Privasi di Ruang Publik

Suatu hari, seorang teman saya, sebut saja Mawar, menulis STATUS FACEBOOk yang cukup provokatif. Status tersebut menuai 1-2 respon yang menyatakan tidak senang dengan isi status si Mawar. Mawar kemudian membuat status baru, yang isinya kira-kira begini : “SUKA-SUKA GUE MAU NULIS APA DI STATUS FACEBOOK GUE. KLO LO GA SUKA, JANGAN BUKA FACEBOOK GUE!!!”

well, tentu saja kata-katanya lebih keren daripada yang saya tulis di atas, temen saya itu nulis statusnya pake bahasa inggris dan dihiasi oleh beberapa kata “fuck”. Yah, pokoknya terlihat dan terdengar keren deh kata-katanya. tidak seimbang dengan wajahnya yang seperti pembantu oriental, ga ada bule-bulenya sama sekali.

Balik ke status FB, kejadian yang dialami teman saya tersebut sebenarnya seringkali terjadi juga di blogosphere ini. Saat seseorang menulis sebuah postingan yang provokatif, orang lain bisa saja tiba-tiba mampir ke blog tersebut, dan marah-marah disitu. kadang-kadang meliputi maki-makian yang berhubungan dengan kebun binatang serta isi toilet. Kadang, seseorang yang postingannya biasa-biasa sajapun, ada saja yang tidak suka dan menegur.

Biasanya si empunya blog memiliki pembelaan : ” INI KAN BLOG GUE, SUKA-SUKA GUE DONK MAU NULIS APA DI SINI. HAK GUE. LO GA SETUJU AMA TULISAN GUE? GA SUKA TULISAN GUE? ITU MASALAH LO!”

Sementara si pemberi komentar atau pembaca blog tersebut akan berpikir :  “BLOG ITU KAN AREA PUBLIK, BISA DIAKSES SIAPA AJA, BISA DIBACA SIAPA AJA. AHRUSNYA LO BERHATI-HATI DENGAN APA YANG LO TULIS. GUE JUGA BERHAK DONK KASI KOMENTAR DI BLOG LO. SIAPA SURUH LO JUGA NULISNYA DI BLOG!”

huss… udah jangan berantem, kan dikit lagi lebaran😛

nah, kalo dipikir-pikir. dua-duanya mungkin bener.

kita bebas mengungkapkan opini atau cerita di blog kita, selama tidak mengandung hal2 yang melanggar hukum. soalnya kan kita yang punya blog itu. tapiiii… blog itu juga kan area publik. bisa diakses siapa aja. bisa dibaca siapa aja. dan jangan lupa, bisa dikomentar oleh siapa aja. kecuali kalo situ memasang fasilitas moderasi komentar atau sekalian nutup fasilitas komentar di blog situ.

ya..ya.. itu sih yang paling gampang. kalau memang ga mau postingannya dikomentarin orang, mendingan langung ditutup aja fasilitas komentarnya. atau dimoderasi. bukannya tauk-tauk marah-marah sambil teriak-teriak “ini kan blog gue, suka-suka gue donk mau ngomong apa. kalo ga suka, ke laut aje looo…

klo saya rasa, sih… wajarlah kalau orang beda pendapat. buat apa ribut-ribut toh? ya pendpat saya begini, pendapat saya begitu. ya sudah. cukup tahu aja. saya juga pernah kok, membaca postingan yang saya tidak setuju, bahkan tidak suka pada isi postingannya. tapi saya bukan lantas marah-marah dan menghina postingan orang itu. saya biasanya hanya akan menyatakan tidak setuju dan memberikan sudut pandang saya. tujuannya bukan untuk berdebat, sekedar memberi sudut pandang baru saja.

toh kita boleh ndak setuju, tapi kan harus sopan juga sama yang punya blog. marah boleh, tapi ga pake ngamuk aja gitu…

nah, menurut teman-teman sendiri gimana? apakah memang kita bebas beropini di blog? tapi orang lain juga boleh nggak bebas membalas postingan anda dan menyatakan ketidaksetujuan atau ketidaksukaan terhadap postingan anda? apa situ bebas posting apa aja di blog situ, tapi orang lain ndak boleh beda pendapat sama situ?

