Lembaran Baru

Sebelum lulus kuliah, saya punya 2 tahun lebih pengalaman kerja. Mulai dr bekerja magang sebagai resepsionis, guru privat, guru sekolah manga, usher, sampai jadi graphic designer. ketika saya selesai wisuda, saya hanya butuh waktu seminggu setelahnya untuk mendapat pekerjaan. Gampang banget ya? Nggak, nggak gampang justru.

Saya sudah mencoba melamar di berbagai perusahaan sejak saya selesai sidang TA. Saya membuat 10 copy CV dan portfolio menggunakan uang hasil freelance saya untuk membuat komik edukasi tentang perawatan gigi. CV dan portfolio saya desain agar berbentuk seperti semacam katalog ukuran A5 dan dijilid ring. Full color, pake art carton.

Saya mengirim sekitar 7-8 portfolio, dan saya hanya memilih perusahaan besar atau terkenal, bangsanya Concept, Fortune, dan lainnya (tepatnya saya lupa). Akhirnya? sama sekali gak ada yg minat manggil saya XDDD 1 kali dpt panggilan interview, sudah itu gak ada lanjutannya.

Kemudian, setelah wisuda, saya mendapat info dr teman tntg lowongan kerja di sebuah advertising. Saya telpon perusahaan itu, saya interview sampai jam 3 sore. Interviewnya sambil ngerokok. iya, saya diinterview, dan saya merokok di depan orang yg menginterview saya. 1 jam setelah interview, saya ditelpon, dan diterima bekerja. 1 jam stlh interview.

mulailah hari saya bekerja sebagai graphic designer di sebuah perusahaan advertising yg tidak terlalu besar, tidak terlalu terkenal.

Jika sebelumnya menjadi graphic designer di perusahaan advertising terasa keren dan berkelas, bekerja di sana menjungkirbalikkan pandangan itu. Dalam 2 hari, saya bisa saja harus menyelesaikan FA dan revisi sebuah company profile yg siap cetak. Di lain hari, saya mendadak harus mendesain sepaket seragam, merchandise, dan company ID yang terdiri dr beberapa alternatif desain dan bentuk. Ada kalanya saya harus pulang jam 2 malam dari kantor sampai 2-3 hari berturut-turut, atau masuk kerja di hari libur seperti sabtu atau minggu. Saya kerja sendiri, krn saya adalah satu2nya graphic designer di perusahaan ini.

Selain itu, Kesalahan kecil bisa membuat kerugian sampai puluhan juta jika sudah melewati proses cetak/produksi, makanya harus teliti. Untungnya saya dan orang produksi cukup kompak untuk saling membackup agar tidak terjadi kesalahan cetak dan sejenisnya.

Pekerjaan saya meliputi konsep, desain, FA, sampai ikut mengontrol kualitas produksi dengan mengecek mock up. Saya juga harus mempresentasikan desain yg telah saya buat di depan klien, menyiapkan materi presentasi pun menjadi tanggung jawab saya. Kadang saya tidak perlu presentasi, dan itu pasti karena loading kerjaan saya sedang benar-benar banyak.

Hal lainnya, kadang, desain yang telah saya buat capek-capek sampai begadang, bisa saja tidak menghasilkan apapun. Kalah pitching sama perusahaan lain yang disebabkan krn entah desain yang kurang memuaskan, atau harga yg ditawarkan terlalu mahal utk klien. Atau bisa juga kalah pitching, tp ternyata desainnya tetap dipakai tp dibuat oleh perusahaan advertising kompetitor dgn sedikit modifikasi di sana dan sini. Ya, itulah sadisnya dunia advertising.

Eh tapi ada enaknya😀 saya bisa masuk siang. jam kantor saya dari jam 8.30-17.30, dan saya biasanya baru masuk kantor jam 9-10 pagi. tapi pulangnya juga lebih malam daripada karyawan lain. Selain itu, suasana di kantor saya sangat kekeluargaan, kami suka ngobrol bareng, curhat2an, atau nongkrong-nongkrong. Bahkan dengan para bossnya. Saya juga kalo kerja suka sambil merokok, minum bir, facebook-an, chatting dll. Buat boss saya, itu gak masalah, asal kerjaan selesai.

