Terima Kasih Sudah Selingkuh

Warning: Ini postingan panjang, silakan di-skip.

Bertahun-tahun terikat dalam hubungan yang cukup steady (walau tanpa arah dan tujuan yang jelas) bikin kita terikat secara emosional sama pasangan kita. Apalagi kalau hubungan itu memakan sampai sepertiga dari umur kita selama hidup. Untuk sebagian orang malah mungkin sudah terikat secara kekeluargaan dan finansial.

Ketika pada akhirnya saya mengetahui pasangan saya selingkuh, saya langsung saja minta dia pergi dan meninggalkan saya tanpa pikir panjang. Waktu awal-awal sih, memang ada penyesalan. Saya sempat mikir mungkin sebetulnya saya masih bisa memperjuangkan hubungan ini. Tapi 2-3 bulan tetap berhubungan dengan mantan pasangan saya, ternyata hanya diisi pertengkaran karena cemburu dan saya sibuk disalah-salahin. Entah gimana logikanya bisa jadi seperti itu, dia yang selingkuh tapi saya yang salah.

Pada masa itu saya sendiri jadi kayak orang linglung; nggak bisa makan, nggak bisa tidur, nggak bisa kerja, nggak bisa berhenti nangis, nggak bisa nolak ajakan mabuk-mabukkan, pokoknya in general saya tersesat dan nggak bisa ngapa-ngapain. Saya terus-terusan self loathing (which is masih kebawa sampe sekarang), menangis, berat badan turun terus menerus (masih sampai sekarang walau penurunannya nggak sedrastis 2 bulan pertama), dan secara konstan merasa kesepian dan bingung mau ngapain.

Tujuh tahun itu bukan waktu yang sedikit. Saya biasanya punya seseorang yang bisa dikontak 24 jam, seseorang yang bisa nemenin saya nangis, yang bisa jadi tempat curhat bahkan curhatan yang paling aneh dan gak penting. Punya seseorang yang bisa membuat saya merasa cantik, merasa spesial dan berharga. Seseorang yang bisa saya ajak diskusi untuk membuat keputusan-keputusan besar dalam hidup saya, orang yang bisa ngingetin saya untuk nggak menghabiskan uang membeli barang-barang nggak penting, bahkan juga bisa jadi tempat ngutang tanpa bunga dan bisa bayar kapanpun, nyicil maupun cash. Ketika orang itu hilang, yang terasa paling pertama itu ya kesepian, denial, dan marah.

Padahal, sebetulnya hubungan saya dengan dia bisa dikatakan hubungan yang nggak ada kejelasan karena perkara beda agama dan nyangkut restu orang tua. Berkali-kali saya juga mencoba mengakhiri hubungan itu dengan baik-baik, tapi saya selalu ditahan (tapi sianjing… udah dia yang nahan, dia juga yang diem-diem nyari cewek lain di belakang gue). Selain itu, dia juga nggak punya ketegasan dan keberanian, dan (saya baru sadar belakangan) dia tidak bisa memimpin saya.

Waktu baru mengetahui soal selingkuh-selingkuhan ini, ya, saya berantakan banget lah. Berkali-kali mikir “Kok bisa?”, “Kenapa?”, “Kok tega-teganya?”. Saya bahkan nggak tahu gimana cara melanjutkan hidup tanpa dia, bener-bener nggak tahu.

Tapi semakin ke sini, entah kenapa semuanya terasa baik dan benar.

Jujur aja sih, bukan dia saja cowok yang pernah selingkuh dari saya (can’t help it, entah kenapa lebih mudah suka sama cowok bajingan). Tapi buat saya, ninggalin mereka selalu mudah. Waktu mergokkin mantan pacar saya yang sebelum-sebelumnya selingkuh, biasanya yang saya lakukan ya… ninggalin gitu aja tanpa kata putus. Tauk-tauk udah aja saya diemin, trus saya pacaran lagi. Sedih ya sedih. Saking sedihnya sampe males ngebahas dan milih untuk move on. Saya mikirnya, ya kalau sudah selingkuh, ngapain juga saya pungut lagi? Biarin aja deh, sampah cocoknya sama tong sampah kan.

