7 Tahun Blogfam

post details top
Dec 6th, 2010
post details top

Pertama kali gue ngeblog itu kalo nggak salah 2005-2006, nulis lewat blog friendster, kemudian migrasi ke Blogspot. Tapi gue bosen cuma baca blog gue sendiri dan blog temen-temen friendster gue, yang isinya cuma curhat galau yang gue gak ngerti isinya. Sebelas dua belas lah ama isi blog gue sendiri =))

Akhirnya gue mulai blog walking, nyari blog-blog bagus dan seru, buat gue hitungannya kayak baca buku gratis, sembari gue kerja partime jadi resepsionis dulu. Waktu blogwalking ini lah, gue pertama kali tahu tentang Blogfam. Gue lihat banyak banget blogger yang memajang banner Blogfam.

Pertama gue gak ngerti apa fungsi banner itu, kenapa banyak banget orang yang masang banner Blogfam. Akhirnya gue klik mouse gue di banner salah seorang blogger, dan nyasarlah gue ke Forum Blogfam.

Gue gabung di Blogfam Desember 2006, disambut dengan hangat waktu pertama kali posting perkenalan. Agak gaptek karena gak ngerti cara posting dan interaksi di forum. Tapi itulah Blogfam, keluarga maya pertama gue.

Dari Blogfam, gue belajar banyak soal etika blogging, teknis mengutak-atik blog, berinteraksi dengan para blogger, sampe pertama kalinya melakukan kopdar dengan mereka. Gue baru tahu yang namanya kopdar setelah bergabung dengan mereka. Ternyata kopdar itu seru, padahal tadinya gue gak mau kopdar-kopdaran. Udah bayangin bakal aneh ketemu orang-orang yang gue gak kenal, kayaknya juga gak mungkin nyambung, secara beda umur dan beda gaya. Kopdar dengan Blogfamers, mematahkan semua asumsi gue :D Mereka ramah, baik, kocak, heboh, gak sombong atau meremehkan gue karena gue masih ABG.

Setiap hari, gue pasti login ke Blogfam. Sekedar posting gambar, curhat, becanda, atau ngerumpi di forum. Apalagi waktu itu lagi ngegebetin moderator Blogfam, makin seneng pula gue main ke sana =)) *motif terselubung* Ya selain itu, gue seneng main ke forum Blogfam karena gue suka baca CERFET dan CERBUNG bikinan Blogfamers, hitungannya baca novel gratis gitu XDDD Di Blogfam ini juga, adalah pertama kalinya tulisan gue di-publish dalam antologi “Ramuan Jomblo”, prestasi yang mgkn kecil utk orang lain, tp besar banget buat gue.

6 Desember 2010, gak nyangka Blogfam udah berusia tujuh tahun, mungkin termasuk salah satu forum blogger Indonesia paling lama. Dan usia gue di Blogfam udah mencapai 4 tahun :D Dari Blogfam lagi rame-ramenya, sampe jadi sepi gara-gara kemunculan Facebook dan Twitter, sampe jadi rame lagi. Banyak Blogfamers yang datang dan pergi, ada yang muncul lagi, ada yang sekarang udah jadi penulis terkenal, ada juga yang akhirnya benar-benar meninggalkan keluarga ini.

Di usia yang ke 7 ini, gue mendoakan semoga Blogfam panjang umur, sepanjang umur blogosphere Indonesia. Karena blog, bukan hanya sekedar tren, kan? Terimakasih untuk segala keramahannya dan kopdar-kopdar yang menyenangkan serta bimbingannya di blogosphere ini :D

Besok Blogfam mau ngadain Kopdar Durian di Mampang, denger-denger, buat Blogfamers yang duluan dateng bakal dapet gratisan usedbooks seru, loh! Dan jangan lupa untuk ikutan Lomba Menulis Blogfam, hadiah utamanya Rp.500.000,- dan paket buku. Cepetan! Datelinenya hari ini XDDD

SMS dari Mama

post details top
Dec 6th, 2010
post details top

“Tiara udah gede! Masa nggak boleh pulang malem??” pekik Tiara.

“Pokoknya Mama jemput kamu sekarang!” Ibu menjawab dengan tegas.