Saya mencintai pekerjaan saya, seribet apapun itu😀

Tapi akhirnya, saya ditawarkan kesempatan yang lebih baik. Sebuah pintu menuju tangga yang lebih tinggi terbuka di depan saya. berat, tapi akhirnya saya memilih. Saya keluar dr zona nyaman saya, dan memulai lembaran baru. Meninggalkan kantor lama dan segala kenyamanannya.

Awalnya boss-boss saya tampak kurang setuju, tp pada akhirnya mereka mengerti, bahwa saya memang harus melangkah maju.

Di hari terakhir saya di kantor, boss-boss saya berkata “Yang gue suka dari lo tuh, kerjaan lo bagus, selesai tepat waktu, selalu update kerjaan ke gue. Dan nomor satu yang paling gue suka, elo itu jujur.”

Saya tersenyum, ya pastilah saya kadang suka bohong, tp memang kalau untuk urusan kerjaan, itu sesuatu yg saya hindari. Kalo bisa, di semua urusan pun saya berusaha untuk nggak bohong *kecuali kalo kepepet*

dan kata-kata terakhir mereka…”Elo keluar dari sini dengan meninggalkan kesan yang baik…”

Saya tersenyum sambil sembunyi di balik monitor, kege-eran :p

Makasih ya boss-bossku yang gaul, saya juga senang bekerja di sini, krn pengalaman yang saya dapat di sini benar-benar bermanfaat. Jam kerja yang padat, proyek-proyek yang gak masuk akal (baik proyeknya maupun deadlinenya), serta semua keberhasilan dan kegagalan, telah melatih saya menjadi saya yang sekarang ini🙂 Gak mgkn perusahaan yang baru ini tertarik sama saya kalau bukan krn saya telah menjadi seperti sekarang dengan semua tantangan yang pernah saya alami.

Satu pelajaran yang paling berharga buat gue selama di kantor lama : kurangi mengeluh, krn ternyata setelah melewati anjing-anjingnya kerja kayak setan, kita malah berkembang dan melampaui batas kita sendiri tnp kita sadari.

12 responses to “Lembaran Baru

  1. pengalaman kerjamu itu edan kerennya !!

    smoga kantor baru itu memberikan yang terbaik dan sesuai dengan ekspektasimu

    sekali lagi, ditunggu liputan di kantor barunya,
    dan selamat berjuang !!

  2. ..
    Dimanapun dan apapun kerjaannya, yg penting enjoy dan menikmatinya..
    Tul gak Mer..?😉
    ..

  3. mantep bener pengalamanmu, can…

    my favorite line: “kurangi mengeluh, krn ternyata setelah melewati anjing-anjingnya kerja kayak setan, kita malah berkembang dan melampaui batas kita sendiri tnp kita sadari.”

    QOTD tu.

    + sejuta deh, can. emang kerjaan kadang bikin kayak pengen bunu diri, tapi apa si yg ga bisa kita hadapi? *tsaaahh… omongan gw kayak orang bener aja… :lol:*

  4. Proud to share d same fam name with u!😉
    Moga di tempat baru lu bisa lebih berkembang, kemampuan lu lebh terasah ya Le..

    lea : iya makasih ya mbak ekaaa😀

  5. Dulu saya kira jadi PNS itu kerjaanya nyate. Bener seh nyante tapi…ada bagian2 tertentu yang kerjanya jauh dari santai. Nah, aku kebagian yang gak santai itu (Sibuk). Walanya mengeluh coz iri melihat bag lain yang bisa baca koran and ngobrol, tapi dibalik semua itu, aku punya tambahan ilmu banyak yang gak bisa aku dpt saat baca koran dan ngobrol. Dinikmati aja sekarang….
    Maaf ya Le, jadi curcol….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s