The Way Back : “Aku pulang…”

Film Wayback besutan Peter Weir ini saya tonton dengan terpaksa karena film yang saya incar sudah keburu mulai tayang. Belum apa-apa saya sudah pesimis, sepertinya filmnya membosankan. Film ini sendiri diangkat dari sebuah buku karangan S?awomir Rawicz yang berjudul The Long Walk.

Adegan awal dibuka dengan Janus (Jim Sturgess) seorang Prajurit Polandia yang diinterogasi dan dipaksa mengakui kejahatan yang tidak ia lakukan oleh petugas dari Soviet. DIkisahkan latar belakang adegan itu adalah tahun 1939 saat masa Perang Dunia Ke-2. Janus terpaksa mengakui kesalahan yang tidak ia lakukan karena para prajurit Soviet membawa istrinya masuk dan memaksanya memberi testimoni. Janus dijebloskan ke GULAG selama 20 tahun di Siberia.

Selama di sana, ia berkenalan dan berteman dgn seorang pria bernama Khabarov (Mark Strong) yang ditahan hanya krn berakting dalam film sbg kaum borjuis, bersamanya mereka merancang rencana untuk melarikan diri dari Gulag. Akhirnya Janus mengetahui bahwa niat kabur Khabarov hanya omong kosong. Namun, pada satu malam saat badai salju menerjang, Janus bersama beberapa orang nekad untuk kabur karena menurutnya itu saat yang tepat.

Bersamanya turut serta Ed Haris (Mr. Smith) tawanan asal New York, Valka (Collin Farrel) seorang kiriminal, Tamasz (Alexandru Potocean) seorang illustrator, Zoran (Dragos Bucur), Kazik (Sebastian Urzendowsky), Khabarov, dan Voss  (Gustaf Skarsgård). Mereka melintasi Siberia sampai danau Balkan, tujuannya untuk melintasi perbatasan. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Irena (Saoirse Ronan) seorang gadis kecil yang juga sedang melarikan diri dan telah mengikuti mereka beberapa lama.

Selanjutnya, mereka meneruskan perjalanan sampai ke Mongolia, hanya untuk merasakan kekecewaan. Gagal “parkir” di Mongolia, mereka melanjutkan perjalananan menuju Tibet melalui Gurun Gobi, dengan tujuan akhirnya adalah India.

Dalam film ini, penonton disuguhi pemandangan indah secara bergantian. Mulai dari hutan pinus serba putih, ladang penuh rumput-rumput berwarna coklat keemasan, gurun pasir yang eksotis, hingga megahnya barisan pegunungan Himalaya. Sayangnya para aktor tidak digambarkan menikmati semua itu karena mereka sedang dalam pelarian. Kesulitan mencari makan, kehausan, kedinginan, kelelahan.

The Way Back bukanlah film action atau film politik, mungkin cocok dikategorikan sebagai drama. Daripada mengangkat ketegangan atau adegan aksi, ceritanya lebih sering menonjolkan konflik-konflik psikologi mereka sebagai seorang pelarian yang tidak tahu harus kemana. Kekurangan makanan, apakah mereka akan survive atau tidak. Benar-benar menggambarkan sebuah perjalanan yang panjang dan melelahkan.

Selama menonton The Way Back, saya dihantui satu pikiran “Akan seperti apa endingnya?”. Pertama, konflik di dalam film ini terasa kurang panas, bahkan saya tidak menemukan mana bagian klimaksnya. Alurnya terasa datar, sehingga saya tidak tahu apa yang saya harapkan akan terjadi pada film ini. Apa yang mereka lakukan setelah sampai di India? Apakah akan muncul tentara Rusia yang tiba-tiba menahan mereka? Kalau filmnya saja datar, lalu antiklimaksnya seperti apa?

Sementara, akting para pemainnya cukup bagus, walau entah kenapa beberapa karakter tidak terasa menonjol dan berkepribadian. Yang menonjol dan kuat hanya Janus, Mr. Smith, Valka, dan Irena. yang lainnya, kadang saya masih tertukar yang mana itu siapa.

Jim Sturgess sendiri, dengan wajah imut seperti itu, berhasil membangun karakter seorang pria polos dan baik hati namun berkepribadian kuat, bersanding dengan baik bersama Collin Farel yang bisa terlihat lucu dan menyenangkan namun juga menjadi brengsek dan menyebalkan. Mr. Smith, bapak tua yang paling cool, adalah karakter favorit saya dengan keberaniannya dan juga sikapnya yang tenang. Sementara Irena diperankan dengan baik oleh Ronan yang membuat karakter Irena tampak dewasa dan kuat tanpa menghilangkan sisi kekanakannya yg polos.

Kesimpulam saya, jangan berharap ada adegan pembunuhan sadis, atau kejar-kejaran dengan tentara Rusia, atau berkelahi dengan beruang dalam film ini. The Way Back adalah film tentang sebuah perjalanan panjang untuk kembali ke rumah, dengan segala perjuangannya, kelelahan, dan tak lupa sisi lainnya, pemandangan yang indah dan merayu mata kita. Oh, dan endingnya? Saya suka closing end nya! suka banget!

Overall, saya beri film ini nilai 7,5/10. Which means, without all those action scene, bloody kills, sex, naked bodies, this movie still worth to watch!😀

My Fav quote *lupa lupa inget*

“But they could die!”

“Then we could die as a free man.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s