“Udah, deh! Mending gak punya Mama kalo kolot kayak gini.” Tiara memutuskan hubungan telepon mereka.

Hari ini acara ulang tahun Rini, sahabatnya di sekolah. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, dan Ibunya sudah berisik menyuruh pulang, padahal acara baru akan selesai jam satu. Tiara kesal karena malu jika ia sampai dijemput Ibunya di depan teman-teman.

Dua jam kemudian, tepat pukul dua belas, sebuah pesan masuk ke selular Tiara.

Mama tidak bisa jemput. Mama sayang kamu. Selamat tinggal, Sayang.

Disusul pesan lain dari Ayah Tiara.

Tiara, Papa jemput sekarang. Polisi telepon, Mama sedang kritis di UGD. Jam 10 tadi Mama kecelakaan di jalan saat hendak menjemputmu.

______________

Flash Fiction ini diposting dalam rangka meramaikan Lomba Menulis Flash Fiction Blogfam

Jangan Tebang Pohon Itu!

post details top
Dec 6th, 2010
post details top

Orang-orang menertawakan Nek Minah yang berulah ketika Djarwo hendak menebang pohon-pohon besar di pinggir jalan.

“Jangan ditebang! Ada anak kecil sedang tidur di sana.”

Tidak ada yang mau mendengarkan peringatan nenek renta itu, karena ia memang dikenal kurang waras. Sering berbicara sendiri, tertawa pada tiang listrik, tidur di jalanan.

Setelah pohon itu ditebang, tidak ada apa-apa. Hanya khayalan Nek Minah saja. Djarwo dan rekan-rekannya menggeleng kepala, mengingat betapa histerisnya Nek Minah menghalangi Djarwo tadi.

Malamnya, Djarwo didatangi oleh seorang pria yang membawa anak kecil berkepala botak, meminta pertanggungjawaban atas cedera anaknya karena jatuh dari pohon, “Kaki anak saya patah! Kamu harus tanggung jawab!”

Djarwo terdiam kaku melihat pria tersebut, makhluk hitam besar dengan rambut lebat menutupi wajahnya. Tersembul taring berwarna kekuningan sebesar jari telunjuk dari mulutnya.

______________

Flash Fiction ini diposting dalam rangka meramaikan Lomba Menulis Flash Fiction Blogfam

WANITA

post details top
Nov 10th, 2010
post details top
WANITA

Sosoknya mudah mencuri perhatian, seperti pusat badai, menarik orang-orang disekitarnya terbawa dalam putaran badai yang seakan menari-nari di sekeliling tubuhnya. Namun ia tidak menyadarinya. Ia hanya duduk di sana, membaca sebuah buku sambil jemari kirinya memainkan sebatang rokok berwarna putih. Ia tidak peduli pada mata-mata yang mencuri-curi sosoknya, sembari sedikit berharap sang wanita sudi membagi sedikit senyum ramah.

Bibirnya berwarna cerah, tipis kemerahan tanpa polesan lipstik, mengundang dahaga ketika bibir tipis itu menyentuh pinggir cangkir cappuccino pesanannya. Kacamata berbingkai hitam tebal itu hanya lepas ketika ia selesai membaca, dan itu semakin memperjelas warna matanya yang bening kecoklatan. ketika tertimpa sinar matahari, warna coklat terang itu semakin kentara.

Ia hanya akan muncul di hari ke-enam setiap minggu, dari pukul lima hingga pukul sepuluh malam. Duduk di tempat yang sama, namun selalu membawa buku bacaan yang berbeda. Awalnya tidak ada yang memperhatikan, namun lama kelamaan semua orang menyadari keberadaanya. Mulai dari ia mendorong pintu coffee shop ini, duduk dengan anggun di sofa paling pojok, mengeluarkan sebuah buku dari tote bag berwarna coklat, lalu meminta segelas cappuccino hangat kepada pelayan dengan senyuman manis. Semua terlihat seperti sebuah adegan penting yang tidak boleh dilewatkan.

Ketika sudah mulai tenggelam dibalik buku bacaannya, wajahnya sedikit tertunduk, membuat rambut panjangnya terurai ke bawah menutupi sebagian wajahnya. Dan kemudian ia lupa, ia lupa pada tempatnya berada, ia lupa pada bising suara tawa di sekitarnya, ia hanya membaca. Tidak mencari siapapun, tidak menunggu siapapun. Hanya menjadi magnet, dengan segala ketidakpeduliannya, dengan segala kenyamanannya saat menyendiri. Tapi ia tidak pernah menyadari bahwa dirinya istimewa.

