Hal-Hal yang Baru Terpikirkan Ketika Kamu Mencapai Usia Tiga Puluh (Sebagai Seorang Cewek Single)

I saw my best friend crying in her 30th birthday, a girl, single, with bad past relationships (yes, jamak). Wondering if she could ever find Mr. Right.

And this other friend, asking this retrospective question to himself, “What have I done before my 30? Why am I still at this level?”

And the other, “Where should I go from now?”

Or my ex, “Aku udah 30, aku harus nikah.”

Yang sebelumnya saya nggak bisa paham. I was like, gosh, why are you guys rushing things instead of enjoying your life.

Until 30 is going to hit myself.

Serius, ternyata usia 30 itu matters. A LOT.

Ketika lo akan mencapai usia ini, lo bakal mulai reflektif, dan mulai sadar, kalo lo udah harus lebih serius sama hidup lo. Karena ada banyak hal yang harus lo pikirin.

1.WILL I EVER MEET “THE ONE”?

Perempuan usia 30-an menjadi jauh lebih selektif. Karena di usia ini, bisa dibilang secara jalan berpikir, lebih realistis. Nggak ada yang namanya makan pake cinta doang. Karena kita udah ngerasain susahnya kerja, susahnya bertahan hidup mengatur uang. Kita nggak mau hidup malah makin susah karena pasangan kita bersandar secara material ke kita.

Kita juga lebih selektif. Hubungan di masa lalu dengan berbagai jenis lelaki, mengajarkan kita tentang hal-hal yang seharusnya dimiliki dalam hubungan. Membuat kita tahu apa yang kita mau dan nggak mau dari laki-laki.

Belum lagi kenyataan bahwa usia kita nggak muda lagi. Laki-laki umur segitu juga selektif dalam memilih perempuan. I mean… perempuan usia 30an udah nggak sesegar perempuan 20an. Mentalnya juga nggak kayak perempuan usia 30an yang lebih mandiri, lebih keras, lebih tegas. Nggak semua laki-laki bisa handle perempuan seperti itu. Perempuan usia 20an lebih mudah dibentuk karena mereka belum ngerasain ditipu, dimanfaatkan, dan disakiti sampai merangkak oleh laki-laki (well, walaupun ada perempuan usia 20an yang sudah pernah mengalami itu, dan jadi lebih dewasa dibanding perempuan seusianya).

2.OKAY, MAYBE I SHOULD GET MARRIED.

Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena perempuan punya biological deadline.

Perempuan usia 30an memiliki resiko lebih besar untuk keguguran dan melahirkan prematur. Apalagi untuk kehamilan pertama. Ya saya tahu itu sih, dari dulu. Tapi hal itu nggak terpikir hingga saya sendiri menyadari bahwa tahun ini usia saya akan mencapai kepala 3.

Dari dulu saya punya hitungan, kalau akan menikah dengan seseorang, seenggaknya saya harus pacaran dulu setahun-dua tahun. Dengan usia sekarang, ditambah waktu yang saya butuhkan untuk menemukan Mr. Right, lalu ditambah dengan waktu yang dibutuhkan untuk berpacaran dan memantapkan hati, ditambah waktu untuk menabung biaya nikah… wow, kapan saya bisa hamil?

3.APAKAH DIRI SAYA 5 TAHUN LALU AKAN BANGGA MELIHAT DIRI SAYA SEKARANG?

Saya mulai memikirkan karir dan pencapaian saya. Jika melihat target saya 5 tahun lalu, harusnya 2 tahun lalu saya sudah menjadi art director, dan tahun ini menjadi fulltime freelancer (dulu, menikah tidak ada di dalam target hidup saya). Dan kini saya menyadari, saya tidak berada di jalur yang saya inginkan. Walaupun bukan berarti saya tidak puas dengan apa yang saya miliki sekarang. Saya bisa hidup mandiri dan tinggal sendiri, sesuai target saya. Walau saya belum menjadi fulltime freelancer.

Tapi tetap saja, saya terpikir, apakah ini sesuai dengan yang saya inginkan 5 tahun lalu? Apakah hidup saya tergolong gagal atau berhasil?

4.APAKAH SAYA BERADA DI LEVEL YANG TEPAT?

Dengan posisi dan gaji saya sekarang, apakah sudah sesuai dengan usia saya? Saya pribadi merasa belum sesuai, seharusnya saya bisa melakukan lebih daripada ini. Walaupun banyak teman saya yang seusia dengan saya namun secara karir dan gaji belum selevel dengan saya. Tapi buat saya sendiri, ini bukan standar yang saya pasang buat diri saya sendiri.

