BARIKADE

post details top
Feb 10th, 2010
post details top

dan ia membangun barikadenya sendiri

di antara tawa sengau yang menyakiti telinganya

ia membangun istananya sendiri

dengan nada, dengan kata

dengan rupa

tak lupa barikadenya

bagian yang paling penting

lalu ia sadar, ia telah sendiri

yang tersisa sepi dan gema tawa sengau itu

ia merasa sendiri, tapi tidak sedih

merasa sendiri, tapi tidak sedih

sendiri, tidak sedih

diantara sepinya, ia menghitung bintang jatuh

“kamu jatuh dari sana, tapi kamu tak sampai ke sini.”

“kemanakah kamu jatuh?”

ia bersenandung bersama angin

“kamu ada, aku merasakanmu”

“tapi aku tak bisa melihatmu”

ia menambal tiap lubang di istananya

dan tak lupa barikadenya

bagian yang paling penting

istananya miliknya, mahkotanya miliknya

atau mungkin ia hanya takut pada ramai?

maka ia membangun barikadenya sendiri

di antara riuh, di antara tawa

di antara chaos, di antara sedu sedan

dia sendiri berdiri ditengahnya, di dalam barikadenya

ia sendiri, tapi tidak sedih

*oke, gue kebanyakan dengerin nirvana dan radiohead*

dan iya…

gue ga bisa nulis puisi. jelek.

11 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Banners