Kumat

Sudah dua malam berturut-turut insomnia saya kumat lagi. Saat mabuk sekalipun, saya hanya bisa tidur 2 jam, itupun tidur yang nggak nyenyak, dan akhirnya saya bangun karena menyerah maksain tidur. Tadi pagi, saya cuma bisa tidur empat jam. Dari 4 jam itu juga mungkin 2 jam tidur, 2 jam cuma pura-pura merem. Dan saya bahkan nggak tidur siang atau apapun buat ngeganti jam tidur saya yang hilang.

Selain itu, nafsu makan saya juga hilang. Seharian kemarin saya hampir nggak makan. Akhirnya diajak makan ke blok M malam-malam sama teman-teman saya, dan tetep, saya cuma makan sedikit banget. Saya sama sekali nggak ngerasa lapar. Bahkan untuk ngemil chitato aja saya nggak nafsu. Saya cuma ngerokok aja terus-terusan.

Dan malamnya selama beberapa jam, dada saya sesak dan sakit. Bukan karena rokok. Saya familiar sama sakit ini, karena tahun lalu saya mengalaminya berbulan-bulan.

Hari ini saya terbangun dengan kesal sekali. Saya menghitung gejalanya; insomnia, kehilangan nafsu makan, ngerokok tanpa henti, sesak nafas, sakit di dada saya, dan nggak termotivasi untuk ngerjain apapun.

Padahal saya nggak lagi kenapa-kenapa loh. Nggak lagi sedih, atau ada masalah berat muncul tiba-tiba, nggak ada. Saya sempat dapat kabar nggak enak jumat lalu, yang bikin saya benar-benar marah dan sakit hati. Tapi esok harinya saya udah biasa lagi. Dan saya kira malamnya saya bisa tidur nyenyak.

Nggak loh ternyata.

Saya sedang kesal sekali. Padahal ngerasanya pikiran saya lagi nggak aneh-aneh, tapi kok badan saya mengkhianati saya.

Harusnya sejak tadi saya sudah keluar kosan, melakukan hal ini dan itu. Pergi ke sini dan situ. Tapi sejak pagi, saya hanya di kasur, menatap langit-langit kamar saya dan… ya udah gitu diem aja. Saya mikirin hal-hal yang seharusnya saya lakukan hari ini. Ada banyak. Tapi kayak… aduh males banget gue nyet.

Saya ngerasa pengen terus ngegelung di kamar, di balik selimut saya, sendirian. Tapi saya tahu, ini nggak bisa. Kalo lagi kumat begini, saya nggak boleh sendirian. Bahaya.

Dan tiba-tiba saya kangen adik saya. Biasanya dia ada di sini, ngajak ngopi di rooftop sambil ngomongin macam-macam. Dan pacar prancisnya yang asik banget, yang bikin saya ngerasa seperti nemu kembaran karena secara sifat kami mirip banget. Lalu kita bakal mesen makan, dan makan siang bareng di rooftop.

Saya nggak tahu, mungkin penyakit saya yang gak jelas ini kumat karena saya kehilangan adik saya yang sekarang pindah ke luar Jakarta.

Yeah well…

Terus saya harus maksain diri saya untuk bangun dan melakukan sesuatu. Kemudian mandi, dan pergi keluar, melakukan hal yang harus saya lakukan. Dan di sinilah saya. Malah nulis blog. And on this very moment, saya jadi ngerti, pas nulis, saya bisa fokus. Tapi ketika saya nggak ngetik, pikiran saya kemana-kemana. Saya nggak bisa mengurutkan apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya kerjakan, yang harus saya siapkan. Malah kepikiran hal-hal nggak penting, banyak, dan random.

Terus, saya nggak tahu kayak gini harus ngomong sama siapa. Bukan karena saya nggak percaya sama sahabat-sahabat saya. Tapi karena saya nggak bisa jelasin apa yang salah. Saya nggak bisa jelasin dengan akurat, apa yang sebenarnya saya rasakan. Dan saya juga nggak tahu apa yang harus saya ceritain atau curhatin.

Serius deh, gue kangen banget sama adek gue dan pacar prancisnya.

5 responses to “Kumat

  1. Waw…. ini gejala apa ya sebenrnya? Ini gejala insomnia parah?

    Tapi setidaknya ada sedikit pelampiasan, yaitu nulis di blog ini dan blogwalking.:mrgreen:

    Atau mungki cobalah menghibur diri Mbak, di youtube. Ada buanyak hiburan di sana.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s