To Let Go = To Move On

9d5c4157047d04a1812bdac355dc236e

“You were right, Le.” kata teman saya tiba-tiba, padahal bokong saya baru saja menyentuh kursi gerai Starbucks di area gedung tempat saya kerja. Modal gratisan segelas Espresso Frappuccino saja bikin saya mudah diculik di sela jam kantor tadi sore.

“Apanya?” tanya saya bingung.

“I cut all my communications with her, and now I feel better.”

Oh. Itu. Perkara move on. Yaelah sob. Kalo move on mah, emang saya udah lumayan jago.

Jadi, teman saya ini, pria bernama… katakanlah Budi. Yang standar aja. Bukan nama sebenarnya. Mudah-mudahan dia nggak marah kalau baca ini. Ceritanya, he’s been in a relationship with this woman for, i don’t know, 6 years maybe. Di tahun ke enam, things got worse between them. The love they once had, wasn’t there anymore.

The thing is, bukannya putus atau fix the problems, teman saya malah selingkuh. Tolol kan? Iya emang tolol. Cowok mah begitu :p

9955efd7c6e9dba828480835939761e7

Ketika dia dengan pasangannya udah nggak bisa diselamatkan, dia memilih mendekati cewek lain. Sebut saja Mawar. Maaf ya, Mawar. Nama kamu selalu aku jadiin contoh cewek nggak beres. Back to topic. Budi bertemu Mawar, mereka mulai dating, dan intense banget.

Kata teman saya yang lain, ini namanya trashcan relationship. Saya cari di urban dictionary, nggak nemu artinya. Tapi temen saya ini bule prancis, jadi mestinya legit, lah.

Intinya. Trashcan relationship adalah, menurut teman prancis saya, hubungan pacaran yang dilakukan dengan tujuan untuk melupakan hubungan sebelumnya.

In Budi’s case, dia lari ke Mawar agar bisa melupakan kekasihnya. Mungkin dengan begitu dia merasa andai diputusin ceweknya, dia nggak akan sakit-sakit banget. Atau, mungkin aja untuk sekedar mengalihkan pikirannya dari hubungan 6 tahun yang udah nggak ada hepi-hepinya ini.

That time, when he told me about this trashcan relationship, saya cuma bilang, “KOK LO TOLOL, SIH?”

Budi menjawab, “But it feels real. Apa yang gue punya dengan Mawar bener-bener luar biasa. Dia beda banget ama cewek gue. Mawar lebih ngertiin gue. Lebih perhatian. Bahkan lebih dewasa.

YAEYALAH JENIUSSSS… cewek baru akan selalu terlihat lebih bagus. Soalnya mainan baru. Coba tunggu 6 bulan, setahun, sampe kelihatan aslinya. Baru boleh ngomong soal pengertian dll.

Long story short, Mawar ternyata punya pacar yang sempet ngegantung gara-gara berantem melulu. In the end Mawar diam-diam balikan sama pacarnya. Dan Budi baru tahu belakangan. While, ceweknya Budi, nggak pernah tahu kalo Budi selingkuh. Tapi karena Budi sibuk sama Si Mawar, dia lupa untuk menyelamatkan hubungan 6 tahunnya, tauk-tauk ceweknya udah ngilang. Move on. Good bye. Asta la vista.

That time, Budi lebih stres karena kehilangan Mawar.

Jadi, setelah Mawar balikan sama pacarnya, Mawar masih manis-manis sama Budi. Masih bilang kalau sebenarnya yang terbaik buat dia adalah Budi. Tapi Mawar dan Budi nggak bisa bersatu karena beda agama.

Mawar, shut the fuck up.

Waktu itu, Budi bilang mau memperjuangkan Mawar. Dia bahkan bilang rela pindah agama demi Mawar. And I was so furious. Maaf aja, nih. Saya cewek. Saya paham kalo cewek main kotor. Then I told him, no. Don’t do that. Budi udah komitmen mau pindah agama, tapi toh Mawar balik ke cowoknya. Dan dari awal juga sebenarnya kan nggak pernah beneran putus. Lagian, Mawar udah balikan duluan sama cowoknya, baru ngaku ke Budi.

