
Our Own Planet (Happy Valentine)

Dunia di luar kita berputar cepat
Mereka seperti dinamis
Kita seperti statis
Tersesat di antara riuh
.
Aku memberimu sayap
Kamu memberiku nafas
Hingga kamu tetap terbang
Dan aku tetap hidup
Tapi dunia di luar kita tidak mengerti
Bahwa kita memang diciptakan seperti ini
.
Di luar kita hari dan detik berdetak
Memaksa kita beranjak
Memaksa kita lelah
Agar mati dan tersepikan
Memaksa kita membuka mata dan bangun dari mimpi
Tahukah mereka bahwa mata dan pikiran merekalah yang sebenarnya buta?
.
Mungkin di luar sana
Sangat jauh dari tempat ini
Ada dimensi yang mereka tidak tahu
Tempat dimana kita bisa melarikan diri
Dan menari
.
Hanya kamu
Hanya aku
.
Secangkir teh hangat untukmu
Dan jemarimu yang terselip di antara jemariku
.
Tidak akan ada yang mengadili kita
Tidak akan ada yang berteriak
Bahwa kita berbeda
Dan tidak seharusnya bersama
.
Dunia di luar kita adalah omong kosong
Dan tentang kita adalah satu-satunya kenyataan
.
Di suatu senja yang manis
Dalam detik yang statis
Secangkir teh hangat untukmu
Dan jemarimu yang terselip di antara jemariku
——————–
Gambar dan puisi sengaja gue buat sampe jam 4 subuh untuk dia sebagai hadiah valentine *surprise! surprise!*
Tapi saya juga naksir sama bukunya Mbok Venus dan Mbak Silly yang belum sempat saya beli (maksudnya duit lo keburu abis le?), maka puisi ini saya ikutsertakan untuk kompetisi kecil-kecilannya Mbok Venus. Malu sih sebenernya, orang gak kenal tapi pede banget ikutan. Hahahhaha…
Tapi tujuan awal tentu saja, untuk mengucapkan Happy Valentine buat semuanya. Bersyukurlah orang-orang yang masih diberi kesempatan untuk bilang sayang ke orang lain, karena waktu kita ini sebenarnya terbatas.
Well, i love you all, i love you full
and i love you my dear, dengan sekuat tenaga ![]()
February 14th, 2010 | Illustrasi, Kompetisi, artwork, kata | 23 Comments |
BARIKADE
dan ia membangun barikadenya sendiri
di antara tawa sengau yang menyakiti telinganya
ia membangun istananya sendiri
dengan nada, dengan kata
dengan rupa
tak lupa barikadenya
bagian yang paling penting
lalu ia sadar, ia telah sendiri
yang tersisa sepi dan gema tawa sengau itu
ia merasa sendiri, tapi tidak sedih
merasa sendiri, tapi tidak sedih
sendiri, tidak sedih
diantara sepinya, ia menghitung bintang jatuh
“kamu jatuh dari sana, tapi kamu tak sampai ke sini.”
“kemanakah kamu jatuh?”
ia bersenandung bersama angin
“kamu ada, aku merasakanmu”
“tapi aku tak bisa melihatmu”
ia menambal tiap lubang di istananya
dan tak lupa barikadenya
bagian yang paling penting
istananya miliknya, mahkotanya miliknya
atau mungkin ia hanya takut pada ramai?
maka ia membangun barikadenya sendiri
di antara riuh, di antara tawa
di antara chaos, di antara sedu sedan
dia sendiri berdiri ditengahnya, di dalam barikadenya
ia sendiri, tapi tidak sedih
*oke, gue kebanyakan dengerin nirvana dan radiohead*
dan iya…
gue ga bisa nulis puisi. jelek.
February 10th, 2010 | kata | 11 Comments |
don’t sweat the small stuff
aku rindu wangi tubuhmu
seperti aroma hujan yang turun di tanah kering
indah
dan menenangkan hatiku
* maka jangan biarkan desir angin yang tak ramah
*menggoyahkan setiap kepercayaanmu padaku
*karena untuk sampai di sini
*aku telah mati-matian mencampakkan egoku
jadi..
bolehkah sekarang aku memeluk tubuhmu dengan nyaman
dan menghirup aroma hujan yang sendu dari pelukanmu?
July 7th, 2008 | curhat colongan, kata | 5 Comments |
menaklukanmu
sayang..
aku ingin bergerilya
menaklukan benteng pertahanan hatimu
menyusup perlahan-lahan
dan merebutnya dengan tiba-tiba
lalu akan kuteriakkan “merdeka!”
saat kamu takluk di pelukanku
akan kujaga hatimu
siang dan malam
agar tak ada satupun musuh
yang akan merebutmu dariku
merdeka, atau mati
bersamamu atau tidak sama sekali
tanpamu, aku lebih baik sendiri
August 14th, 2007 | kata | 11 Comments |
gw adlah pecundang
gw adlah pecundang
gw adlh pecundang dengan membiarkan diri gw kalah
gw adlh pecundang krn membiarkan dia pergi tanpa menampar wajah angkuhnya sebelumnya
gw adlh pecundang krn membiarkan dy merendahkan gw
gw adlh pecundang krn membiarkan dy tertawa
gw adlh pecundang krn membiarkan dy menyakiti gw
gw adlh pecundang krn tetap bertahan
and most of all
gw adlh pecundang krn masih tetap menyayangi dia
May 19th, 2006 | curhat colongan, kata, sedih | 0 Comments |