Tapi kalau untuk hubungan selama 7 tahun, ya berat banget. Saya cuma bisa nyalahin diri saya (ya kalau gini sih emang wajar dia juga jadi sibuk nyalahin gue). Butuh waktu berbulan-bulan untuk saya sadar, ya memang harus begini ceritanya. Saya malah terima kasih dia sudah selingkuh. Ini mungkin solusi terbaik buat hubungan kita berdua.

Kenapa?

1. Dengan dia selingkuh, jadi lebih mudah untuk saya membenci dia. Jika kita berdua putus baik-baik, kemungkinan kita berdua akan sama-sama belum move on sampai detik ini.

2. Dia selingkuh, maka dia bajingan. Itu sudah cukup sebagai alasan untuk saya, bahwa nggak ada lagi yang bisa diperjuangkan, bahwa dia nggak layak diperjuangkan. Semua perasaan sayang saya, hilang dengan mudah. Ya nggak mudah, sih. Butuh waktu berbulan-bulan. Tapi seenggaknya, saat perasaan itu hilang, maka hilang sepenuhnya. Nggak bersisa.

3. Saya jadi kurus. Wahahahaha. Ini penting, sodara-sodari. Kemarin tuh saya gendut bener, sampai dijadiin bahan becandaan terus sama teman-teman saya. Sekarang tiap ketemu temen lama, semuanya pada kaget ngeliat saya sekurus ini. Ya sebenernya masih gendut juga, tapi nggak segendut beberapa bulan lalu.

4. Termotivasi untuk memperbaiki diri. Iya banget. Melihat selingkuhan mantan jauh lebih cantik dari saya, saya jadi lebih memperhatikan diri. Mulai berhenti beli kaus biasa, ganti jadi beli rok, kemeja, cardigan, dll. Yang biasanya cuma ke salon buat potong rambut, mulai kenal creambath, pedicure manicure, bahkan sampai mulai pakai lipstik tiap ngantor. Berhenti pakai sendal jepit ke kantor, mulai merhatiin pakaian yang saya pakai. Ini baik buat saya, karena sekarang nggak ada lagi yang ngatain saya gembel.

5. Saya jadi sadar, kalau saya deserve better. Saya sadar kalau saya seharusnya bersama dengan seseorang yang lebih baik. Yang menghargai saya, yang nggak suka bohong, yang nggak seenaknya ninggalin saya. Standar cowok idaman jadi naik sedikit, yang tadinya “Asal sayang sama aku.”, mulai mikir dia juga harus memiliki beberapa kriteria tertentu. Salah satunya yang paling utama; seiman. Karena saya belajar, sebaik apapun cowok, kalau udah beda agama, pasti ujungnya ribet. Saya kapok sekapok-kapoknya.

6. Saya nggak akan pernah menyesali keputusan saya untuk mundur dan pergi. Mungkin saja untuk dia, akan ada titik di mana dia nyesel dan mikir, “Did I choose the wrong girl?”, karena bukan saya yang fucked up. Kalau saya memang cewek yang tidak layak dijadikan pasangan, nggak mungkin dia mempertahankan saya selama 7 tahun padahal dia tahu saya nggak akan pernah mau pindah agama dan hubungan kami susah dibawa ke depan. Sementara saya, seberapapun berharganya 7 tahun yang saya miliki dengan dia, in the end dia fucked up. Dia merusak semua itu. Semua hal baik yang pernah terjadi di antara kita berdua, sudah hilang, jadi sampah, karena dirusak dengan perselingkuhan. Dari situ saya sadar, seberapa egoisnya dia. Dan saya bersyukur, apa jadinya jika saya menikah dengan pria macam ini?