37 responses to “Privasi di Ruang Publik

  1. walaupun itu hak yang empunya blog tapi ada hak publik yaitu informasi dan ketenangan dan tidak asal jeblak nulis di blog harus di fikirkan etika umum dan inipun setiap orang sudah tahu.

  2. tergantung tulisannya sih, klo topik yg sensitif dan sepertinya si penulis cuma ingin menumpahkan emosinya saya lebih memilih diam.
    Tapi jika saya menyatakan pendapat yg berbeda tentu saja nggak masalah buat saya untuk didebat, namanya juga opini, wajar saja jika pendapat orang beda2.

  3. @ kawanlama >> memang banyak yang tahu pak. tapi biasanya batas-batas itu diatur oleh nuraninya sendiri. dan standarnya jadi berbeda untuk setiap orang kan? selamat sore😀

    @ tamago >> debat sih memang ga masalah. karena saya juga sependapat, orang bebas berkomentar apa saja terhadap postingan saya. selama tidak memakai bahasa kebun binatang dan isi toilet XDDD

  4. walahhh……jadi binun😀
    kalau buat gw sih, blog itu adalah sesuatu yg pribadi tapi sifatnya umum…so be carefull with your post!

    ketika seseorang sudah berani beropini di publik, diajuga harus berani menerima kritikan dam komentar…ada sebab ada akibat…

  5. Salam kenal, dulu.
    Menurut saya, sih, kalau kita secara sadar nulis sesuatu yang kontoversial harusnya nyadar juga bahwa itu akan menuai kritikan dan seangan dari yang kontra.
    Kalau gak mau, ya nulis yang populer2 aja.
    Siapa menabur angin pasti akan menuai badai!

  6. Saya setuju kebebasan berpendapat. Tapi bebas yang bertanggung jawab.

    Dengan membuka blog untuk bisa diakses khalayak ramai, maka dia harus berlaku sesuai dengan ketertiban dan hukum yang berlaku.

    Contoh; kamu mau maki-maki di kamar mandi rumahmu, selama ndak ada orang yang dengar, pasti ndak ada orang yang peduli. Tapi kalau dari kamar mandimu pun orang lain bisa mendengar dan merasa terganggu, ya orang lain sah saja menyampaikan keberatannya.

    Kalau menurutku begitu sih. Intinya, bertuturlah yang sopan. Kalau mulut cuma dipakai untuk berkata kasar, tuhan ndak akan menciptakan mulut manusia seperti yang kita punya sekarang. Hehe!

  7. kan udah ada aturannya mba UU ITE…

    yang jelas, pendapat, opini, atau apapun tentang orang lain yang ditulis diblog harus menjaga jangan sampai memfitnah, menjelek2an, mematikan karakter atau apapun. Ini berlaku buat semua tulisan di mana pun yang dipublish ke umum, dikoran, majalah, status FB, postingan blog, ataupun Komentar.

    jadi inget kasus dibogor.. yang komentar di FB diperkarain ke pengadilan, gak taunya yang nulis komentar itu pacarnya yg cemburu..

    Salam kenal ya..

  8. hehe.. ya, jangan sampe berantem gara2 status fesbuk ato postingan blog yg ga ditujukan buat kita kali ya?
    [kalo status orang ato postingannya buat kita berarti boleh berantem dong, Yo? hihi… itu sih terserah Anda. yang bagus sih gak gampang terprovokasi sama tulisan atau kelakuan orang…😀 ]

  9. Well, soal kedewasaan diri koq Le.
    Seperti Ria bilang, berani beropini berarti berani meneriam konsekuensi.
    Gue melihat bahwa beda pendapat itu memperkaya khasanah berpikir lho karena bisa melihat sesuatu dari cara pandang yg beda.
    tapi ya itu tadi, balik ke kedewasaan diri.
    siap gak terima resikonya?

