FYI, bullying sekarang udah jamuran.
– Perhatian : semua nama yang ada di sini adalah bukan nama sebenarnya. kalo ada kesamaan nama, itu tidak disengaja (ato saya malas ngarang nama lain). Selain itu WARNING, POSTINGAN INI PANJANG, KALO MALAS BACA, SILAKAN LANJUT KE BLOG ORANG LAIN –
Gue punya sahabat cewek, namanya sebut aja BATMAN, dan inget, dia CEWEK.
1 hal yang bisa gue katakan tentang dia, jangan coba-coba cari gara-gara sama dia kalo nggak mau berakhir bonyok.
Suatu hari pantatnya pernah dicolek sama tukang becak, yang terjadi berikutnya adalah si tukang becak terkapar di tengah jalan karena t*t*t-nya diinjek-injek sama batman. Orang-orang yang melihat kejadian itu terpaksa menarik-narik dia untuk menyelamatkan sang tukang becak naas tersebut. Kisah lainnya, dia pernah digencet kakak kelas waktu masih SMP. Dan percayalah, sang kakak kelas kemudian terpaksa dirawat di rumah sakit.
Yah, kebayang kan betapa brutalnya dia?
Di SMA, mungkin gue satu-satunya cewek yang tahan bertemen sama dia, sisanya temennya cowok semua. Dia sendiri suka heran kenapa gue bisa tahan bertemen sama dia. Jangan tanya. Gue juga heran. Hahaha…
Trus apa hubungannya si batman dan geng philia?
Geng Philia gak tahu kalo Batman adalah wanita yang berbahaya.
____________________________
Seperti gue bilang, tati kayaknya makin kesel ama gue sejak kejadian di dalam kelasnya dia. Dia sering melototin gue, dan kayaknya dia emang ngincer biar bisa berantem ama gue.
Pada suatu pagi hari yang cerah, gue dan sahabat gue si Batman baru masuk sekolah, jam 9.30, tepat saat jam istirahat sekolah. Dari tembok belakang kami memanjat dan berjalan di lorong kantin yang sempit, hanya muat untuk 2 orang berbaris sejajar.
Gue berjalan di depan, Batman di belakang gue. Dan disitulah Tati, di ujung lorong, berjalan ke arah gue, dengan temannya yang bernama Juleha. Di dekatnya ada seorang cewek angkatan gue, sama-sama anak kelas 2 yang berjalan ke arah Tati. Begitu ia dekat dengan Tati, dengan sadis Tati menabrak bahu sang anak kelas 2. dan si anak kelas 2 hanya berjalan terus tanpa protes. Abis itu pasti giliran gue yang bakal ditabrak ama badannya yang segede badak air. Apalagi dia jalan sambil melototin gue.
Bener dah, dengan penuh nafsu dia menghantamkan bahunya ke bahu gue. Gue tahan sekuat mungkin agar gue ga jatuh (mengingat klo dibandingkan menurut berat badan, gue dan dia tuh ibarat kelinci lawan badak). Memang akhirnya gue ga jatuh. Rasanya gondok, ga terima, pengen gue ajak ribut saat itu juga. Tapi gue berusaha menahan diri, males aja gitu berantem sama org kayak dia. Ga penting banget. Gue cuma pelotot2an sama si Tati.
Baru jalan 2 meter, tiba-tiba gue mendengar suara teriakan di belakang gue. Pas gue nengok ke belakang, si Tati sama Batman lagi jambak-jambakan. Gue lupa kalo di belakang gue ada Batman. Akhirnya gue berusaha melerai mereka, dibantu sama pegawai kantin. Juleha yang temennya tati Cuma bisa diem aja. Begitu mereka berdua udah dipisahin, Tati marah2 ke Juleha ”KOK LO BUKANNYA BANTUIN GUE, SIH???”
Akhir kata, gara2 kejadian pagi itu, Tati mengancam gue dan Batman. Pulang sekolah, kita selesaikan masalah ini secara jantan… eh… betina. Eh?
Berikutnya, sepanjang gue kelas, Tati dan gengnya bulak balik ngelewatin kita sambil teriak ”YANG MANA? OH YANG ITU ORANGNYA? YA UDAH, KITA LIAT AJA NANTI.” sambil melototin gue dan batman dengan wajah tengil. Sementara gue dan Batman malah ketawa-ketawa, justru kita berdua yang ga sabar pengen mempermalukan mereka.
Jam 2.30 siang jam pelajaran berakhir, isu bahwa hari ini bakal terjadi keributan besar udah beredar. Beberapa orang sengaja nongkrong di kelas gue. Sementara gue pergi ke kantin untuk beli minum. Tiba-tiba salah satu pegawai kantin nasi uduk berteriak memanggil gue ”Mbak Onie, mereka (geng philia) masuk ke kelas mbak!” teriaknya panik. Gue lebih panik lagi, krn di kelas Batman cuma sendirian. Buru-buru gue lari ke dalam kelas gue.
WOW
Jadi, Batman berdiri menghadap 4 orang wanita ber-body raksasa. Seorang teman gue, Tika, terjepit di antara mereka dengan wajah ketakutan. Sementara, kelas gue luar dalam penuh oleh temen-temen angkatan gue yang mau nontonin kejadian legendaris ini. Buru-buru gue menghampiri Batman dan menarik tangan Tika, maksudnya nyelametin dia biar ga kena pukul ato apa. Karena dia bener2 terpaku di tengah2 kami dengan wajah ketakutan.
