Our Own Planet (Happy Valentine)

post details top
Feb 14th, 2010
post details top
Our Own Planet (Happy Valentine)

Dunia di luar kita berputar cepat

Mereka seperti dinamis

Kita seperti statis

Tersesat di antara riuh

.

Aku memberimu sayap

Kamu memberiku nafas

Hingga kamu tetap terbang

Dan aku tetap hidup

Tapi dunia di luar kita tidak mengerti

Bahwa kita memang diciptakan seperti ini

.

Di luar kita  hari dan detik berdetak

Memaksa kita beranjak

Memaksa kita lelah

Agar mati dan tersepikan

Memaksa kita membuka mata dan bangun dari mimpi

Tahukah mereka bahwa mata dan pikiran merekalah yang sebenarnya buta?

.

Mungkin di luar sana

Sangat jauh dari tempat ini

Ada dimensi yang mereka tidak tahu

Tempat dimana kita bisa melarikan diri

Dan menari

.

Hanya kamu

Hanya aku

.

Secangkir teh hangat untukmu

Dan jemarimu yang terselip di antara jemariku

.

Tidak akan ada yang mengadili kita

Tidak akan ada yang berteriak

Bahwa kita berbeda

Dan tidak seharusnya bersama

.

Dunia di luar kita adalah omong kosong

Dan tentang kita adalah satu-satunya kenyataan

.

Di suatu senja yang manis

Dalam detik yang statis

Secangkir teh hangat untukmu

Dan jemarimu yang terselip di antara jemariku

——————–

Gambar dan puisi sengaja gue buat sampe jam 4 subuh untuk dia sebagai hadiah valentine *surprise! surprise!*

Tapi saya juga naksir sama bukunya Mbok Venus dan Mbak Silly yang belum sempat saya beli (maksudnya duit lo keburu abis le?), maka puisi ini saya ikutsertakan untuk kompetisi kecil-kecilannya Mbok Venus. Malu sih sebenernya, orang gak kenal tapi pede banget ikutan. Hahahhaha…

Tapi tujuan awal tentu saja, untuk mengucapkan Happy Valentine buat semuanya. Bersyukurlah orang-orang yang masih diberi kesempatan untuk bilang sayang ke orang lain, karena waktu kita ini sebenarnya terbatas.

Well, i love you all, i love you full

and i love you my dear, dengan sekuat tenaga :)

BARIKADE

post details top
Feb 10th, 2010
post details top

dan ia membangun barikadenya sendiri

di antara tawa sengau yang menyakiti telinganya

ia membangun istananya sendiri

dengan nada, dengan kata

dengan rupa

tak lupa barikadenya

bagian yang paling penting

lalu ia sadar, ia telah sendiri

yang tersisa sepi dan gema tawa sengau itu

ia merasa sendiri, tapi tidak sedih

merasa sendiri, tapi tidak sedih

sendiri, tidak sedih

diantara sepinya, ia menghitung bintang jatuh

“kamu jatuh dari sana, tapi kamu tak sampai ke sini.”

“kemanakah kamu jatuh?”

ia bersenandung bersama angin

“kamu ada, aku merasakanmu”

“tapi aku tak bisa melihatmu”

ia menambal tiap lubang di istananya

dan tak lupa barikadenya

bagian yang paling penting

istananya miliknya, mahkotanya miliknya

atau mungkin ia hanya takut pada ramai?

maka ia membangun barikadenya sendiri

di antara riuh, di antara tawa

di antara chaos, di antara sedu sedan

dia sendiri berdiri ditengahnya, di dalam barikadenya

ia sendiri, tapi tidak sedih

*oke, gue kebanyakan dengerin nirvana dan radiohead*

dan iya…

gue ga bisa nulis puisi. jelek.

don’t sweat the small stuff

post details top
Jul 7th, 2008
post details top

aku rindu wangi tubuhmu

seperti aroma hujan yang turun di tanah kering

indah

dan menenangkan hatiku

* maka jangan biarkan desir angin yang tak ramah

*menggoyahkan setiap kepercayaanmu padaku

*karena untuk sampai di sini

*aku telah mati-matian mencampakkan egoku

jadi..

bolehkah sekarang aku memeluk tubuhmu dengan nyaman

dan menghirup aroma hujan yang sendu dari pelukanmu?

menaklukanmu

post details top
Aug 14th, 2007
post details top

sayang..
aku ingin bergerilya
menaklukan benteng pertahanan hatimu
menyusup perlahan-lahan
dan merebutnya dengan tiba-tiba

lalu akan kuteriakkan “merdeka!”
saat kamu takluk di pelukanku

akan kujaga hatimu
siang dan malam
agar tak ada satupun musuh
yang akan merebutmu dariku

merdeka, atau mati
bersamamu atau tidak sama sekali
tanpamu, aku lebih baik sendiri

gw adlah pecundang

post details top
May 19th, 2006
post details top

gw adlah pecundang

gw adlh pecundang dengan membiarkan diri gw kalah

gw adlh pecundang krn membiarkan dia pergi tanpa menampar wajah angkuhnya sebelumnya

gw adlh pecundang krn membiarkan dy merendahkan gw

gw adlh pecundang krn membiarkan dy tertawa

gw adlh pecundang krn membiarkan dy menyakiti gw

gw adlh pecundang krn tetap bertahan

and most of all

gw adlh pecundang krn masih tetap menyayangi dia

« Previous Entries Next Entries »

Banners