Mimpi Ngompol

Setiap tahun, waktu saya masih sekolah, keluarga saya pasti pulang kampung ke Medan dan menginap di rumah mendiang Opung saya, yang kala itu masih hidup. Rumah Opung saya memilik sekitar 6 atau 7 kamar.

Biasanya kami akan tidur bersama orang tua saya di kamar bekas ayah saya jaman mudah dulu, atau tidur dengan tante saya, sementara adik saya yang laki-laki tidur dengan sepupu lelaki yang seumuran yang biasanya ikut menginap di sana kala kami berkunjung dari Jakarta.

Dapur dan kamar mandi di rumah Opung saya terletak jauh di belakang karena rumahnya cukup luas. Untuk pergi ke kamar mandi, saya harus membuka setidaknya 4 pintu. Pertama pintu kamar, lalu berjalan melewati ruang tamu maha luas yang menampung 4-5 set meja kursi. Kemudian saya harus membuka pintu menuju ruang makan dan berjalan melewati ruang makan, sampai ke pintu dapur yang juga harus dibuka dulu. Karena masih berlantai semen plester, dapur biasanya terkesan gelap dan seram, apalagi dapurnya besar. Nah, sesampai di dapur, saya baru bisa menemukan pintu kamar mandi.

Itu juga saya harus bimbang dulu. Mau ke kamar mandi dalam, yang luas dan gelap karena lantainya dari semen juga, atau kamar mandi luar yang tanpa atap, tapi lampunya terang, sayangnya ada sumur gede.

Bangun tengah malam dalam keadaan kebelet pipis adalah penderitaan untuk saya yang penakut. Makanya sebelum tidur saya pasti meminta tante saya (yang sekarang juga sudah mendiang, btw), untuk mengantar ke kamar mandi.

Suatu malam, saat tidur, saya bermimpi. Di dalam mimpi saya, saya kebelet pipis di tengah malam, saat semua orang sedang tidur. Rasanya ngeri sekali mimpi itu. Saya tidak bisa membangunkan siapapun, nggak ada yang bisa nganterin saya ke kamar mandi. Tante saya nggak bisa dibangunin. Mau bangunin orang tua saya di kamar lain, tapi saya terlalu takut keluar dari kamar karena ruang tamu begitu luas dan gelap.

Dalam mimpi, saya panik setengah mati, saya tidak tahu bagaimana caranya agar bisa pipis. Saat itu umur saya mungkin sudah 7 atau 8 tahun, saya sudah lama tidak pernah ngompol. Masa iya kali ini saya harus rela ngompol? Saat saya sudah nyaris putus asa, tiba-tiba saya teringat, loh ini kan di dalam mimpi. Iya, saya tiba-tiba sadar kalau saya sedang bermimpi. Saya tahu kalau saya ini kebelet pipis di dalam mimpi.

Lah, kalau gitu mah pipis aja, donk! Secara ini cuma di dalam mimpi. Lagian tadi sebelum tidur kan saya memang sudah pipis betulan. Dengan lega, saya pun melakukan adegan membuang air kecil di dalam mimpi, dan setelah itu saya tidur nyenyak.

Pukul 6 pagi, jam biologis saya berdering. Ini hari Minggu, pukul 6 pagi. KARTUN! saya segera bangkit dari kasur, menyadari celana saya tidak basah, berarti semalam hanya mimpi. Dengan perasaan bangga, saya berlari keluar, mencuci muka, kemudian menonton tivi bersama adik dan sepupu saya.

Menjelang siang, saya pun pergi mandi. Saya memutuskan mandi di kamar mandi luar dan mendapati tante saya sedang mencuci sprei.

“ONIE! KAMU NGOMPOL, YA SEMALAM??? SPREINYA BAU PESING, NIH! BIKIN KERJAAN AJA…”

Jah… ternyata semalem saya ngompol betulan. Pembelaan saya waktu itu cuma, “Loh, padahal aku pipisnya dalam mimpi, loh…” kemudian saya melipir, berharap saudara sepupu saya yang lain tidak mendengar ocehan tante saya.

 

One response to “Mimpi Ngompol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s