mungkin kenangan ini hanya milikku seorang
Gelas kita masih menunggu di sudut sana
Dan aku merasa sedikit lagi akan menghilang

Di antara nada
Di antara kisah yang terabaikan
Menjadi buih tanpa warna
Aku akan menyerah dan dilupakan

Suburban Love, Love Through Prima’s Words

post details top
Apr 11th, 2012
post details top

Suburban Love by Catastrova Prima

AGONY

lukaku adalah rindumu

yang kita kemasi sejam lalu

ANTONIM

kita adalah antonim

kamu bahagia, aku luka

- Song Before Sunset, Suburban Love

Song Before Sunset

Buku ini adalah karya pertama teman saya yang manis, Prima atau biasa dikenal sebagai Catastrova Prima di dunia online. Suburban Love merupakan kumpulan cerpen yang terdiri dari 16 judul kisah pendek tentang cinta.

Bukan hanya tentang cinta yang mellow jellow kayak kisah cinta saya *halah* tetapi mengkisahkan pula tentang cinta kepada seorang kakak yang menderita keterbelakangan mental, cinta seorang pria terhadap selingkuhannya, cinta yang hancur ketika melihat orang tua kita bercerai… begitu banyak cinta yang didefinisikan oleh Prima.

Jika Suburban Love harus dianalogikan, maka seperti covernya, saya menganalogikan Suburban Love sebagai segelas Cappucino lengkap dengan chocho granula-nya. Manis dan pahit jadi satu, diramu menjadi penghibur di kala hujan.

Saya dibuat kangen ketika membaca “Tentang Jarak”, teringat jaman LDR-an dulu. Hahaha…

Dibuat terharu ketika membaca “Galuh”, tentang perasaan sayang seorang gadis pada kakaknya yang autistik.

Tersenyum ketika membaca kisah Pujo dalam Golden Day.

Menjadi sedih ketika sampai pada judul “Seribu Hari Aku Menunggumu”.

Illustrasi "Catastrophe"

Yang membuat buku ini lebih menarik, kita tidak hanya disuguhi 16 kisah yang menyentuh. Illustrasi oleh Bayu Tambeng turut menghiasi tiap judul yang ada di dalam Suburban Love.

Bagi yang berminat untuk mendapatkan buku ini, silakan main ke situs Nulisbuku, bisa dibeli dengan harga Rp.40.000,-.

Atau kamu ingin tahu lebih banyak tentang prima? Follow saja akun twitternya, @pima96 :D

Perjalanan Untuk Melupakan Sesaat

post details top
Apr 2nd, 2012
post details top

Mungkin itu tujuan saya dan sahabat-sahabat saya nekad berangkat ke Yogya walau deadline banyak menumpuk di belakang kami. Selain tentu saja untuk menghadiri pernikahan seorang teman yang diadakan di Gunung Kidul.

Melewati jalur selatan karena ingin menghindari jalur utara yang konon katanya macet, kami menghabiskan tidak kurang dari 18 jam di dalam kendaraan kami. Berangkat tengah malam, tertidur ketika menjelang subuh, dan paginya terbangun oleh sambutan matahari.

Matahari mengintip dari jendela mobil

(more…)

Curhat Session

post details top
Mar 31st, 2012
post details top

Gue rasa, gue adalah tipe orang yang over-sensitive terhadap penolakan. Padahal gue sendiri tahu kalau segala sesuatu belum tentu terjadi seperti yang ada di kepala gue.

Misalnya beberapa waktu lalu, seseorang yang cukup dekat dengan gue menceritakan dengan semangat kalau dia akan ke luar kota karena ada acara ini dan itu. Gue pun dengan semangat menjawab, “Ikut, donk!”

Gue dan orang tersebut emang sering jalan ke sana kemari bareng. Jadi gue menganggap dia pasti seneng kalo gue bisa ikut. Karena untuk pergi ke luar daerah jabotabek, biasanya gue seringan susah diajak. Tapi, waktu itu dia malah jawab,”Wah, aku naik mobil temenku… nggak enak kalo ngajak orang lain.” Dijawab dengan gestur tubuh yang menunjukkan keengganan *gaya banget bahasa gue*.

Well. That was a rejection. Pikiran gue menerimanya dengan baik. Hati gue agak sedikit bunyi “krak!” pelan. Karena gue tahu penolakan datang dr dia, bukan dari masalah mobil. Jadi gue terima aja.