7. Lebih waspada. Oh pasti. Bukan berarti 100% waspada. Toh saya akhirnya memulai hubungan dengan cowok yang salah lagi. Tapi gini… lelaki yang datang kemudian ini, walau dia juga akhirnya brengsek, tapi dia yang paling mending dibandingkan dengan cowok-cowok yang deketin saya sebelum dia. Ya nggak semuanya. Ada lah yang lebih baik dari dia, tapi sayangnya ayam sayur😐 Saya udah nggak mau lagi sama cowok-cowok peragu, atau yang ngarep dikejar. Hal-hal yang kayak gitu udah lewat masanya buat saya. It’s either you want me or go the fuck out of here. Nggak bisa tuh, suka-tapi-gimana-ya-liat-ntar-deh. Buat saya dadah babay kalau yang kayak gitu. Saya udah buang-buang waktu 7 tahun dengan cowok yang salah, menurut ngana saya masih mau buang-buang waktu untuk orang yang nggak layak diperjuangkan?

8. Saya belajar mandiri. Ya belum sepenuhnya mandiri. Manja mah udah bawaan orok, nggak bisa diapa-apain lagi. Tapi seenggaknya saya nggak semanja dulu. Saya belajar memutuskan sesuatu untuk diri saya sendiri (ya walau kadang masih nyari temen buat minta pertimbangan), kesana kemari sendirian, ngelakuin ini itu sendirian. Berat, sih, berat banget. Tapi pelan-pelan dibiasain.

9. Belajar acceptance. Ketika shit happens, saya belajar nggak nyalahin situasi ataupun orang lain. Saya belajar introspeksi dan belajar nerima keadaan. Saya belajar kalau saya nggak bisa ngatur perasaan orang lain, atau gimana cara orang lain memperlakukan saya. Kalau saya nggak suka, saya pergi. Nggak ada yang perlu dipaksa. Saya nggak perlu maksa orang lain suka atau sayang sama saya. Ya kalau seseorang benci saya, atau orang yang saya sayang tidak memiliki perasaan yang sama, ya sudah. Mau ngapain lagi?

10. Me time and freedom. Privilege yang susah saya miliki. Dulu, kalau mau jalan kemana, ikut mau dia. Saya jarang bisa pergi ke acara dan tempat yang saya mau. Pertama karena dia males nemenin, kedua karena dia selalu lebih senang ngajak saya ke mall. Padahal saya nggak suka ke mall. Tapi dulu saya nurut aja karena saya senang dekat dengan dia. Despite saya bosen, muak, eneg sama mall, tapi selama bersama dia, saya senang-senang saja. Tapi saya juga sadar, betapa banyak event maupun tempat seru yang saya lewatkan demi dia, dan sedikit banyak ya saya nyesel. Sekarang, saya bisa keluar malam pulang subuh, main bersama teman-teman saya yang kemungkinan nggak akan dia sukai, pergi ke event atau tempat yang saya inginkan saat weekend. Kalau sekarang saya masih sama dia, mungkin saya nggak akan bisa bergabung dengan Komunitas Taman Suropati, jalan-jalan ke Jogja sampe 3 kali dalam setahun, bertemu dengan berbagai macam orang,… gimanapun, akhirnya saya bisa ngerasain ngelakuin hanya hal-hal yang saya suka, pergi ke tempat yang saya suka, main ke sana ke mari, atau sekedar duduk di kafe sendirian tanpa ada yang ganggu.


 

Saya nggak bilang kalau efek jelek dari tragedi (tsah tragediiiii) perselingkuhan itu udah nggak ada lagi dalam diri saya. Oh, beberapa hal akan membekas dan mungkin butuh waktu lebih lama untuk sembuh. Tapi semua kan memang butuh proses. Dan disamping efek negatifnya, seperti saya bilang di atas, banyak juga sisi positif dari kejadian ini. Yang penting, akhirnya saya nggak terjebak dalam hubungan yang tanpa kepastian, saya akhirnya selesai ditindas.

