Pain and Bad Memories Stay

Sebetulnya ini udah mau tidur, tapi hari ini sejak sore rasa sakit di dada saya kumat. Nyiksa sebetulnya. Makanya akhirnya saya memutuskan membuka app wordpress di handphone saya.

Ini adalah salah satu dr sekian banyak hari di mana saya tenggelam di masa lalu dan harus berusaha mati-matian agar kembali ke saat ini. Tapi yah mau gimana, hari ini saya jalan sama teman saya ke daerah yang saya takuti, padahal dulunya daerah tersebut sering jd tempat ngedate kami. Abis itu ke kafe yang dulu, bbrp tahun lalu, jd tempat ngedate rutin sepulang kerja.

Semuanya berubah dengan drastis dan begitu cepat. Hilang gitu aja. Belakangan ini pun saya mikir, dunia ini ternyata bukan dunia yang dulu saya yakini bahwa saya paham.

Pernah nggak kalian begitu yakin dan begitu percaya akan sesuatu, tiba-tiba kalian tahu bahwa yang kalian yakini itu ternyata ngaco, bohong, fiktif?

Rasanya tuh kayak tiba-tiba lo bingung dan tersesat. Dan tiap hari lo bertanya-tanya, “Kalo gitu apa yang harus gue percaya?”. Lo akan ngeliat semua hal berbeda dari sebelumnya. Semuanya berubah. Sebetulnya bukan berubah, tapi lo baru sadar kalau apa yg lo yakinin sebetulnya nggak nyata, nggak seperti yang lo tahu.

Balik ke rasa sakit yang ada di dada saya…

Banyak hal-hal yang gak bisa berhenti di kepala saya. Saya sekarang mengerti sekali kenapa ada yang bilang perbuatan baik itu mudah dilupakan, sementara kesalahan akan selalu diingat.

Bukan diingat. Tapi teringat.

Walau sudah diusahakan nggak kepikiran, otak tuh kadang kayak keran bocor. Nggak bisa dibendung.

Seharian ini, otak saya bocor. Kata-kata yang menyakiti saya, adegan yang membuat saya hancur, dan fakta-fakta nyakitin yang terjadi di belakang saya dan baru saya ketahui belakangan… semuanya berputar-putar di kepala saya. Bikin dada saya tambah sakit.

Udah dicoba lupain dengan bayangin bibir arifin putra, bahas gebetan, ketawa-ketawa, tapi rasanya tetep ada bayangan hitam di kepala saya. Yang merhatiin saya di pojokkan dan menanti waktu yang tepat buat memukul saya di ulu hati.

Semuanya bertahan di situ.

Kata-kata yang diucapkan kepada saya.
Kata-kata yang diucapkan kepada wanita lain.
Bagaimana dia memperlakukan saya.
Hal-hal yang ia lakukan di belakang saya.
Bagaimana dia melukai saya.

Semuanya ternyata masih bertahan di tempat yang sama di dalam kepala saya. Dan saya udah nggak bisa cerita ini ke teman-teman saya karena saya takut mereka jadi muak sama saya.

Untung masih bisa nulis blog. Rasanya kayak lagi curhat ke seseorang yang akan selalu bilang “iya” walaupun curhatan saya sepayah atau semenyebalkan apapun.

Saya cuma lagi sedih.

Kenapa rasa sakit di dada saya masih sering datang?
Dan kenapa saya begitu mudah melupakan hal-hal penting, tapi begitu sulit menyingkirkan dari kepala saya hal-hal yang nyakitin saya?

4 responses to “Pain and Bad Memories Stay

  1. “Pernah nggak kalian begitu yakin dan begitu percaya akan sesuatu, tiba-tiba kalian tahu bahwa yang kalian yakini itu ternyata ngaco, bohong, fiktif?

    Rasanya tuh kayak tiba-tiba lo bingung dan tersesat. Dan tiap hari lo bertanya-tanya, โ€œKalo gitu apa yang harus gue percaya?โ€. Lo akan ngeliat semua hal berbeda dari sebelumnya. Semuanya berubah. Sebetulnya bukan berubah, tapi lo baru sadar kalau apa yg lo yakinin sebetulnya nggak nyata, nggak seperti yang lo tahu…”

    sekarang lg ngerasa gitu banget kak….patah hati 3 bulan…dan sampe sekarang sedang berusaha untuk ngelaluinnya….mungkin enggak seberat kisah kakak… tp teteup aja patah hati itu sakit…:'(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s