Seminggu kemudian, H-1 sebelum berangkat, tiba-tiba dia ngajak gue ikut ke luar kota. Ke tempat yang dia bilang sebelumnya, yang sebelumnya juga dia bilang nggak bisa ngajak gue. Total dia nanyain 4-5 kali, malah sampe ngebujuk-bujuk dan pasang muka sedih.

Tapi sebelumnya gue udah ditolak. Gue gak akan pernah mau menerima sesuatu, jika sebelumnya ketika gue meminta malah ditolak. Akhirnya dia pergi sendiri.

Lain waktu lain orang. Ceritanya gue lagi ngumpul ama temen-temen gue. Mereka lagi asik ketawa sementara gue saat itu lagi punya masalah. Ketika terjadi jeda dalam percakapan dan tawa kita, gue mencoba memulai untuk meminta mereka mendengarkan gue. “Eh, gue lagi bingung, nih…” Tapi gue malah disuruh diem.

Intinya salah satu dari mereka ngomong kalo gue jangan ngomongin masalah gue karena gue bukan “center of the universe”. Ya… itu adalah becandaan gue sama temen2 gue yang lain trus gue bawa ke temen2 nongkrong gue yang lainnya. Which was, saat itu bukan waktu yang tepat untuk bercanda soal “center of the universe” karena gue lg jatuh.

Tapi karena gue merasa di-reject, akhirnya gue ikutan mereka aja ketawa dan bercanda lagi. Walau gue kecewa berat dan berpikir,”Begini, nih, yang namanya sahabat?”

Beberapa bulan kemudian, gue terjebak di dalam kondisi yang gue harus bilang gue punya problem ke temen gue itu. Problem yang mau gue ceritain tapi dilarang itu. Dan reaksinya : “Astaga Le…! Kok, lo gak bilang sama gue, sih??? Itu kapan kejadiannya???”

I was like… hey, I did try! Tapi elo yang nyuruh gue diem karena lo gak mau denger ada curhatan nyelip di antara sesi ketawa kita. Pikiran itu akhirnya cuma menguap dari kepala gue. Karena gue males ngebahasnya. Karena waktu itu malah jadi gue yang salah, dituduh gak terbuka :D

Karena gue over-sensitive sama penolakan ini lah… waktu jaman masih pegang BB, gue cuma minta pin BB orang yang deket sama gue atau ada perlu atau orang kantor. Di chatting, atau sms, telpon, dan kehidupan sehari-hari, gue gak termasuk orang yang proaktif maju duluan kecuali ke orang-orang yang gue deket banget dan gue udah tahu banget. Karena gue pasti bakal terlalu peka dengan penolakan kayak apapun.

Misalnya kalo ngajak chatting duluan, gue segan, takut ganggu. Ngajak nongkrong, pdhl sebelumnya gue udah berapa kali main bareng, tapi klo belum deket banget, gue udah keburu segan jg. Cuma ada segelintir orang dalam hidup gue yang berani gue ganggu atau gue rese’in dan ketika mereka menolak atau lagi nggak bisa, gue biasa aja. Karena gue udah tahu dan kenal deket banget. Yang keinget di kepala gue sekarang aja cuma 5.

Gue tahu sikap kayak gitu jelek banget. Gue kadang dituduh, “Ah, gitu aja ngambek.” Padahal gue bukan ngambek, gue sedih. Hahaha… lebay banget, ya! Tapi gue ngerti, cuma 1 orang di seluruh dunia ini yang ngerti tentang gue soal ini. Itupun dia gak selalu ngertiin. Bahkan dia juga jadi salah satu orang yang bisa membuat gue merasa ditolak.

Ini emang guenya aja, sih.

Trus kenapa gue cerita panjang lebar gini? Intinya gue cuma pengen tahu, sih. Ada gak orang yang ngerasain hal yang sama kayak gue? Kalian ngerasa kayak gitu juga, gak, sih?

Gak Hapal Liriknya

post details top
Mar 12th, 2012
post details top

Lagunya Sandy Sandoro yang End of The Rainbow keren banget, yak.
Sering diputer berulang kali di ruangan kerja gue, tapi entah kenapa kayaknya gak ada satupun yang akhirnya hapal liriknya.

Tapi ini gak enak deh, mau masukkin postingan yang isinya image doangan di sini. Fitur thumbnail-nya ganggu dan gue masih gak ngerti gimana cara mengenyahkan fitur ini.

 

Gak Hapal Liriknya

« Previous Entries

Banners