Tati marah-marah menunjuk-nunjuk muka Batman, rupanya gara-gara kejadian tadi pagi, target Tati berubah dari gue menjadi Batman. Well, gue cuma bisa bilang ”Tati, lo salah pilih musuh…”
Mula-mula adegan diawali dengan Tati mengancam-ancam dan mengajak berantem di luar, di tukang mie ayam, tempat dimana dia dulu melempar mangkok ke anak kelas 1. Dia menunjuk-nunjuk muka Batman, dan batman balas menunjuk muka Tati. Dari situ langsung ngamuklah si tati. Jadilah jambak-jambakan dan lainnya.
Ke-3 temen Tati langsung maju untuk membantu tati, dan gue halangin pake tangan gue. Gue teriakin mukanya ”BIARIN AJA MEREKA BERDUA!! LO GA USAH IKUT CAMPUR!!” awalnya gue sempet keder juga. Kalo batman sibuk sama tati, otomatis 3 sisanya jangan2 bakal ngeroyokin gue, tapi gue berani-beraniin aja untuk menghalangi mereka biar ga ngeroyokin Batman. Eh ternyata setelah gue teriakin gitu, mereka malah diem ketakutan. Dengan muka pucat mereka ngeliatin Batman meninju dan melucuti jilbab milik tati.
Mulanya tati menepis muka Batman, lalu batman menoyor kepala tati disusul menarik jilbabnya hingga lepas. tati berusaha meninju Batman, ga kena. Batman meninju tati, kena beberapa kali. Tati menjambak rambut Batman, kepala Batman tertarik ke bawah dan nyaris mengenai meja, semua orang yang ada di situ berteriak ketakutan. Gue pun nyaris maju membantu batman, untung gue inget, harus satu lawan satu.
Batman pun bangkit *halah* dan ia melayangkan tinjunya, tinju andalannya. Satu kali. Dan tati seperti terhuyung dan bengong sesaat. Kena telak, Bray.
Keheningan sesaat ini menyadarkan temen2 gue yang pada nontonin adegan ini. Akhirnya temen gue cowok langsung mendorong Tati sambil berteriak ”KAKAK KELUAR AJA DEH, MASUK KELAS ORANG MALAH BIKIN RIBUT!”
Tati masih terhuyung, adn ketiga temannya buru-buru memapah Tati. Seketika itu semua orang langsung berteriak mencemooh Tati. Dan gue baru sadar, betapa ramainya ruang kelas dan lorong sekolah. Dipenuhi oleh puluhan ato mungkin ratusan anak kelas dua yang mencemooh dan mentertawai tati. Semua anak yang sudah pernah diganggu atau setidaknya pernah mendengar reputasi Geng Philia. Dan mereka pun lari terbirit-birit dengan menanggung malu.
_______________________________
Keesokannya, Tati harus ke sekolah dengan membawa piagam penghargaan hasil cetakan bogemnya Batman : SEBUAH LINGKARAN BIRU DI MATA SEBELAH KIRI YANG TIDAK HILANG SAMPAI SEMINGGU.
Semua itu ditambah hinaan dari temen-temen gue yang anak kelas 3 untuk Tati.
”WOI, PENGEN JADI JAGOAN GA LO?? NOH BELAJAR AJA AMA SI TATI!” itu olok-olokan dari temen-temen angkatan si Tati. Kadang gue dan Batman juga suka dipanggil anak kelas 3 untuk main ke kelas tati, sekedar untuk menertawai dia, dan biasanya dia hanya diam sambil menatap buku pelajaran, sementara tangan kirinya menutupi matanya dengan handuk kecil.
Kasian sih memang, tapi itu balasan untuk sikap sok jagoan yang sangat ga diperlukan itu. Buktinya, banyak yang ga suka sama si Tati dan gengnya. Itu membuktikan 1 hal, dengan melakukan bullying, orang-orang malah jadi dendam dan benci sama lo. Dan hanya tinggal tunggu waktu yang tepat sampe mereka membalas apa yang udah lo lakuin. Seandainya bukan mereka yang membalas, pasti orang lain yang akan membuat elo harus membayar apa yg lo lakuin selama ini.
Sejak kejadian itu, sampai Tati lulus SMA, dia dan temen-temennya nggak pernah lagi cari gara-gara. Bahkan menjadi jauh lebih kalem. Hehehehe…
Saat gue dan Batman naik kelas 3 pun, kita berdua ga tertarik untuk mengganggu adik-adik kelas. Walau awal-awal tahun ajaran, temen-temen gue sempet ngomongin mau ngincer adik kelas yang mana dan sebagainya. Dan gue pun memilih ga ikut campur dan ga nongkrong sama mereka. Males gue. Malu ama umur, katanya pelajar di sekolah unggulan, tapi kelakukan kayak preman pasar. Cuih.
Bullying. Emang masih jaman ya? Kampungan, norak, tukang sirik. Itu tuh kata2 yang cocok buat orang2 yang masih melakukan bullying.

32 Comments