Jadi… tentu saja, terima kasih sudah selingkuh. Walau awalnya berat, tapi pada akhirnya semua terasa lebih mudah dan masuk akal walaupun perjalanan ke situ masih panjang. Selingkuh mungkin memang bukan closure terbaik, tapi mungkin yang paling efektif agar saya melupakan dia. Rasanya menyenangkan melihat masa lalu dengan cara “Akhirnya selesai juga.”, daripada “Bagaimana kalau ternyata saya salah membuat keputusan?”.

Terima kasih, Kamu🙂

25 responses to “Terima Kasih Sudah Selingkuh

  1. 1. Dengan dia selingkuh, jadi lebih mudah untuk saya membenci dia. Jika kita berdua putus baik-baik, kemungkinan kita berdua akan sama-sama belum move on sampai detik ini. >> ini yang terjadi sama saya … karena putus baik2 jadi masih keep in touch trus jadi ngerasa salah kalo deket sm orang baru >,< ruweeeeet

  2. Hikmah dari diselingkuhin itu jadi lebih hati2 dalam memilih pria dan sudah hafal ciri2 dan tanda2 peselingkuh… saya salah satu korban perselingkuhan dgn alasan “kamu nggak bisa diajak keluar malam” ngookkk… artinya dia tidak pantas untuk jadi imam saya🙂

    Keep Strong🙂

  3. Saya suka banget, thanks bwt teteh :*. Menginspirasi ({}) untuk saya yang baru 2thn, tp sudah bolak balik d selingkuhi, saya maafkan. Tapi berulang terus. Now, im Strong ! Aku ga boleh diem terus ! *berubah* *dzingg* pahlawan penegak keadilan wanita yeah.😀

    • Wow, dalam 2 tahun berkali-kali diselingkuhi? Kataku, sih, mending ditinggal aja. Jangan nunggu dia tobat. Kalaupun akhirnya dia berhenti selingkuh, kamu pasti susah hilang dari trauma dan paranoidnya.

      Dan yang paling penting, emang kamu mau nikah sama cowok yang gak bisa setia sama kamu?

  4. Aku sekarang lg dalam ke adaan bimbang lanjuta tou putus,,karna dia sudah selingkuhin aku,,’kita hubungan hampir tutjuh thn.sya sudah sayng bgt sma dia krna perhatian kasih sayang dan ke jjuran dia.kita sama” perantou wktu ith sya sakit dia yg ngurusin trus mnerus dan beberapah orang yg dtang kedia untuk mlmar dia tolak trus,,dan kmarin” ini saya tau dia selingkuh dan dia ngomong jujur semuanya hatiku sangat hancurr mung kin tanpa di jelasin sudah pdangerti,,tp saya mengpa bisa maapin dia,,gmn sya lanjut atou tdk

    • Diputuskan sendiri. Tanya aja, pasanganmu masih mau perjuangin hubungan kalian atau nggak. Kamu sendiri, siap maafin dia dan lupain kesalahannya nggak? Dipikirkan dan diskusi aja dulu baik-baik.

  5. Sumpah ini kisah nya aku bgt, dan skrg aku msh galau dgn kisah yg sama kyk kamu. 7th pacaran, beda agama, backstreet, overprotective, dan akhirnya dia selingkuh. Sbnrnya ga patut diperjuangin, mgkn ini smua jawaban tuhan. Tp jujur stelah 2bln dtinggl msh susah aja mw move on, tp hati ini sakit bgt. Pgn bgt ngelupain perasaan ini tp bener2 sulit, tp aku yakin tuhan tu adil. Tuhan nunjukin dia bkn yg trbaik dgn cara ini, ga sabar nunggu dia dpt karma nya yg lbh skit drpd yg aku rasain skrg

    • Hai Uchybe, 2 bulan itu baru sebentar, loh. Nggak apa-apa. Dinikmatin dulu sakitnya. Tapi jangan lupa, seringan masih sakit disebabkan karena salah satu dari 2 hal ini; masih ngarep, atau belum bisa memaafkan. Kamu nggak usah doain dia dapat karma, karena kadang nggak ada yang kayak gitu. Kadang orang yg membuat kita sakit, bisa ngelanjutin hidupnya dengan bahagia. Kalau itu yang terjadi, apa kamu mau nganggep tuhan nggak adil?

