Nyontek itu Bagus! *LOH???
macangadungan@Djarum Black Blog Compe tition – Djarum Black
Waktu saya awal masuk kuliah di FSRD, saya yang emang udah cinta menggambar dari TK, makin cinta lagi untuk menggambar. walaupun gambar pas-pasan, yang penting seneng.
untuk menggambar, kalo misalnya ada obyek yang susah banget, saya jarang ngeliat contoh. kecuali kalo diwajibkan sama sang dosen untuk menggambar oyek tertentu. saya emang rada idealis untuk beberapa hal. saya menganggap orang-orang yang menggambar dengan mencontoh gambar orang lain ato foto sama jg boong. karena semua orang jg bisa ngegambar klo nyontek ato ngejiplak.
lebih males lagi klo orang2 itu ngerasa bangga ama gambarnya dan mamerin… pikir saya *halah, gambar hasil njiplak ajah…
padahal, walaupun sedikit, pasti ada saat-saat dimana saya kesulitan untuk menggambar suatu obyek dan terpaksa mencari dan menggunakan contoh. kalo ngegambar pake contoh, rasanya seperti berkhianat. saya lupa, kalo dulu, waktu kecil, saya belajar menggambar dengan mencontoh gambar kakak sepupu saya, mencontoh gambar2 dari komik Jepang. pokoknya niru sana niru sini deh.
Pengajar saya di Komunitas Maros pun suatu hari pernah berkata dengan tajam kepada saya dan teman2 saya saat sedang workshop,”Meniru adalah bagian dari proses belajar! Jangan sombong! Sok nggak mau memakai contoh untuk menggambar… Picasso, Leonardo da Vinci dan seniman besar lainnya pun menggunakan model untuk melukis. mereka juga mencontek obyek lain. Kenapa kita yang bukan siapa2 malah gengsi?“
wah… saya speechless.
Mas Adi, si pengajar tsb, mengatakan bahwa meniru adalah bagian dari proses belajar. untuk itu, kita ga boleh malu untuk meniru. kita jg ndak boleh marah2 kalo ada orang yang meniru karya kita *ini hal yang susah ya…hihihih*, soalnya orang tersebut kan lagi dalam proses belajar, jadi harus dimaklumi. kita jg pasti kan pernah nyontek ato niru *ato copy paste :P
Saya sendiripun merasakan betapa susahnya dan betapa tidak remehnya meniru itu. Mas Adi pernah memberi workshop dan tugas untuk melukis ulang suatu karya hingga semirip mungkin dengan karya aslinya. namun kita juga harus memasukkan aksen atau detil kecil untuk membedakan lukisan asli dengan lukisan buatan kita. Nama kegiatan ini adalah emulasi, yang kalo diterjemahkan, ya artinya meniru.
ini merupakan salah satu contoh lukisan Monalisa yang diemulasi oleh seorang seniman.
Serupa tapi tak sama kan?
tapi meniru itu beda loh sama menjiplak! dalam kegiatan emulasi ini, biasanya judul lukisannya harus dituliskan dengan embel2 kata “…after (nama pelukis asli)”
misalnya kayak lukisan karya Alfons Maria Mucha yang berjudul “Spring” ini yang kemudian gue emulasi.
Maka gue harus menulis judulnya spt ini “Spring Goddes after Alfons Maria Mucha” biar orang-orang tau kalo gue bukan mencuri karya orang lain, dan karya ini merupakan tiruan dari lukisan Alfons Maria Mucha.
dan gara2 workshop ini, gue belajar bahwa meniru itu jauh lebih susah daripada menggambar dengan imajinasi sendiri. gue harus berusaha meniru detail2 yang ada di lukisan asli. dan itu SANGAT NGGAK GAMPANG…
Liat kan di detail lukisan gw? Walau gw berusaha untuk membuat semirip mgkn,tetep aja jauh beda.hiks… Jadi orang2 tkg njiplak karya org lain tuh sebenernya hebat jg… Ga ngira loh, meniru bisa sesusah ini.
Jadi, ternyata kita ga boleh malu untuk meniru, dan kita sebaiknya nggak menghina orang2 yg br bisa niru,nyontek,njiplak atau copy paste. Krn hal tsb adalah proses belajar utk menjadi lbh baik lagi.
Tapi yahh… Tolong dibedain antara meniru dan plagiarisme. meniru itukan membuat ulang suatu karya sebagian atau seluruhnya… Nah kalo plagiarisme scr teknis sama dgn meniru, tapi karya yang ditiru itu malah diakui sebagai murni karya miliknya tanpa memberi tahu drmana sumber atau referensinya. Dan sikap spt itu tdk ada bedanya dgn mencuri atau membajak karya orang.
Jadi, silakan putuskan… Anda tukang nyontek? Atau plagiator?
Autoblacthrough



12 Comments
Trackbacks/Pingbacks