Kenapa Gak Boleh “Autis”?

Jaman muda dulu *hasyah* kalo ngeliat temen yang sibuk sama gadget-nya sampe gak peduli ama sekitarnya, sering ngatain “Ih, autis luh!”

Kedengerannya sih lucu kali ya, temen-temen yang lain juga kan menggunakan istilah yang sama.

Namun di kemudian hari… gue liat di surat pembaca, ada seorang ibu yang memprotes presenter Empat Mata *iye, Tukul* karena menggunakan kata “Autis” untuk mengejek salah seorang bintang tamu. Gak berapa lama kemudian, gue menemukan postingan Mbak Silly yang memprotes penggunaan kata “Autis”.

Dan sejak saat itu, gue berusaha untuk berhenti menggunakan kata tersebut sebagai bahan ejekan.

Tapi jujur aja, gue masih gak ngerti, kenapa nggak boleh? Gue mikir, dengan orang-orang bereaksi negatif dan sepertinya merasa sakit hati pada penyalahgunaan kata “Autis” memberi kesan seakan-akan “Autis” adalah sebuah aib, sebuah kata yang rapuh. Sebuah keadaan yang buruk dan patut dikasihani sehingga tidak boleh dijadikan bahan bercandaan.

Padahal gue gak ngeliat Autis sebagai sebuah kekurangan yang patut dikasihani. Autistik hanya keadaan dimana orang itu berbeda dari orang lain. Udah, gitu aja. Buat gue, gak asik banget kalau memperlakukan pengidap autistik seperti orang yang memiliki penyakit mematikan yang parah dan harus dikasihani. Dengan memperlakukan pengidap autistik layaknya orang lain yg bukan autistik, bukankah itu lebih baik? Memberi mereka kesempatan yang sama, perlakuan yang sama.

Lalu sampailah gue pada pemikiran ini…

Seperti gue bilang, buat gue autistik itu bukan kekurangan. Itu hanya berbeda, spesial, unik. Maka itu gak bisa dibilang sebagai kekurangan/cacat/penyakit. Dan sebaiknya diperlakukan sama seperti orang lain.

Tapi, dengan penggunaan kata “AUTIS” untuk mengejek orang lain, maka itu mengecilkan dan menghina arti dari kondisi tersebut.

Mungkin seperti ada orang yang menggunakan nama lo untuk me-refer pada sesuatu yang negatif.

Misalnya nama lo SANIP. Trus nama lo dianalogikan sebagai kentut. Jadi tiap ada orang kentut, orang lain ngatain dengan “Ih, lo abis SANIP ya??? Bau SANIP lo!”

Pertanyaan gue

dimana letak lucunya itu?

Gak lucu kan? Gak asik kan? Nyolotin kan? Pengen ngajak mereka ribut kan kalo nama lo dipake buat bahan ejekan?

Gue sih gak nyuruh kalian brenti menggunakan kata autis untuk jadi bahan bercandaan😀 Cuma ngasi bahan pemikiran aja…

Saat lo bercanda pake kata AUTIS…

Mungkin teman kalian itu memang punya kakak, adik, atau kerabat yang autistik dan langsung merasa malu punya keluarga yang autis.

Mungkin ada seorang ibu yang memiliki anak autistik, dan terluka mendengar becandaan kalian.

Bahkan mungkin ada seorang autistik di sekitar kalian yang mendengar bercandaan kalian dan langsung merasa dirinya nggak berharga dan cacat.

Kalian tega?

Maap yak klo postingannya sok tua XDDD *gubrak*

15 responses to “Kenapa Gak Boleh “Autis”?

  1. Saya malah baru saja mengkritik lawakan beberapa komedian Indonesia yang sering memakai (maaf) penyakit sebagai bahan lawakan.

    Misalnya, seorang pelawak berjalan dengan kaki pincang, atau gerakan tubuh seperti orang yang terserang stroke, atau memperagakan seorang anak yang cacat mental, dsb. Apa mereka ndak membayangkan bagaimana perasaan si penderita penyakit yang dijadikan bahan lawakan?

    Atau mungkin saya yang berlebihan menyikapi lawakan mereka?

  2. ..
    Intinya kalo becanda musti liat sikon ya..
    ..
    Kalo cuman sama temen deket sih, gak pake filter..
    Loss..😀
    ..

  3. makanya gwa lebih seneng maki2 dan mengumpat ketimbang ngatain orang pake penyakit atau kelainan. lebih ‘netral’. dan harusnya orang ga usah marah kalo gwa panggil mereka dengan sebutan ANJING. kenapa? karena buat gwa anjing itu (kadang2) lebih mulia posisinya dibanding beberapa temen.

  4. jd intinya… mencela pake kata apapun itu nggak boleh.
    yah emang mencela orang itu memang gak boleh… meskipun becanda. *sok tuwir jg*😄
    ya memang intinya seperti yg lo sebutin itu.
    bahwa penggunaan kata “AUTIS” untuk mengejek orang lain adalah bentuk dr mengecilkan dan menghina arti dari kondisi tersebut.

  5. kalau mereka pernah denger cerita betapa sulitnya nyari sekolahan untuk anak berkebutuhan khusus itu,
    kalau mereka pernah dengar cerita soal ibu yang sempat putus asa karena bingung harus bagaimana membesarkan dan mendidik anak berkebutuhan khusus,
    kalau mereka pernah liat mata ibu yang berkaca-kaca, terharu karena bersyukur anaknya yang berkebutuhan khusus bisa lulus ujian,
    mungkin setelah itu mereka bakal malu semalu-malunya pernah menggunakan kata “AUTIS” buat becandaan.

  6. w sering juga dikatain autis kalo lagi ngenet atau ngegame
    dan baru tau kalo ada yg nentang kata2 autis sebagai candaan

  7. Setuju banget sama agan Frozzy, menurutku sih becanda boleh aja asal jangan sampe ada salahsatu pihak merasa dirugikan/dikucilkan/direndahkan. Harusnya kan masih banyak tuh kata-kata lain yang lebih sopan dan manusiawi🙂

  8. Hmm….

    Gw rasa masalahnya terletak pada belum merakyatnya (halah!) ungkapan ‘autis! ini. Coba tanya sama anak SD ato SMP yg bilang ‘Doh, gini deh klo loe lg autis, gw didiemin’, apa dia benar2 tau arti yg sebenarnya dr kata satu itu?

    Well, klo udah gini, mungkin sama kasusnya dgn kata ‘Gue’ yg aslinya di tanah Mandarin sana justru kasar klo digunakan, di sini mah krn kagak ngerti jd dipake sebebas-bebasnya…

  9. pokoknya saya setuju dengan postingan ini
    manusia ga ada yg sempurna ini, masa mau sok make ketidaksempurnaan orang lain utk dijadikan bahan candaan, tragis !

  10. manusia kadang begitu ya neng, mereka suka lupa bahwa ucapan itu adalah pisau. Bagi mereka lucu buat orang lain belum tentu. Aku juga pernah nulis yang judulnya “kenapa tertawa” itu karena mereka ngetawain OB yg jatuhin barang…terlalu!

    semoga kita gak begitu ya!

  11. Entah kenapa saia pikir..menggunakan istilah penyakit itu memang terlalu ‘menyakitkan’, mbak…

    Kita..secara tidak langsung menyakiti orang dengan bercandaan yang kita lakukan….ini pendapat saia, sih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s