      Daripada doain dia dapat karma, mending doain biar dia bahagia, kamu juga bahagia. Berdoa biar kamu ketemu yang lebih baik dari dia, biar kamu bisa lebih bahagia.

  6. setuju sama mbak
    kadang hidup lebih indah atau lebih baik ketika berpisah asalkan kita melakukan hal2 yang positif. tante aku udah berkali2 diselingkuhi dengan mantan suaminya. sampai suaminya nikah siri beberapa kali dan menghasilkan anak. beberapa tahun yg lalu akhirnya tante sama suaminya pisah. hidup awalnya agak susah pas awal2 cerai secara financial tapi si tante orangnya open minded jadi dikasih ide bikin usaha dan alhamdulillah usahanya sekarang berkembang dengan baik. sekarang tante udah free tanpa ada tekanan dari suaminya. udah bisa umbroh, jalan2 keluar negeri ataupun jalan2 keliling indonesia dengan teman atau saudara, ikut oganisasi ini itu. hari2nya sibuk sehingga dia tidak terlalu kesepian.

  7. Kalo cerita gue gini, gue 2th pacaran dan mnrt gue itu hubungan paling serius dari sebelum2nya. Gue bahagia banget lh intinya sama dia. Nah selama 2th itu, oktober kemaren, dia ketauan ‘curang’ dibelakang gue, gue shock, fuck it, dia minta maaf dn njanji2in gue sm janji2 manisnya and i was believed it. But setelah itu, dia mulai nganggep gue ga ada, padahal yg salah siapa la yg ga dianggep siapa? Gue stres wktu itu, tp ga lama men, setelah 2mingguan dia nice lg ke gue. Nah kemaren, dia gitu lg, gue sms ga dbls,telfon ga diangkat,tanpa sebab,dia ga anggep gue,finally gue nyoba ngegituin dia juga,gue nonaktifin nomer gue,sosmed,nonaktif semua. Beberapa hari stlh itu,gue sms dn nyatain kalo gue udh gakuat dn milih mundur. Dn respon dia? Sante bro,dia cuma ngeiyain doang.jleb.well,gue sempet mikir mgkn kita bisa balik lg karna dulu jg prnh kita putus dn trnyata sama2 kangen dn gabisa pisah.dn lo tau apa? Esoo harinya temen gue ksih tau kalo dia udh punya cwe baru. Gue kaget. Lgsg aja gua tanyain eh ternyata bener, dia deket dn jadian sm cwe itu pas masih sama gue.wah,sontak gue ngerasa diboongin.sakit bgt rasanya.sakit banget sumpah.dan dia ga ngrasa brsalah sama se x. Setelah itu, dia udh heboh pasang status nama cewenya dn foto dia berdua sama cwe itu di sosmed. Jelas lah gue sakit hati. Gue sakit hati,gue nyesel,gue kecewa,gue gatau kudu gimana,gue gatau gimana caranya ngilangin rasa sayang gue walau dia udh nyakitin gue,gue ga nyangka dia setega itu. Dia ngrenggut harta paling berharga yg gue miliki bro masalahnya :’) mahkota wanita :’) dia pernah janji bersumpah demi Tuhan dia gaakan nyakitin gue dsb dn dia janji nikahin gue karna dia udh ambil mahkota gue :’) dan itu cuma BULLSHIT. Gue sempat berfikir buat bunuh diri,atau nyebarin fakta kalo dia renggut mahkota gue dn malah selingkuh sm cewe lain, tp gue rasa itu ga ada gunanya,mereka justru bakalan mandang gue sbg cwe yg bodoh,gabaik. Dan sampe sekarang gue masih bingung harus gimana nglanjutin hidup,harus gimana berhenti nangis tiap hari,harus gimana mikirin masa depan gue,masih ada kg nya laki yg mau sama gue,yg mau sayang sama gue,nrima gue apa adanya. Sumpah gue stres bgt. Gue kecewa dn nyesel banget. Gue masih nangis2 terus kalo inget dia,inget janji2nya,inget gimana dulu gue sama dia,yg udh gue lakuin sama dia,dn mikir apa dia bakalan lakuin yg sama ke cwenya? Gue gabisa bayangin😥 apa gue mati aja? Gue gila.iya gue gila.

