Curhat Session: Saat Calon Suami Kamu Selingkuh

Oke, saya kali ini sengaja mau posting yang agak serius, menanggapi komentar salah satu pembaca blog saya di postingan ini.

Beberapa hari yang lalu, ada yang curhat seperti ini di kolom komentar saya:

Aku boleh minta saran juga ga? Aku dan cowokku sudah 7 thn dan sedang persiapan wedding. Sebulan lalu dia ngaku kalau dia selingkuh. Terus terang aku marah dan aku ga pernah kepikir kehilangan dia. Dia sempat bilang mau putus tp gua memohon untuk mengusahakan kembali. Di satu sisi gw merasa gw kurang berusaha utk menjaga hubungan ini, mgkn gw yg tll cuek atau krg berkembang sehingga dia bosan. Tapi di sisi lain gw merasa kok y dia tega mengingkari komitmen kita. Sampai sekarang dia sll bilang unhappy, apa ini indikasi kalau dia sdh ga mau usaha? Atau gw seharusnya tidak menyerah? Jujur gw g sanggup ngebayangin putus, apalg di saat kita sudah mau menikah, di saat umur gw juga sdh hampir 30. Gw ga tau apa bisa ketemu lelaki yg sehebat dia. Gw gw bs benci dia, gw justru menyalahkan diri gw sndr. Gw hrs apa, please….

Bok, ngeliat yang ginian mah, menyentuh hati saya banget, ya. Because I’ve been there. Mungkin malah yang dia rasakan lebih nyakitin daripada apa yang saya rasain dulu.

Kemudian saya membalas seperti ini:

Sebenernya keputusan ada di tangan kamu, sih… Pertanyaannya, dia selingkuh karena jenuh, atau karena udah nggak sayang kamu lagi? Kamu sendiri juga gimana, kalau kalian balikan dan lanjut sampai nikah, siap move on dan lupain kesalahan dia nggak?

Dengan catatan, walaupun kalian nikah nanti, dia belum tentu berhenti selingkuh, loh. Walau, tetap aja ada kemungkinan dia tobat.

Yang pasti, jangan salahin diri sendiri. Kalo dia memang unhappy, harusnya dia mutusin kamu baik-baik dan bukannya selingkuh. Kamu emang nggak sempurna, tapi inget, cowokmu jg nggak sempurna loh. Toh buktinya kamu bisa nggak selingkuh.

Kalau kamu masih mau perjuangin hubungan ini, ya usaha aja, asal siap untuk memaafkan dan nggak pernah ngungkit2 kesalahan dia.

Kalau aku jadi kamu, aku sih nggak mau lagi. Kepercayaan yang udah rusak nggak akan bisa diperbaiki, dan aku nggak mau terjebak seumur hidup dgn orang yg aku nggak percaya. Tapi yang terakhir ini jangan dengerin aku. Ikutin perasaan km aja.

Yang akhirnya dibalas lagi seperti ini:

Thanks masukannya. Jujur aku juga sakit hati, marah. Kadang malah aku merasa kok malah aku yang jadi melunak bukan dia. Cuma sekali lagi aku mikir ya dia sudah berusaha sekian lama untuk hubungan ini tp mgkn aku yg kurang respond atau kurang maintain hubungan ini. Ya jujur.. aku susah bgt jatuh cinta makanya aku sangat takut kehilangan dia yg sdh sangat sabar dengan aku. Makanya aku merasa dia perfect. Apalagi menghadapi keluarga, teman yg sdh tahu aku sdh mau menikah. Belum lagi masalah umur. Beneran ga tau harus mikir apa dan berbuat apa.
Sampai hari ini aja masih ga percaya ini terjadi. Kita sudah berjuang begitu lama sampai dapat restu tp kok kayak gini ya. Dia sih sdh memutuskan ce itu tp dia jadi dingin dan sering bilang ga happy. Dia juga blg masih mencari tahu isi hatinya yg sbnrnya apa masih mau lanjut atau tidak. Disini gw merasa, apa ini kesempatan gw utk fight atau dia cm ga tega memutuskan. Hah…..please share cara untuk move on? berat bgt..

Mau bales lagi di kolom komentar, tapi sepertinya nggak akan cukup. Karena sebenarnya solusi menghadapi perselingkuhan dan move on itu nggak sesimpel apa yang saya tulis di blog. Semuanya lebih rumit dan lebih berat dari yang terlihat (tanya aja ke sesama survivor :p).

Poin pertama, “Dia yang selingkuh, tapi kok jadi gue, sih, yang ngalah dan melunak?”

Karena kita masih sayang. Wajar. Saya nggak bilang itu salah, tapi saya juga nggak bisa bilang itu benar. Tapi, sebelum kamu sayang sama orang  lain, kamu harus sayang sama dirimu sendiri.

Tanyakan ini sama diri kamu sendiri: “Apakah saya layak diperlakukan seperti ini?”

Poin kedua, “Mungkin semua ini salah gue.”

Nih ya. Duh. Jangan pernah mikir gitu.

Introspeksi itu penting buat hubungan, saya setuju. Tapi antara introspeksi dan menyalahkan diri sendiri adalah 2 hal yang jauh berbeda. Dan kalaupun kamu mau introspeksi kemudian berubah jadi lebih baik, camkan ini, berubahlah jadi lebih baik untuk orang yang pantas diperlakukan lebih baik. Untuk cowok yang memang layak jadi pasangan hidup kamu nanti.

