Cewek Matre dan Pacarnya

Gue lagi keranjingan nonton serial “Lie To Me”, itu film serial tentang seorang pria yang pandai membaca ekspresi orang. Foster bertahun-tahun mempelajari micro expression, ia memiliki sebuah perusahaan yang menjual jasa untuk “menemukan kebenaran”. Misalnya untuk menginterogasi penjahat, mencari tahu apakah seseorang berbohong atau nggak, ya gitu deh.

Over all, menurut gue film ini seru. Walau gue masih lebih suka The Big Bang Theory sih…

Yang menarik, ada satu episode tentang seorang milyuner yang ingin mengetahui apakah kekasihnya mencintainya apa adanya, atau hanya tertarik padanya karena harta.

Gue jadi inget dengan temen2 gue dan keluhan mereka tentang cewek matre, atau pacar matre.

Misalnya temen gue yang naksir seorang cewek cantik, rambut panjang, kuliah di univ swasta ternama di jakarta. Waktu tahu si cewek akhirnya berpacaran dengan seorang cowok bermobil mewah, temen gue misuh-misuh,”Modal gue cuma motor bebek, sih… Coba kalo BMW, pasti dia mau ama gue…”

Atau temen gue yang lain… yang cerita ngebeliin ini itu untuk pacarnya, tapi tiba-tiba putus dan ceweknya jadian ama cowok lain. Sibuklah temen gue ngomel “Padahal gue beliin dia tas anu, parfum itu, gue modalin ke salon…” bla bla bla.

Dan kemudian pada akhir kata mereka menyimpulkan, cewek-cewek itu sebagai cewek matre. Morotin mereka, setelah puas, cari cowok lain yang tajir. Atau untuk yg masih proses menggebet, biasanya menarik kesimpulan : ya iyalah dia ga mau ama gue… coba kalo gue banyak duit, mana mgkn dia nolak gue..

Sebagai seorang cewek, gue gak memungkiri, emang ada tipe cewek kayak gitu. Ada uang, ada cinta *tsah* biar gak ada cinta, yang penting ada uang *halah*. Kadang-kadang gue dan temen-temen gue yang men-spot kecenderungan “cewek matre” pada seseorang, juga ikut geleng2 kepala melihat kelakuan mereka.

Tapiii, jangan samain cewek matre, dengan cewek yang selektif. Beberapa cewek saat ingin membina hubungan yang mengarah ke pernikahan, pasti lebih memilih cowok yang mapan, minimal stabil secara finansial. Itu beda sama cewek matre. Kalo cowok pemalas yang nggak mau kerja, masa berani mengharapkan seorang wanita mau menyandarkan masa depannya dan calon anak-anaknya?

Balik ke cewek matre.

Gue punya jawaban simpel ke temen2 gue yang suka mengeluhkan tentang gebetan matre atau pacar matre.

Misalnya salah seorang temen gue yang ngatain gebetannya matre hanya krn dia ditolak. Gue biasanya ketawa sambil ngomong, “Lagian elo juga, naksirnya ama cewek model begitu, cantik, tinggi, pinter… Coba sana lo deketin cewek dusun, atau cewek2 yang gak bergaya kayak gitu.”

Iya ga, sih? Lo naksirnya sama cewek model “high class” yang biaya perawatannya tinggi. Bukan masalah ceweknya yang matre, elo aja yang belagu… cuma mau deketin cewek cantik, cewek keren. Apa bedanya cowok kayak gitu dengan cewek matre? Apa bedanya cewek yang deketin cowok hanya  karena duit, dengan cowok yang cuma mau deketin cewek yang cantik atau ber-tok*t gede? Sama aja kan? sama-sama shallow.

Lalu dengan cowok-cowok yang mengeluh pacarnya matre dan suka minta dibeliin ini itu, biasanya jawaban gue lebih polos lagi : “Ah, ya gak apa-apa lah lo beliin dia ini itu. Toh itu semua gak gratis… lo pasti dapet service memuaskan donk dr cewek lo? Ya impas lah… lo beliin dia ini itu, dia mau ngeladenin lo ini itu.  Sama-sama seneng kan?”

Dan masalah selesai

Mau ngatain pacar atau gebetan lo sebagai cewek matre? Ngaca dulu sana. Kenapa juga elo milih cewek itu? Kalo hanya karena cantik ato body-nya bagus, well… barang bagus  pasti harga belinya tinggi. Service memuaskan juga didapat dengan biaya yang nggak murah donk. simpel aja kan?

14 responses to “Cewek Matre dan Pacarnya

  1. iya, ada barang, ya harus ada harga. kecuali klo yg diliat itu inner beautynya… eh, masih jaman ga sih inner beauty? XDDD

  2. gak semuanya cewek matre, memang yang namanya hidup butuh uang. tapi ada juga cewek yang mandiri, artinya dia tidak mau merepotkan dan membebankan kepada orang lain, termasuk cowoknya sendiri.

  3. @ sibair : kok bisa ketangkep spam sih?? :))

    @ andina : emang nggak semuanya kok😀

    @ puput : oh, inner beauty itu maksudnya salon? *manggut manggtu* =))

  4. Pada dasarnya semua cewek matre(de facto). Hal ini wajar karena kelak, ceweklah yang menjadi penerima nafkah dan cowok sebagai pemberi nafkah. Lain halnya kalo masih dalam taraf pacaran, cewek matre bisa jadi tolok ukur mengenai sifat dan karakter cewek itu sendiri, apakah ia bisa dilanjutkan ke hubungan yang serius atau hanya sekedar fun aja. Cowokpun berhak menjadi cowok yang selektif sebagaimana juga cewek selektif. karena pada dasarnya cowok dan cewek memiliki hak yang sama dalam sebuah hubungan.

  5. matre berasal dari kata materialis yang berdasarkan kamus bahasa Indonesia memiliki arti :
    [n] (1) pengikut paham (ajaran) materialisme; (2) orang yg mementingkan kebendaan (harta, uang, dsb)

    sementara, secara pergaulan, “cewek matre” biasanya ditujukan utk para cewek yg suka morotin cowok, atau mendekati seseorang hny krn ingin mendapatkan benefit spt benda, uang dll.

    nah, berdasarkan komen dari tikusdigital berarti anda bilang : pada dasarnya semua cewek deketin cowok hanya krn ingin mendapatkan benda/uang? bkn karena naksir?

  6. bukan gw matrek tapi udah kebutuhuan sih … harga kamera dan 1 lensa aja dah mahal … palagi 2 -3 lensa … jadi kalo cowok cuman mau berhura2 ama gw … malas dong!!!

  7. hehehehe….nyengir baca yang ini :
    Beberapa cewek saat ingin membina hubungan yang mengarah ke pernikahan, pasti lebih memilih cowok yang mapan, minimal stabil secara finansial.
    –> couldn’t agree more darling..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s