  8. Wahh senasib banget. Walau mbak sebenernya jauh lebih berat dari saya karna 7 tahun. Saya baru 1 tahun dan kejadiannya persis. Dia yg selingkuh, saya yang disalahin terus. Strong banget mba.
    Saya juga limpahkan ke kegiatan positif

  9. Kalo saya kasusnya beda ni. 2thn pacaran, dia trnyata udah selingkuh slm 6bln. Baru Skrang ktahuan selingkuh, tadinya saya cuek krn ngrasa udah percya. Apalagi dia jaim Klo depan cwe lain. Makanya syok bgt pas tahu dia selingkuh. Apalagi dia udah jujur milih selingkuhanya. Kasih tips dong yg lebih efektif Dan cpt. Supaya cpt move on.

  10. Orang yg selingkuh hanya lah org yang bodoh yg ga memperjuangkan apa yg dia mulai. N itu sangat merugikan krna udd bnyak pengorbanan yg d lalui nya. Kalau dia cukup bodoh untk selingkuh knpa km ga cukup pintar utk melupakan nya.

  11. Selingkuh.. Kata yg mnurut gw paling membosankan.. Gw cowok..tpi gw setia… Dan baru 3 hari lalu gw diselingkuhin.. Tpi gw malah bersyukur.. Dengan dia yg selingkuh itu udah nunjukin kualitas dirinya..bersyukur juga buat langkah kita di masa depan mana cew/cow yg patut di perjuangkan dan mana cew/cow yg di hindari …. Tuhan itu adil gays.. Yg buruk dpt yg buruk..bgitu sebaliknya.. Buat klian korban selingkuh.. Move on gays.. Tuhan masih sayang kalian!! Karna yg hilang sejatinya bukan milik kita… Nah buat yang sudah (maaf) bercinta sma pasangan,dan udah ngerelain mahkotanya buat orang yg salah.. Relain aja… Ini menurut survey gw di kalangan cowok… Kebnyakan cow baik g mntingin virgin atau enggaknya.. Yg pnting cew itu baik.sopan.pinter didik anak..dan yg pasti pinter masak..wkwkwkw ….. NB :jadilah kupu” setelah kepompong.. (Tau kan maksudnya)

    Buat yg punya blog.. Nice artikel gays.. Dan maaf gw udah nyampah disini..
    Lanjutin nulis artikelnya.. Karna mnurut gw sangat bermanfaat!!!

  12. Diselingkuhin itu sakit hati bukan main….cinta yg tulus di balas dengan perselingkuhan…jadi selama ini gw di anggap apa ?? Cuma karena gw orang indonesia gw gk pantes bersanding sama dy yg korea??? Dari pertama kan loe dah tau gw orang indonesia, tapi setelah sekian tahun cuma karena alasan itu gw di selingkuhin??? Biar lah Tuhan yg balas semua rasa sakit hati gw ini…biar loe terima karma loe

  13. Nice articel , gw jalan 3 thn dan 3 x juga d selingkuhin itu yg ketauan trhr ketauan lagi bobok sama selingkuhanya bahkan duit gw pun melayang buat pergi sam selingkuhanya sakit hati dendam gw lom bs berdamai sm hati gw stts nya skrg ga pts gw bingung jlsn sm orti tntg kelakuanya sedang ortu syang bgt sm doi tau liat de mn nya setiap x gw liat muka doi sll keingtn kejadian perselingkuhanya sll ga permh ilang d ingatan mereka berbuat mesum gw ba berskp biasa d dpn nya tp gw ga bs melupakan apa yg doi lakuin saat ni gw mkr masa ya gw hdp sm laki yg bgn saat ni posisi lg bimbang karna mkrn ortu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s