Senam Titian

Ini senam titian bukan, sih, namanya?

Jaman saya kecil dulu, pertunjukkan gymnastic atau olimpiade senam ketangkasan di TVRI menjadi salah satu acara favorit gue. Terutama senam titian, atau senam yang dilakukan di atas balok panjang dimana sang atlit harus menari, meloncat, sambil tetap menjaga keseimbangan. Menurut saya, itu cabang olimpiade senam paling keren, paling cadas, sekaligus paling indah.

Saking demennya sama senam titian, saya sering berlagak sedang melakukan senam tersebut. Mulanya biasa… di lantai. Kemudian di kasur. Kemudian akhirnya saya mencoba di sofa, di bagian atasnya. Bagian yang mestinya menjadi sandaran. Biar rasanya seperti betulan gitu.

Maka ketika akhirnya saya memutuskan mempraktekkan senam titian di atas sofa, itu karena orang tua saya sedang kerja, dan Mbak ART entah kemana saya lupa.

Jadilah saya naik ke atas sofa, dan mulai berlenggak lenggok. Menarikan sesuatu yang semestinya senam, walau mungkin kalau dilihat langsung akan lebih seperti anak kecil yang cacingan akut. Saya berlenggak lenggok seperti model, mengangkat kaki, berputar, meloncat, dan…

BRAK!

Badan saya di lantai.

Entah kena apaan, lutut saya bocor, berdarah, bernanah. Pokoknya seingat saya serem banget, lah.

Itu kalau nggak salah terjadi waktu saya masih TK. Sampai saya jadi anak SD, luka di lutut saya masih meninggalkan bekas. Pokoknya sampai bertahun-tahun, deh. Sekarang sih lukanya sudah nyaris hilang. Belakangan, kata ibu saya, gara-gara luka itu saya sampai harus ke rumah sakit karena tetanus. Boook, tetanus, gilaaa… tapi saya sih, nggak inget bagian itu.

Di lain waktu, mungkin 3 atau 4 tahun setelah kejadian itu, saya dibawa orang tua saya ke Medan. Saya memang tiap tahun selalu pulang kampung ke Medan, main ke rumah mendiang Opung saya, dan berkunjung ke rumah saudara yang lain.

Ada lah rumah Amangboru saya, cukup luas, dan teras depannya juga luas. Di depannya ada halaman yang cukup besar juga menurut ukuran saya.

Saya nggak betah duduk diam dengerin orang tua saya ngobrol. Saya main ke sana, main ke sini, ketawa-ketawa, sampai akhirnya ditegur ayah saya karena berisik. Akhirnya saya pun keluar ke teras. Dan saya menemukan sesuatu yang memacu adrenalin saya.

Ada kursi kayu panjang yang biasa dipakai tenda warung bakso.

Senam titian!

Dengan pede, dan karena lupa pada kejadian senam titian di atas sofa dulu, saya menaiki kursi kayu tersebut. Sekali lagi sodara-sodari, saya melenggak lenggok di atasnya. Mempraktekkan senam titian ala Onie yang masih kecil dan imut.

Saya berjalan, berputar, mengangkat sebelah kaki, dan meloncat. Ketika meloncat itu, ya dasar kursi balok kayu, nggak bisa seimbang. Saat saya menapakkan kaki, kursi tersebut oleng, dan saya jatuh terlempar bersamaan dengan kursi tersebut.

Rasanya kayak diinjek gorilla.

Untungnya sih pas saya cek, nggak ada satupun luka di badan saya. Tapi tulang rasanya ngilu semua. Saya diem aja di lantai teras, menunggu ada yang nolongin. Sialnya, orang tua saya sedang asik mengobrol, jadi seperti nggak ada yang sadar kalau ada suara anak kecil kebanting di lantai. Apes.

Setelah berapa lama tertidur dan berusaha duduk di lantai, akhirnya saya bisa berdiri. Tapi nyeri di kaki saya tidak hilang juga.

Terpincang-pincang, saya berjalan masuk ke dalam, dan duduk di samping orang tua saya. Saya cuma bisa diem karena harus menahan sakit.

Ayah saya menengok dan nyeletuk, “Loh, Nie. Tumben kamu diem aja?”

Asem. Saya cuma bisa nyengir nahan nangis, gengsi ngakuin kalo saya habis jatuh.

Kejadian tersebut adalah akhir dari karir senam titian saya. Kapok sekapok-kapoknya. Di kemudian hari, saya nggak pernah gatel lagi kalo ngeliat kursi panjang. Pokoknya nggak-nggak lagi, deh!
Tapi pada akhirnya saya nemuin mainan yang lebih seru lagi, kok. Terjun ke lantai yang sudah dialas pakai kasur dan bantal, dari tempat tidur saya yang bertingkat dan setinggi 3 meter. Lebih seru, lebih memacu adrenalin, tapi lebih aman. Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s