Wanita itu, pernah kukecap bibirnya.

Pertama kali mengecupnya, yang kurasakan adalah kelembutan dan malu-malu.  Tersisa sedikit rasa rokok di bibirnya. Ketika kucoba menangkap matanya, ia ketakutan. Ah, bukan, ia hanya malu. Malu seperti remaja yang baru mengenal sentuhan pria. Atau mungkin saja memang saat itu adalah pertama kalinya ia disentuh kaum pria?

Semua itu berbanding terbalik dengan kesan kuat dan acuh tak acuh yang ia perlihatkan saat tak bersamaku.

Saat aku memeluknya, dengan manja ia menenggelamkan kepalanya di dadaku. Wangi rambut panjangnya menyeruak ke dalam hidungku, aku menyesapnya dalam-dalam seakan tidak ingin kehilangan satu bagian kecilpun dari sosoknya.

Saat ia menatapku, matanya yang bulat tampak seperti mata anak kecil yang meminta perlindungan. Namun ketika aku lelah dan susah hati, ia memelukku erat seakan mengirimkan pesan nyata “Aku yang akan melindungimu!”. Sungguh lucu, padahal sesungguhnya ia adalah wanita yang mudah menangis. Sering kudapati ia menitikkan air mata ketika menonton acara televisi atau film kesukaannya di gedung bioskop.

Ketika aku menyakitinya, ia akan menjerit-jerit padaku dengan air mata yang tak kunjung henti, sesungguhnya hatiku ikut sakit melihat airmatanya. Dan semua pertengkaran itu akan selesai dengan mudah ketika aku memeluknya. Ia menyerah begitu saja, menumpahkan air matanya di dadaku dengan pelan, jemarinya mencengkeram bahuku.

“Heart can change, and we both know that…” bisiknya kadangkala, mengutip sebuah lagu dari penyanyi favoritnya. Aku ingat sering mentertawakannya sembari menjawab, “kecuali hati kita.” dan ia tersenyum penuh arti. Namun sesungguhnya memang waktu mampu mengubah banyak hal.

Pertengkaran semakin sengit setiap kali terjadi, dan aku semakin sering menyakitinya. Dan kudapati semakin lama ia semakin jarang menangis. ketika aku melukainya, ia hanya duduk terdiam menatap ke luar jendela sambil menghisap berbatang-batang rokok. tak ada air mata, hanya senyap. Sesuatu yang sebenarnya membuatku semakin gelisah.

Dan akhirnya kudapati dia tak ada lagi menyambutku pulang. Menghilang begitu saja. Pada detik itu, baru kusadari, hidupku kosong tanpanya.

Sekian tahun, kini aku menemukan sosoknya tanpa sengaja, di tempat ini. Mencabik-cabik lubang menganga di hatiku. Melihatnya tampak penuh dan lengkap, berbahagia sendiri. dan aku hanya bisa menunggu dia datang di hari yang sama, menatapnya dari jauh. Ingin rasanya aku mencungkil mata para pria yang menatapnya dengan penuh kagum dan penasaran, serta berteriak pada mereka bahwa wanita ini milikku.

Namun semua sudah berubah, bukan?

Kini hanya aku, yang mencuri sosoknya di antara jarak, dengan hati yang tak lengkap. Menatapnya berkali-kali menyesali  masa lalu. berharap mungkin ada sedikit… sedikit rindu yang ia sisakan padaku…

- … because you don’t know what you got, till it’s gone… (Counting Crows) -

Ini adalah cerpen WANITA versi saya, untuk melihat cerpen ini dalam format cerfet dengan ending yang berbeda, silakan mampir ke Blogfam :D yang pasti lebih keren daripada tulisan gue yg ini =))

Yang Belum Ke Pesta Buku Jakarta 2010…

post details top
Jul 8th, 2010
post details top
Yang Belum Ke Pesta Buku Jakarta 2010…