  10. Kalau buat saya yang penting jangan memulai gitu aja, saya sendiri masih menjaga etika ketika memposting suatu masalah terutama yang menyangkut ke SARA, intinya buat saya setiap postingan kita sebaiknya menghargai yang baca pula tapi buat saya juga ingat jangan coba coba memposting sesuatu yang bisa menyinggung perasaan karena saya pastikan komentar saya pun pasti pedas pula hehehehe

    udah ah Met Lebaran Ya

  11. wah, amazed nih, komentarnya pada cerdas-cerdas semua😀

    genial >> aahahahaha, ku ndak lagi marah2. malah gi bertanya2 XDDD

    Ria >> setuju!

    fashion and style >> berkomentar dan menulis sama-sama memiliki etika😀

    alamendah >> salam kenal juga. tapi kadang, walaupun kita ga nulis sesuatu yang kontroversial, ada saja loh yang nggak seneng.

    pushandaka >> hihi, aku setuju banget sama paragraf terakhirnya.

    Gandi Wibowo >> ya tapi kan ga cuma hal-hal yang diatur di UU ITE aj yng bisa bikin perang komentar di blog. oh iya, aku tahu tuh kasusnya. apes.
    salam kenal mas gandi. aku udah tahu mas dari frozzy.

    yoan >> tapi kan lucu jg kalo berantemnya di fesbuk XDDD

    Eka Situmorang >> nah, kadang masih ada yng ga bisa nerima perbedaan mbak🙂

    Omiyan >> curhat pribadi aja bisa bikin ribut loh mas. pdahal nggak menyinggung satu namapun. ga selalu berhubungan dengan SARAA.
    oiya mas…selamat LEbaran. kan sedikit lagi😀

    kawanlama95 >> makasih udah mampir lagi😀

  12. yah, dalam hal apapun, kalo saling mementingkan ego masing masing, pasti akan selalu ribut, ribut dan ribut.

    dunia maya, adalah sarana alternatif untuk bersilaturrahmi dengan siapa saja. kenyamanan pembaca adalah penghargaan tak ternilai. ketertarikan pembaca adalah suatu kebanggaan. jadi, kenapa harus mementingkan ego masing2!!!!

    kal gak mau di baca, core2 aja di tembok kamar. lenih bebas, gak ada yang protes!!!

    toh, segala sesuatu kebebasan itu pasti ada batasnya. kita sendiri yang tau baik dan buruknya

  13. Oiii macan…!! Gw ga suka ya sama komik lo, hbs selalu aja ada tokoh botak disitu!

    Hahahaaa…. aduh postingan lu ni keren abis sis. Gw sependapat kok, bahwa blog ini memang area publik juga

    Intinya klo tdk mau dikasih komen ya bikin saja comment closed. Tp kan memang orang ada2 aja, berharap jg dikasih komen *tp pengennya komen yg baik2 aja…

    Nulis yg kontroversial gpp asal ada dasarnya, dan bs dipertanggungjawabkan, ga asal nulis aja. Tp klo kontroversial soal prbadi *kayak dulu gw tulis soal nikah beda agama atau soal kasih selamat natal* banyak yg marah dan akhirnya ga mau main ke blog gw lagi.

    Berbeda ya boleh aja, masa kita mo marah krn orang beda pendapat sama kita. Tp kalo boleh sih…. sampaikan dgn bahasa yg enak dan nyaman. Jd silaturahmi tetap terjaga….
    🙂

  14. sori komen gw ilang td :
    Tp klo kontroversial soal prbadi, boleh2 saja klo mo beda sendiri, tp ya hrs terima klo org ada yg komennya pedes.

  15. @goenrock >> haha, mas goen mah santai ya?

    @zulhaq >> wah, zul, tumben loh kamu kasi komen serius😀 aku setuju bangte sama kmu

    @ Hajier >> idealnya begitu mas. tapi kan ga sejalan sama kenyataannya.

