What do you call it?

Saat elo melihat/mendengar sesuatu yang sebetulnya nggak ada hubungannya sama lo, tapi itu memicu kesedihan dan bisa bikin lo pecah.

Saat elo begitu ketakutan untuk sendirian, tapi begitu lo lagi sama temen-temen lo, elo malah merasa pengen kabur dan ngumpet di dalam lemari.

Saat elo melihat orang-orang yang menyakiti orang lain, yang mirip dengan apa yang seseorang lakukan ke diri lo, dan lo  menjadi begitu emosional. Padahal itu bukan urusan lo, dan bukan elo juga yang digituin.

Saat elo, secara nggak beralasan, tiba-tiba begitu takut sama masa depan. Lo takut lo bakal disakiti lagi, tapi lo juga takut bakal mati tua sendirian, tapi lo tetep takut kalau misalnya harus merasakan sakit yang sama kayak sekarang. Dan terus begitu aja, bulak balik bulak balik.

Saat elo begitu ingin seseorang datang dan menyelamatkan lo, tapi di saat yang sama lo juga skeptis dan ingin melarikan diri dari orang-orang yang nyelametin elo karena lo takut orang tersebut akan nyakitin lo.

Saat lo sedetik yang lalu baik-baik aja, eh tiba-tiba di detik berikutnya lo anxious, gelisah, atau mau nangis, atau malah mau marah-marah.

 

 

Sumpah deh ini aneh banget.

Capek gue…

4 responses to “What do you call it?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s