Laskar Cat Air, Pensil, dan Drawing Pen
warning : postingan dgn banyak image
Beberapa waktu lalu, seorang oknum mampir ke shoutbox saya dan mengajak saya untuk melakukan suatu kegiatan yang seru dan enak. Sesuatu yang sebenernya juga pernah ditawari sama Yoso sebelumnya. tapi waktu ditawarin sama Yoso saya kurang tertarik, soalnya yang ngajak dia sih… bukannya cowok lain.
Gak lah, ngawur :p
Oknum yang mampir ke shoutbox saya ini, sebut aja namanya Antown… eh, emang namanya beneran Antown. Dia ngajak sambil nunjukkin seperti apa sih kegiatan yang enak-enak ini, yang patut diikutin ini. Dia memberi saya sebuah url menuju blog yang isinya sangat menggoda iman saya.
Akhirnya, Sabtu tanggal 20 Maret kemarin,dengan bermodal nekat, saya pun datang ke Gedung Kesenian Jakarta. Saya ke sana sendiri naik bis, di hari sabtu pagi yang mustinya saya enak-enak tidur ato bantuin nyokap masak. Saya yang tidak suka berada di antara kerumunan orang tak dikenal, dengan hanya bermodal tahu Yoso dan Antown, memberanikan diri untuk “nyemplung” ke sana.
Dan siangnya, saya sampai di meeting point, di kantor pos belakang GKJ. Di sana lah, saya pertama kali bertemu kumpulan pria wanita dari yang muda hingga yang tua ini. Rata-rata berpakaian sederhana apa adanya, dengan tas ransel yang berisi “perabotan perang” : sketchbook, drawing pen, pensil, dan cat air. Dengan ramah mereka menyambut saya “Si Orang Baru”, tidak ada kecanggungan, mereka menyambut saya seperti menyambut teman lama. Merekalah, sekumpulan manusia dengan tangan-tangan berbakat, Indonesia’s Skecthers.
Dari sana kami bergerombol menyeberang ke Passer Baroe, dan menyebar untuk mencari obyek yang menarik, kemudian mulai lah kami membuat sketsa. Iya, sketsa, itu lah Indonesia’s Sketchers.
Mengutip dari blog resmi Indonesia’s Sketchers…
Indonesia‘s Sketchers atau IS adalah wadah bagi mereka yang melakukan (pemula, amatir atau profesional), mereka yang menyenangi dan yang mengapresiasi sketsa sebagai sebuah catatan/rekaman akan moment (bangunan, keramaian, suasana, dll), khususnya tentang Indonesia, yang dialami si pelaku sketsa
Dan saya langsung jatuh cinta pada mereka dan kegiatan yang diadakan oleh mereka. Sangat menyenangkan bertemu orang-orang yang berbakat, professional, namun tetap rendah hati seperti mereka. Saya terpukau dibuatnya ketika melihat karya-karya mereka. Indah, memiliki gayanya masing-masing, dan ber-skill. Belum lagi ditambah dengan pribadi mereka yang ramah, kompak, dan tetap rendah hati. Saya menyukai kegiatan IS, dan saya menyukai para anggota IS.
Secara garis besar, kegiatan Sketching dan Sharing di IS dimulai dengan briefing dan ngerumpi sebentar, lalu beranjak menuju lokasi tujuan.

Sesampai di sana, kami menyebar dan mencari obyek atau titik yang kami suka, dan kami mulai membuat sketsa. Kadang sambil menggambar, kami mengobrol, membicarakan berbagai macam hal.


Atau seperti saya, duduk-duduk makan indomie, minum es teh lalu merokok, baru lanjut lagi menggambar.


Ketika hari menjelang sore, kami berkumpul, mereview karya-karya kami, dan mengabadikannya dengan kamera. Saya terpesona melihat karya-karya mereka. Mereka benar-benar… canggih, hebat, apalah itu… pokoknya karya saya nggak ada apa-apanya.






Tapi yang mengejutkan saya, walau saya masih tertinggal jauh di antara mereka, saya tidak minder :D Mungkin karena suasana kekeluargaan atau apa, saya jadi sama sekali tidak minder dengan karya saya, bahkan mungkin saya bangga, walau tidak puas.




Cih, saya memang harus banyak belajar. Life drawing tuh susahnya ampun-ampun ya…
Selesai review dan mengobrol, kami pun akhirnya berfoto ria di bawah gapura Passer Baroe. Tak disangka, ternyata yang datang hari itu banyak sekali loh.



Well… hari Sabtu lalu benar-benar menyenangkan. Melelahkan. tapi menyenangkan :D
Thanks to Indonesia’s Sketchers, i’ll see you next month!

*Most photos in this post are courtessy of Indonesia’s Sketchers and Atit. For further information of Indonesia’s Sketchers, just visit the blog and facebook page.

27 Comments