    @ zee >> soalnya cowok botak gampang digambar XDDD
    makasih mbak zee. iya, makanya…beda banget blogger yang ngeblog memang karena suka ngeblog, dengan blogger yang ngeblog cm krn caper atau ngikutin tren doank😛 yang ngeblog karena memang suka nulis dan baca, pasti lebih bisa nerima perbedaan pendapat dan menanggapinya

  16. sekedar mengomentari…

    segitu banyaknya gambar yg ada di page Award Parade, sama sekali gag ada satupun yg saiia unggah di domain PSD Holic, bukankah tinggal ambil link nya ajja uda beres?!!??

    klu mslh org2 keberatan ketika membuka page itu, (loading page) silahkan di lewati tanpa harus menunggu sampai selesai, beres tokh?!??! tanpa harus melihat seluruh isi page itu pun org tau klu itu semuanya gambar.. kebanyakan dari mereka makanya komennya serupa dan saiia sangat memaklumi hal itu…

    demikian pula gambar2 utk tutorial di sana.. gambar2 original size.. gag ada satupun yg saiia unggah di blogspot😦 apa saiia salah?!?!?

  17. walaupun blog punya kita sendiri, tapi toh blog kita juga dibaca orang lain. Jadi sebisa mungkin kita harus meminimalkan ego kita.
    maaf kalo kurang nyambung😀

  18. ?genial? >> mas gen sepertinya ndak membaca postingan saya yang ini baik2, dan tidak membaca komentar saya di blog anda dengan baik2 pula. tapi komennya udah saya bales langsung di bloh mas gen ya🙂

    masoglek >> nyambung kok, aku setuju sama masnya😀

    fashion and style >> sibuk nyari kerja XDDD

  19. di facebook dan blog niatku cuma ingin menambah pertemanan..
    jadi menurutku seh lebih baik menggunakan kata2 yang sopan..
    mungkin kata yang buruk hanya sebuah keisengan yang disalah artikan..
    he3x..
    macan belum add fesbukku ya..

  20. hiiihihihihii.. saiia mah gag marah2 mba’… mba’ panjang lebr banget penjelasannya. huehehehe… gag ada nada marah2 sama sekali tau mba di komen saiia yg di atas itu…. nii saiia senyum2 nii :D:D:D

    hhhmmm… mslh award2 itu… itu awards yg saiia terima selama bulan romadon mba… saiia di tag, tp blm sempet saiia pajang, nnahhh di post itu saiia pajang sekaligus semua dari mulai pertama puasa… huehehehehehe…

    pis ahh

  21. hmm, blog ntu ruang pribadi sekaligus ruang publik yah. jadi musti ada perfect balance antara kebebasan berekspresi dan memjaga diri tidak keluar ‘jalur’. tapi dominan ke ruang pribadi deh kayanya, jd bisa cukup bebas menurut saya. misalnya, boleh aja donk kita pacaran di komen area…..aduh! *dicubit ampe berdarah. tajam bener sih kukunya?*

  22. tapi kalo di facebook musti lebih kira-kira. soalnya status kita kan ga cuman muncul di dinding pribadi tapi dengan semua teman yg terhubung dengan kita. jadi kalo kita bikin grafiti ga mutu di dinding kita, secara otomatis kita juga mengotori dinding ratusan ato ribuan fesbuker laen di seantero jagat raya donk….halahh!

  23. wahh kalau masalah AD, sebaiknya tanya sama genial, dia banyak tau masalah satu itu, saya mah angkatan lama.. sayangnya tu anak bandelnya gk ktulungan… harusnya sekarang dia sudah bisa ada di posisi tersebut😦

  24. Sist, jujur gue sukaaaa banget sama tulisan yang satu ini. Sangat suka! *Peyuk2* kebebasan berekspresi di ruang publik dan sentilan privacy🙂 nice! Nice!!!!!!!!

    Btw,

    20092009
    Great date for Idul Fitri 1430H…
    Well, happy belated Idul Fitri 1430H yea, semoga tahun depan kita masih bisa bertemu RamadhanNya🙂

    Salam,
    Tuteh

  25. hyaaa..,dah lama g maen ke sini,tulisannya makin keren aj..ok,skrang komen ah…soal pbedaan,bwt gue itu justru jadi mperkaya khazanah pemikirn.tentunya,minjam istilah si eka,perlu kdewasaan untuk itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s