Kinderboerderij

Kata temen gue, Kinderboerderij itu bahasa Belanda-nya taman kanak-kanak. Itu lah nama band gue waktu kelas 1 SMA, band kedua yang pernah gue bikin. Waktu SMP, gue pernah bikin band-band-an juga, namanya Siklus. Isinya 5 cewek ber-skill pas-pasan, modal otodidak semua.

Lanjut ke Kinderboerderij.

Awal mula terbentuk band amatir ini, karena seorang teman sekelas gue yg bernama Gleann. Cewek, anak kelas drummer-nya Yamaha. Ceritanya dia berambisi pengen berpartisipasi dalam Yamaha Asian Beat, kompetisi band se-Asia yang diadakan oleh Yamaha. Contoh jebolannya itu band J-Rock.

Yang pertama direkrut oleh Gleann, adalah gue. Diajak jadi gitaris, kebetulan skill gitar gue yang hanya bermodal belajar pake gitar jadul dan majalah MBS, bagi Gleann cukup memadai.

Gue sempet nggak mau, soalnya gue sadar banget kemampuan bergitar gue gak layak masuk festival. Namun, dengan berapi2, Gleann menjelaskan bahwa ini kompetisi untuk amatir. Jadi, menurutnya lagi, isinya palingan nubie2-nya Yamaha. Akhirnya gue setuju. Anggep aja buat have fun, menyalurkan hobi. Resikonya apa, sih? Palingan kalah doank, kan…

Setelah itu, Gleann merekrut bassist bernama Irdan, melodist bernama Danan. Yang terakhir drummer bernama Tri, cowok imut yang jambulnya konsisten, jigrak kayak sapu lidi, hasil meluangkan waktu untuk memoles rambut dengan hair gel sepagian. Gleann sendiri menjadi vokalis.

Mulai lah kami berlatih di studio band, yang menurut gue cukup mahal.

Lagu yang kami bawakan adalah lagu ciptaan sendiri. Irama dan liriknya gue yang bikin, aransemennya kita bikin bareng-bareng.

Waktu itu judulnya “Kepada Sahabatku”, liriknya kira-kira begini :

“Waktu yang ada dulu, kemudian gue lupa
Yang ini gue juga lupa, antara kita
Oh cerita kita

Kemudian satu bait lagi gue lupa

Kepada sahabatku walau kita akan berpisah
Jangan biarkan waktu
Apa gitu gue lupa
Kembalikan ceria kita di masa lalu”

Nah, begitulah liriknya.
Dalem abis kan?

Yah, maklumlah, itu lagu pertama gue yang gue ciptain, dan saat itu umur gue masih 15 tahun. Jelek jelek begitu, lagu ini sempet ngehits. Di kelas gue doank. Kelas 1-3. Lo cari deh, tuh. Kelas 1-3, angkatan 2001.

Perasaan tu lagu udah keren banget lah, pokoknya.

Band kami, Kinderboerderij ini, berlatih dengan keras. Menurut gue, skillnya Irdan, Danan, dan Tri tuh udah mantep. Kalo gue gak salah inget, Tri itu juga anak les gitu.

Pada hari H, kami berlima berangkat menuju lokasi penyisihan Yamaha Asian Beat, diantar dengan mobil oleh siapanya Gleann gitu, ditemenin nyokap gue. Masih pakai seragam sekolah.

Gue membayangkan, di lokasi akan melihat banyak anak-anak sekolahan ber-skill maha dahsyat. Baru lah saat itu gue mulai grogi. Ohmaygad. Apalah arti kemampuan bergitar dengan modal MBS gue dibandingkan kemampuan anak-anak Yamaha…

Dan ketika sampai di lokasi, gue mau pingsan.

Bok, ya… pesertanya ternyata udah pada tuwir. Isinya om-om, tante-tante. Kostumnya aja mahadahsyat. Ada yang pake coat kulit hitam panjang, plus choker duri duri di lehernya. Belum ditambah dengan masing-masing bawa alat musik sendiri. Bahkan ada yang bawa simbal dan senar drum sendiri.

