Why some people don’t let go?

Saya adalah perempuan yang terbiasa menjadi pihak yang mendengarkan orang lain menangis karena tidak mau kehilangan saya. Saya adalah perempuan yang mengatakan “Sebaiknya kita putus saja.”, dan kemudian pasangan saya akan langsung menolak saat itu juga, “Aku belum mau putus!”

Dan saya adalah perempuan yang akan menjawab, “Baiklah.” ketika pasangan saya tidak ingin melepaskan saya. Walau saya tahu, hal tersebut berarti saya harus terus berada di dalam hubungan yang membuat saya sedih.

Pada akhirnya, orang-orang yang tidak melepaskan saya ini, malah berbalik meninggalkan saya. Yang pertama, saya diselingkuhi. Yang kedua, diem-diem balikan sama mantan. Tentu ini menjadi pertanyaan saya. Kalau pada akhirnya toh mereka kabur ke cewek lain, kenapa mereka menangis ketika saya putuskan?

Ada yang sudah punya pacar baru, tapi masih mencari saya, mengatakan betapa rindunya sama saya. Membuat saya bingung, sulit untuk bersikap judes karena toh kami punya sejarah. Tapi juga tidak mungkin saya berlagak mesra karena situasi sudah berubah untuk saya.

Atau yang sudah punya perempuan simpanan, tapi masih memeluk saya dan berjanji untuk terus bersama saya.

Atau yang mati-matian tidak mau melepas saya, padahal di belakang saya masih sayang-sayangan dengan mantan.

Kalian udah punya ban serep, kenapa tidak mau melepas saya?

Saya bersyukur mendapat pelajaran berharga dari Mr. X, mantan saya yang diam-diam selingkuh setelah 6 tahun lebih bersama saya. Padahal hubungan saya bertahan 6 tahun karena dia yang memaksa tidak mau putus. Dari bajingan ini saya belajar, cowok bisa aja nangis-nangis darah minta jangan putus, tapi jika posisinya dibalik, dia bakal tega ninggalin saya gitu aja.

Jika dalam sebuah hubungan, kalian nggak bahagia, dan pasangan kalian tidak berusaha menahan kalian pergi dengan cara yang konkrit selain marah dan nangis, sebaiknya pergi saja. Karena jika dibalik, jika ia yang meminta pergi dan kamu yang menahannya, dia nggak akan segan pergi begitu aja.

Orang yang tidak melepaskanmu padahal ia tahu kamu tak bahagia, adalah orang yang egois. Bukan karena ia menyayangimu, tapi karena ia ingin bahagia tanpa peduli apakah kamu bahagia atau nggak. Jika ia sudah menemukan obyek lain yang bisa bikin bahagia, kamu dilempar ke tong sampah.

I’ve been there. I know it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s