Mawar nggak pernah sayang Budi. As much as Budi menggunakan Mawar untuk ngelupain ceweknya, Mawar juga menggunakan Budi untuk ngelupain cowoknya. Bedanya, Mawar pinter. Selama dia sama Budi, dia masih jaga hubungan sama cowoknya. While Budi, selama dia dengan Mawar, dia totally ngelupain dan ngegantungin ceweknya.

Budi totally fucked up. Dia terus-terusan stalking Mawar dan checking last online status whatsappnya. Dan Mawar juga kadang nanggepin, sok-sok menyesal, sok sedih, sok kehilangan, sok ngerasa bersalah. Budi jadi tambah galau. Emang bajingan, sih, orang yang suka manipulasi perasaan orang lain kayak gitu.

Saya bilang sama dia, kalau mau move on, stop all communications. Jangan cari dia, jangan ngobrol sama dia, jangan kejar dia. Because it works with me. Man, saya 7 tahun dan diselingkuhin aja gitu dengan cewek nggak jelas nongol dari mana. Tapi toh akhirnya bisa move on. Karena itu dia, stop komunikasi.

The thing is, saat saya masih komunikasi dengan mantan saya yang ultimate asshole itu, yang ada malah tambah galau. Kita ngomongin soal masa lalu, hal-hal yang sebenarnya bisa kita punya kalau kita seiman, plus, berantem karena cemburu. Dia cemburu saya jalan sama cowok lain, saya cemburu dia pacaran sama ceweknya. Trus berantem. Trus galau. Trus stalking. Trus tambah galau.

Gitu aja terus sampe bego.

You know what, sometimes, you have to let things go. Saat pasangan lo udah nggak mau berjuang sama lo, why bother trying? Berpikir bahwa mencari pacar baru bisa melupakan mantan pacar adalah hal tertolol yang bisa lo lakuin. First, lo bakal nyakitin diri lo sendiri, karena it’s either lo bakal sadar seberapapun lo berjuang lo gak bakal bisa lupain masa lalu lo, atau, lo berharap terlalu banyak sampai lo malah jadi lebih hancur ketika hubungan tempat sampah ini nggak berhasil.

Been there, done that, got the t-shirt. I’m not bulshitting you. This happened to me also.

What happened in the past should be remained in the past. Jangan pernah ngejar orang yang udah ngebuang elo. Jangan ngejar orang yang nyakitin lo. Let. Them. Go.

In the end, you will be happier. Bahkan lo jadi bisa menghargai semua hal yang terjadi di masa lalu.

Ini yang terjadi sama Budi. Dia masih sedih karena ditinggalin ceweknya, bukan Mawar, tapi ceweknya yang 6 tahun ini. Dan sama Mawar, dia udah nggak peduli lagi. Dia bilang sama saya, saat dia nggak komunikasi lagi sama Mawar, dia bisa melihat semuanya lebih jelas. Yang mereka berdua pernah punya ya emang fake. Mawar cuma manfaatin dia, while dia ketipu karena terlalu banyak berharap.

But overall, dia lebih happy. Dia mulai bergaul dengan orang-orang baru, ikut komunitas ini dan itu, dan lebih rajin berdoa. Lebih fokus sama kerjaan dan keluarganya.

Kemudian saya dikasih traktiran starbucks sebagai tanda terima kasih karena pernah ngamuk-ngamuk dan nyuruh dia berhenti menghubungi Mawar.

I saw myself in him. Jalannya dia mungkin masih jauh, sih. Tapi step awal kan udah dilakuin. To let things go, and focus on what’s important. Kalau kita hidup di masa lalu, kita nggak akan kemana-mana. Kalau kita jalan ke depan, kita nemu banyak kesempatan dan hal baru yang bikin bahagia (termasuk pacar-pacar baru yang lebih ganteng dan lebih asik dari mantan).

Bahagia mungkin bukan pilihan, kadang lo udah nyoba ini itu dan masih sedih. Tapi sori, move on itu pilihan. Lo masih mau atau nggak untuk membiarkan mantan lo ngerecokin hidup lo? Lo masih mau ngerecokin hidup mantan lo apa nggak biar dia tetep ada buat lo? Akhirnya lo malah bakal nyakitin diri sendiri, kok. Jangan jadi orang bego terus-terusan, ya.

Jangan.

5c68f1a7aac43621a9e0c5f09479a115

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s