I don’t feel good about myself.
Seperti yang saya bilang berulang-ulang, dan mungkin temen-temen saya udah eneg dengernya, I feel ugly.

Ada orang-orang tertentu, yang bagi diri lo, cara dia mendefinisikan diri lo terasa sangat penting. Misalnya kalo pacar lo bilang elo cantik, elo otomatis merasa cantik. Atau kalo dosen bilang elo pinter, elo pede ikutan ngerasa pinter. Dan kalau ortu bilang elo jelek, ya lo langsung yakin kalo elo jelek.

Saya sendiri sudah merasa jelek dan gendut, kemudia belakangan saya harus merasa yang lain-lainnya juga. Saya pantas diselingkuhi. Saya pantas ditinggal. Saya pantas dibohongi. Karena semua yang ada pada diri saya ternyata buruk.

Dan kemudian pikiran saya merambat kemana-mana. Oiya itu kelebihan saya. Kebanyakan ngayal berlebihan.

Tapi saya sekarang merasa buruk dari segi kepribadian, sikap, dan lain-lain. Saya mikir, anjrit, ternyata saya cewek serendah ini. Pantes aja saya disakitin. Saya bukan perempuan yang layak diperjuangkan, atau at least diperlakukan selayaknya perempuan.
Sebetulnya yah, ada yang salah dari pemikiran ini.

Padahal kalau teman saya ada yang diselingkuhi atau ditinggal secara sembarangan sama pacarnya, saya selalu bilang, “Jangan pernah mikir elo yang punya kekurangan. Emang pacar lo aja yang brengsek.”

Ternyata pas dialamin sendiri, rasanya beda😐 Pantesan banyak orang yang ujung-ujungnya nyalahin diri sendiri.

Saya ngerti kalo kita nggak boleh mengijinkan orang lain define diri kita. Manusia tuh nggak ada yang sempurna. Tapi ternyata, mau nggak mau, ada orang-orang tertentu yang penilaiannya tentang kita ngaruh banget.

Walau kadang mungkin orang itu ngomong cuma buat nyakitin kita. Mungkin mereka seneng kalau kita terluka sama kata-katanya.

Buat saya, efek kata-kata itu gede banget. Misalnya ayah saya, yang suka ngatain saya gendut. Di dalam hati mah pedih. Kok ayah sendiri ngatain anaknya?

Atau ketika ada orang yang penting buat saya, tiba-tiba bilang saya begini dan begitu. It stays in my mind. Saya nggak nyangka kalau orang itu tega ngomong gitu ke saya. Rasanya kayak dirobek-robek trus dibuang😐

Kalau dirobek-robek, mau disambungin lagi pasti susah.

Saya cuma nggak ngerti… kenapa ada manusia yang bisa tega nyakitin orang lain kayak gitu. Dengan merendah-rendahkan orang lain. Menghancurkan kepercayaan diri orang lain. Membuat seseorang sedih. Dengan kata-kata dan perbuatan.

Kenapa orang senang melihat orang lain terluka?

Kadang emang… nyakitin orang sekali aja nggak cukup. Harus berkali-kali. Kalau perlu biar sakitnya terus terasa selamanya.

Cuma mau bilang… Yes. It will stay for a very long time in my mind and in my heart. He made me believe that I am that ugly and deserve all the words he said to me.

One response to “

  1. lho, kok nggak ada ‘judulnya’ kak lea, atau gue yang salah lihat?
    judulnya Jelek dan Gendut 2 ya.. asyik ada sekuelnya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s