Kamu kurang respond dan maintain hubungan? Dia gimana? Selama ini dia juga menjaga hubungan kalian nggak? Pernah nggak dia komunikasi sama kamu dan ngajak mencari solusi buat hubungan kalian?

Poin ketiga, “Aku takut kehilangan dia. Aku merasa dia perfect.”

Saya pernah curhat sesuatu yang mirip sama sahabat saya, Elia. Saya takut kehilangan seseorang karena merasa nggak akan ada lagi cowok kayak dia. Saya merasa pas banget dengan cowok ini.

Lalu kata Elia (kira-kira begini), “Lo akan selalu ketemu cowok yang bisa bikin lo mikir dia yang terbaik buat lo. Nggak ada yang namanya cowok terbaik.”

You know what, saya malah ketemu cowok yang jauh lebih baik lagi. Bener kata sahabat saya itu, nggak ada yang namanya “Cowok Terbaik”. Selalu akan ada orang baru yang muncul, dan orang itu bisa jadi lebih baik daripada cowok sebelumnya.

Poin ke empat, “Umur.”

Sekali lagi, tanya ke diri kamu.

Mana yang lebih penting. Menikah di usia yang tepat…

atau menikah dengan orang yang tepat?

Poin ke lima, “Dia jadi dingin, dan dia nggak happy.”

Dia nggak happy, atau udah nggak sayang kamu?

Ini penting. Apalagi kalau kalian mau nikah. Lebih baik tanya pasanganmu. Dia masih mau memperjuangkan hubungan ini, nggak? Bukankah yang namanya hubungan itu adalah perjuangan 2 orang? Percuma kalau cuma kamu yang berjuang dalam hubungan ini. Padahal, mungkin di luar sana, ada cowok yang bener-bener sayang kamu apa adanya.

Mungkin juga nggak, sih.

Tapi mana yang lebih menakutkan buatmu?

Menikah dengan laki-laki yang nggak mencintaimu, atau hidup sendiri tapi nggak perlu ngerasa insecure dan kalah sama perempuan lain?

Saya ngerti banget rasanya kalah oleh perempuan lain, rasanya melihat cowok yang saya sayang lebih memperhatikan cewek lain. Semua hal spesial yang dulu dilakukan ke saya, sekarang dia lakukan demi cewek lain.

Pahit.

Saya sih, nggak mau ngerasain itu lagi🙂

Poin ke enam, silakan sampaikan ini ke pasangan kamu.

Yang namanya sparks di dalam cinta itu emang tahannya cuma 3-4 tahun. Sisanya ya flat. Kalian bersama karena merasa nyaman.

Sama cewek manapun, dia akan ngerasain itu. Secantik apapun cewek itu, seasik apapun, seseksi dan sebinal apapun. Nggak ada cewek yang sempurna, dan dia juga bukan cowok yang sempurna, kok. Semua perasaan deg-degan, kangen, norak, penasaran, itu semua bakal hilang.

Saat semua yang indah-indah itu udah hilang, apa dia bisa tahan sama cewek itu? Apa ada cewek lain yang dia yakin bisa bikin dia ngerasa senyaman saat sama kamu di saat udah nggak ada yang namanya infatuasi, sparkles etc?

Yang terakhir…

Kamu harus tahu apa yang kamu mau. Kalau memang mau berjuang, ya udah, nggak usah tanya pendapat orang lain. Tapi lakuin aja apa yang kamu bisa untuk mempertahankan dia, dan harus siap menanggung semua resikonya.

Dan kalau misalnya memang dia nggak mau berjuang sama kamu lagi, saya cuma bisa bilang… nggak ada salahnya letting go, biar kamu lebih bahagia. Kamu yakin kalau terus sama dia, kamu bisa bahagia?

Kalau kamu memilih jalan terus dengan pasanganmu, jangan tanya saya gimana caranya move on sambil tetap mempertahankan pasanganmu. Karena saya nggak tahu caranya. Saya nggak pernah menjadi orang yang bertahan bersama orang yang nggak bisa menghargai saya sebagai pasangan, dan sebagai perempuan.

Semoga kamu bisa melewati ini semua, ya. Semoga juga bisa membuat keputusan yang terbaik buat dirimu.

2 responses to “Curhat Session: Saat Calon Suami Kamu Selingkuh

  1. Mau ikutan komen nih 😁..

    Gw juga pernah di posisi orang yang diselingkuhin ko. Enaknya kalian yang masih pacaran dan belum menikah adalah kalian bisa bebas pergi kapan aja ketika menghadapi ini.

    Ee.. tapi jujur ya, klo masih pacaran ga usah dibawa berat2 bgt yg kaya gini, kl cowonya udh sering bilang ga happy ngapain dipertahanin ? buat apa? jgn pernah nikah karna tuntutan umur. Cari calon suami sebaik2nya. Terutama yang bisa diajak sharing, tanggung jawab dan menghargai komitmen. Salah satu aja minus, cari yg lain.

    Banyak2 doa biar dapet jodoh baik.
    *Ini beneran*

  2. Sekarang saya merasakan apa yang kamu rasakan , awal calon suami saya mati rasa Dan saya berjuang Sekuat tenaga saya, mengembalikan kepercayan. Yang sudah hancur berkeping2 , rasa Nya ingin menjerah Tapi hati tidak kuasa , berat yang saya rasa kan setiap bangun tidur . Pasti rasa tidak menyangka , tapi saya harus kuat .
    Tapi saya bingung ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s