Oh. I am sorry for being such an ambitious working bitch. But this bother my mind so much.

5.I AM POOR AS FUCK!

Untuk saya, mendekati usia kepala 3, tanpa rumah, tanpa tabungan, tanpa kendaraan pribadi hasil beli pake duit sendiri, usaha sampingan, ternyata saya “miskin”. Bukan berarti saya nggak mensyukuri apa yang saya punya. Toh minimal saya bisa support orang tua saya.

Tapi tetap saja, saya baru sadar kalau secara materi, saya nggak punya pencapaian yang konkrit. As an adult, I cannot call myself a successful career-woman. That… kind of sucks.

( Now I can hear you whisper, “You’re being too hard on yourself.” )

6.LET’S GET HEALTHY

Yes, saat usia segini, akhirnya mulai mikir ke arah sehat. Ngerasa bersalah saat merokok, bosan sama vodka, entah kenapa sudah malas pulang dari pub/club/warung jamu sambil muntah-muntah, maksain diri untuk nggak begadang. Ngurangin nongkrong sampai subuh di hari kerja. Lalu mulai mempertimbangkan kelas yoga, kelas gym, atau kelas olah raga lainnya (kemudian mikir, with my job and the deadlines, the time I need to spend with my friends, the shoes and bags I want, okay, yoga class can wait).

Well at least nggak mabok-mabokan lagi, yes?

7.WHAT ABOUT THE BOOK I’M PLANNING TO PUBLISH?

Admit it. We all have that imagination to publish our own book. When reaching 30 and realised you haven’t publish that book yet (bahkan ditulis aja belum), it hits you.

8.AND THAT OVERSEAS TRIP???

Ini juga, kita selalu mikir bakal jalan-jalan ke luar negri suatu hari. And somewhere in our heart, we heard that small crack when we realised that we never make that happened.

Not me. At least for this one, saya berhasil mencapai target itu walaupun sebenernya kebanyakan trip itu karena kerjaan. But hey. Walau Derawan dan Raja Ampat belum kesampaian, minimal sudah pernah menginjakkan kaki di Universal Studio tanpa minta uang sepeserpun dari orang tua.

9.BELUM NGASIH APA-APA KE ORTU

Saya nggak bangga dengan kenyataan bahwa saya sudah menjadi tulang punggung keluarga sejak usia 20an. Karena saya kan dipaksa kondisi, bukan karena uang saya kebanyakan.

Tapi buat yang lain, yang belum sempet “membahagiakan” ortu, hal ini biasanya juga terpikir. Don’t worry. Lo nggak perlu lompat sejauh itu dengan menjadi tulang punggung. Lo bisa dari hal kecil kok. Traktir ortu makan enak, daftarin asuransi buat ortu (saya gak sanggup, karena premi buat orang usia 60-an yang pernah terserang stroke MAHAL BANGET), atau beliin hadiah kecil macam parfum atau pakaian.

Atau dengan nikah (LOLLMFAOFML).

***

But anyway.

At least lo udah sampai usia 30 tanpa menyesal. Karena kita nggak selamanya usia 20an, sudah puas lah kita main-main dan brengsek-brengsekan.

Usia 20an ada untuk kita bersenang-senang. Dan usia 30an datang untuk kita mulai sedikit serius sama hidup kita.From-30-to-60

Tags:

6 responses to “Hal-Hal yang Baru Terpikirkan Ketika Kamu Mencapai Usia Tiga Puluh (Sebagai Seorang Cewek Single)

  1. tulisan2mu akhir2 ini bikin saya jd mikir keras, le
    bagaimanapun, pencapaianmu di usia 30 ini, jauh melampaui diriku sepuluh tahun yg lalu, serius saya ga ada apa2nya dibanding dirimu, kau pantes bangga akan hal ini.

    atau bahkan sekarang pun, saya juga belum apa2, jd malu sendiri euy. btw makasih atas tulisan ini, le🙂

    • Om om… tapi om kan udah nikah udah punya anak trus lagi disertasi. Jadi sebenernya gak ada pencapaian yang lebih baik/lebih buruk. Semua tergantung target dan standar masing-masing😄

  2. ohh well, ternyata dirimu beda setaun sama aku mba, this year will be the last year of my twenty-something-years-old, and single (after the bad and bleeding past experience), jadi mikir juga, what have I done ya..kok masih ngrasa di level yg kaya gini-gini aja😦

    • Wah, tos dulu kita! :)) Kalo masih ngerasa di level yang gini-gini aja, then set your targets. What to do before 30 to get those targets? Do it right now! Perkara berhasil atau nggak, urusan belakangan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s