home

kemarin dia pergi dan menatap lembut ke dunianya yang hening

dia sempat bertahan disana

lalu kini dia tertawa getir, seperti angin yang beraroma senja

terasa sepi

menertawakan kebodohannya sendiri

dan memaki bunga yang memiliki senyum yang indah itu

ia telah terpikat dengan tololnya

pada sesuatu yang begitu indah, tetapi begitu sakit

ia pikir ia akan bisa berteduh disana

tapi ternyata ia salah

di samping Dia

walau gersang, badai tak pernah reda, dan selalu diacuhkan

Dia selalu ada disana

dan ia menyadari..

ia sangat menyukai senyum milik Dia ketika Ia memainkan laguNya

dan betapa senyum itulah yang selalu membuatnya bertahan

dan kini dengan langkah yang tenang

ia kembali

“aku pulang..

semoga kamu masih disana”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s