“KATA LO AMATIR GHE???” Gue panik.

Udah gitu, ya. Pas mereka main, banyak yang bawa lagu rock klasik, plus pamer tapping, melodic dengan jari yang loncat ke sana ke mari di atas senar, gebukan drum cadas dengan permainan double pedal, dan vokalisnya menjerit melengking-lengking.

Mati lah kita.

Akhirnya nama band kami dipanggil. Gue udah pasrah. Udah yakin Kinderboerderij bakal kalah. Bok. Anak SMA versus band kelas kafe dan panggung festival… ya mamam aja deh, tuh.

Buat kami saat itu, yang penting main dengan baik. Trus pulang dengan dignity, seadanya.

Tapi ternyata gak seperti itu, saat Kinderboerderij main, gue denger ada yang nyeletuk “udah pulang aja…”

Yah, namanya juga om-om tengil, apalah artinya kami bagi mereka.

Tapi mbak-mbak panitia Yamaha Asian Beat sempet bilang salut sama kami. Karena kami peserta termuda. Ya, lain kali tolong umur peserta juga dibatasin. Biar gak jomplang-jomplang amat gitu *menangis pedih*

Kami berlima, bertujuh dengan nyokap gue dan om om yang nyetir mobil, pulang dengan wajah lesu dan tertekan. Kami berlima doank sih, yang tertekan.

Kemudian di tengah hening, nyokap gue nyeletuk, “Makan di Pizza Hut, yuk.” Dan senyum kami pun kembali merekah.

Di pizza hut, semua pada malu-malu mau pesen makan. Nyokap gue nyuruh kita bebas mesen apapun yang kami mau. Sampe temen gue cengok pas bonnya keluar. Ya buat kita yang masih sekolah, mungkin segitu itu banyak banget.

Kata Nyokap gue saat kami tinggal berdua,”Ya Mama sengaja, biar kalian nggak sedih. Mahal sedikit biarin, deh. Nggak apa-apa kalah, tapi kan kalian mainnya udah bagus untuk seumur kalian.” Gue meluk nyokap.

Setelah itu karir Kinderboerderij berakhir. Dan gue rasa, kami berlima kapok deh, ikut-ikutan festival kayak gitu lagi :)) Setelah gue bergabung dengan band lain pun, gue cuma ikut festival antar sekolah aja.

Akhirnya emang kami bener-bener nggak menang, tapi bohong aja kalo gue bilang gue gak hepi. Seenggaknya ada bahan buat ngetawain masa muda gue. Hahahaha…

8 responses to “Kinderboerderij

  1. Hahahaa….. aduh aku ngakak barusan begitu baca : bok yang nonton tuir-tuir… temanku di sebelah sampai kaget.
    Aduh tapi nyokapmu hebat Lea, memang begitulah ibu kita, apapun yang dibuatnya adalah untuk menyenangkan anaknya..šŸ™‚

    • Iya, apalagi kalo ibu2 diserang pandangan melas 5 anak unyu. pasti bawaannya makin luluh :)) tp mamaku emang keren, sih *muji muji mama sendiri*

  2. sebenernya sih.. kinderboederij itu bukan taman kanak-kanak. klo taman kanak kanak bahasa belandanya kleuterschool. school buat kleuter, sekolah buat anak anak.

    klo kinderboederij ituhhhh.. hehehe.. tempat anak-anak kecil bermain, di mana isi tempat bermain ini adalah binatang binatang. ada kambing, ada ayam, ada kucing, ada bebek.šŸ™‚ gunanya, supaya anak anak mengenal binatang binatang kecil itu. juga dielus elus. kambing dielus. :))

    • Aku bingung Zawa jadi Za, kedengerannya kayak nama cewek :)) Ah, aku malu ah. Teks lagunya masih kusimpen kok di buku coret2an lagu2 ciptaanku. Tapi kan ya katrok banget gitu :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s