What a Day 2

Gue gak malu untuk bilang, gue masih sayang orang yg nyakitin gue. Gue juga bs bilang, meanwhile gue gak nutup hati gue. Gue cuma belum siap patah hati lagi.

Temen-temen gue tahu, gue gak benci sama org yg nyakitin gue. Gue masih sayang. Yes I am. Even setelah gue melihat dan mengalami dgn mata gue sendiri, isi dibalik topeng yg dia pakai selama ini.

I’m still thinking he was the best for me until he changed (atau topengnya kebuka, whatever). I’m still thanking him for the years when he made me feel stronger and loved. And I am proud to say that I loved him in the bad and in the good. Saat dia jelek dan bagus. Saat dia susah dan sukses. Saat dia bersikap manis dan being a jerk.

I even still love him after what he’s done to me this  past years.

But yeah I gotta go. Karena dia bkn orang yang sama yg ngejar gue bertahun-tahun lalu. Yang naik bis kota tengah malam ngejemput gue dr Cilandak atau Grogol bertahun-tahun lalu. Atau yang makan mie goreng sepiring berdua tengah malem krn nggak ada duit. Atau yg bela2in dtg dr Surabaya ke Jakarta tiap bulan. Dia bkn lg pria cerdas yang sederhana dan pemalu yang bikin gue jatuh hati dulu.

But I am proud to say, gue bertahan sekian tahun sama dia. Walau org mencemooh hubungan gue, ngetawain dia, ngejelek2in dia. Gue bs bertahan selama itu tanpa kepastian. Emang orang2 pada goblok2in gue sih… pd blg kok mau2nya digantungin 7 tahun. Pada blg gue kege-eran. Dan lain2nya. But I’m ok. Emang sih, rada kelamaan. Apalagi kalo endingnya ternyata gue diginiin. Seakan-akan 7 tahun yg kita punya nggak ada artinya. Seakan-akan ya… gue cuma sampah, tinggal dibuang gitu aja.

Sebagian diri gue emang gak terima diginiin sm dia. Tp ya… mau gimana lagi? Elo gak busa ngubah hati seseorang. Hati lo sendiri aja susah lo atur. Apalagi hati orang.

Ampe hari ini gue masih berantakan. But it’s ok. Mungkin besok bakal lebih berantakan lagi. Then be it. Jujur gue gak yakin gue sanggup ngejalaninnya apa nggak. Tapi gue sadar, gue gak punya pilihan lain selain keep moving on. Walau susah, walau harus sambil berdarah-darah.

Gue ga tau abis bangun tidur perasaan gue bakal gimana.

Gue cuma mikir… gue harus cepet sembuh. Karena semakin gue sedih, semakin mereka menari bahagia di atas kesedihan gue…

2 responses to “What a Day 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s