Mengenang Tahun Lalu

Akhir-akhir ini, kalo lagi sendirian, saya teringat setahun yang lalu. Masa-masa di mana saya galau karena diselingkuhi mantan saya, Mr. X, setelah kami berpacaran nyaris 7 tahun.

Dulu, kalau lagi sendirian, saya panik atau malah nangis-nangis gak jelas. Kemudian saya nyari-nyari orang yang bisa diajak ngobrol di telepon. Kalau nggak ada yang bisa diajak ngobrol, ya saya nangis aja gitu sampe ketiduran. Kadang bisa sampai pukul 5 subuh.

Sekarang, setahun lebih sejak kejadian itu, saya malah senang kalau bisa punya waktu sendirian. Saya bisa main game, nonton film, denger musik, beberes kosan, atau ngerjain proyek freelance. Walaupun sambil mendengarkan lagu-lagu jaman galau, udah nggak ngaruh lagi sama perasaan saya.

Saya juga entah kenapa, berhenti bertanya “Kok dia dulu tega sama saya?”. Pertanyaan itu sudah tidak saya pikirkan entah sejak kapan. Saya bahkan sudah nggak memikirkan jawabannya lagi.

Walau begitu, rasa takut diselingkuhi sama pasangan masih ada. Tapi sekarang mikirnya, walaupun takut, yang terjadi biarlah terjadi. Asal jangan nunggu sampai 7 tahun lagi.

Membayangi diri saya di tahun 2014 masih terasa menakutkan, karena saya nggak mau ada di state itu lagi. Tapi sekarang semuanya terasa kayak mimpi buruk yang udah lewat. Dan semakin ke sini, semakin terasa seperti bayangan yang memburam perlahan-lahan.

Sekarang, segala sesuatu berjalan dengan baik buat saya. Terlalu baik malah, sehingga ada perasaan takut bahwa hal ini terlalu baik dan pasti akan diikuti hal yang buruk banget. Tapi saya pikir, buang-buang waktu kalau saya lebih fokus pada ketakutan-ketakutan saya daripada nikmatin kebahagiaan saya.

Tahun 2014 mengajari saya dua hal besar:
1. Jangan percaya siapapun. Trusts aren’t given, they’re built, little by little. Setelah waktu berjalan, setelah cobaan dan godaan. Tapi jangan jadi curigaan juga, sih.
2. Do good anyway, despite nanti orang yang saya sayang sekarang bisa aja nyakitin saya kelak. Yang penting saya berusaha untuk nggak nyakitin orang lain.

Semoga saya nggak akan jatuh seperti tahun lalu lagi.

One response to “Mengenang Tahun Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s