… luangkan waktu sedikit untuk baca ini dulu :p

Kemarin, gue ke Pesta Buku Jakarta sekalian kopdar Blogfam bareng Nyunyu dan Salman dan seorang teman bernama Hesty. Kita dateng ke sana sekitar jam 4, kemudian mencar sendiri2 sambil nyari buku. Ketemu Salman pas lagi ngudek2 buku murah di standnya Agromedia/Gagasmedia. Dan akhirnya kumpul di cafetaria Istora Senayan untuk istirahat kemudian pulang. Makasih ya yang udah mau dateng :D

Selanjutnya…

Pesta Buku Jakarta 2010 kali ini, menurut saya tidak seramai Pesta Buku Jakarta yang terakhir. Kalo beberapa bulan lalu itu, saya sampai berdesak-desakan, kepanasan. Pilihan bukunya juga nggak sebanyak Pesta Buku Jakarta sebelumnya. Apalagi waktu itu stand agromedia dan gramedia guedenya minta ampun, sampe bingung mau beli apa aja.

Sementara PBJ kemarin, stand Gagasmedia nggak sebesar yang sebelumnya, begitu juga Gramedia. Buku-buku novel terjemahan yang saya incar tidak ada di sana. Stand komik stok lama-nya Gramedia pun nggak ada. Padahal di PBJ beberapa bulan lalu, ada stand komik stok lama yang mojok, disitu komik-komik dijual mulai dari 3ribuan.

Kali ini yang ada malah stand komik bekas bukan dari penerbit. Mereka jual-jual komik lama bekas stokl perpustakaan. HARGANYA NAJIS! Misalnya nih yaaa… komik Kristy! dijual seharga 18ribu per piece, dibundel jadi satu. Jadi 18ribu x 6 jilid = Rp.108ribu ajah.

Mahal?

Ooohhh, belum ada apa-apanya itu.

Disana juga ada komik serial Topeng Kaca. Iya, Topeng Kaca dengan Maya Kitajima. Harganya berapa? Rp.240ribu ajah gitu satu set. Tapi kalo anda memang kolektor komik, gak ada salahnya dibeli. Karena saya yakin, beberapa tahun lagi harganya bisa naik 2 kali lipat. Ada pula serial Chinmi, Pop Corn, Dragon Ball, Detektif Conan… Pokoknya banyak deh.

Kristy!

Topeng Kaca

Di bagian tengah, teman-teman bisa melihat ada stand Gramedia, Kompas, Mizan dan lainnya. Kalau mau cari yang diskonnya 50%-70% cari stand di deket Gramedia, di tengah aula. Perhatikan baik-baik, dan kalian akan menemukan chicklit yang didiskon sampai 70% dan harganya jadi 10-15ribuan. Ada juga di deket stand gagasmedia yang dibagian luar, buku-bukunya bahkan ada yang harganya 5ribuan.

Saya sendiri membeli buku berjudul Wanita yang harga aslinya Rp.80ribu dan menjadi Rp.24ribu setelah didiskon 70% pdhl hard cover. Hehehehe… Si Frozzy mgkn lebih hoki. Dia membeli buku seharga Rp.150rb dgn mengeluarkan Rp.45ribu. Mantap!

Wanita

Di samping kiri Gedung Istora Senayan, ada tenda tambahan, dimana di dalam tenda itu diisi oleh penerbit buku-buku Islami. Bagi orang-orang yang senang membaca buku rohani, mungkin ini informasi yang menarik :D

Berikut info dan tips dari saya buat temen2 yang mau ke sana :

  1. bawa tas atau kantung khusus untuk membawa buku yg akan dibeli. terutama yang udah niat mau beli banyak buku. jadi gak usah pake plastik lagi.
  2. bawa botol minum. biar bisa minum sambil cari-cari buku. Di sana sih banyak yg jual minuman, tp kayaknya lebih praktis kalo kita bawa minuman.
  3. bawa duit pas-pasan, biar gak jatuh miskin :))
  4. di sana ada beberapa stand yang tidak menyediakan pembayaran dengan debet, jadi jgn sampe duit kehabisan. Tapi di PBJ 2010 disediakan ATM kok, ATM Bank DKI dan ATM Bersama.

    Nah, selamat hunting ya teman-teman :D

    « Previous Entries

    Banners