Thank You, 2021

Saya sangat bersyukur, 2020 dan 2021 berhasil saya lalui tanpa tersentuh Covid-`19. Semoga untuk selanjutnya, saya dan Mama saya tetap sehat dan tetap tidak harus mengalami terkapar karena virus Covid-19.

Bisa dibilang, 2021 adalah tahun yang sangat baik bagi saya.

Awal tahun dimulai dengan saya bertemu dengan lelaki spesial, berduga kami berbagi banyak hal, dan dia meninggalkan memori manis untuk saya. Pada akhirnya harus selesai karena saya belum bisa memahami dia sepertia ia belum bisa memahami saya. Baginya kata putus tidak ada, tapi bagi saya, jika sesuatu terlalu sulit untuk dijalani, putus adalah solusi terbaik.

Mungkin keputusan saya salah. Tapi saya belajar untuk menjalani keputusan saya dan konsekuensinya dengan sadar tanpa menyalahkan orang lain. Setidaknya ada masa di mana saya merasa disayang, dipeluk dengan mesra, dilindungi, dan merasa diterima apa adanya dengan segala kekurangan saya.

Darinya saya belajar untuk lebih mencintai diri saya.

Selain itu, ada beberapa hal mustahil yang saya impikan di awal tahun 2021. Saya tulis di post-it notes, dan saya pasang di ambalan rak buku saya. Melewati setengah tahun, saya merasa hal tersebut sudah tidak mungkin saya miliki. Tapi Tuhan memang maha kuasa, ya. Tiba-tiba ada rejeki lebih, tiba-tiba jalan dimudahkan, akhirnya impian saya terkabul hanya menjelang 3 bulan sebelum 2021 berakhir.

Banyak hal aneh dan ajaib yang terjadi di 2021, dan juga saya merasa banyak dimuluskan dalam segala kesusahan saya. Walau frekuensi penyakit saya kambuh juga lumayan sering. Apalagi, di awal 2021, saya sempat tepar 1 bulan di kamar karena gejala tyfus. Sampai saya mengira, mungkin 2021 tahun yang buruk karena diawali dengan penyakit dan tidak bisa produktif.

Mungkin, jika dirangkum, ini yang saya petik dari tahun 2021:

  1. Sudah tahu diri ini penyakitan, maka harus lebih disiplin agar nggak perlu lagi mengalami bed rest 1 bulan.
  2. Disiplin minum obat agar tidak terlalu lama dan ekstrim saat jatuh ke fase depresi atau naik ke fase manik.
  3. Belajar mencintai diri sendiri sambil mencintai orang lain.
  4. Boundaries itu penting.
  5. Jangan mutusin pacar dalam keadaan manic.
  6. Jangan ke mall dalam keadaan manic.
  7. Memaafkan itu melegakan.
  8. Dapat closure dari mantan itu juga melegakan (bersyukur punya mantan mantan yang sampai sekarang masih baik sama gue).
  9. Belajar menyadari bahwa ga semua “sahabat” tulus sama lo, some of them like to take without giving.
  10. Emang manusia cuma ada 2 jenis sih. Giver atau taker. Ga ada salahnya lo mulai menjauhi mereka mereka yang cuma bisa minta tanpa memberi kembali.
  11. Tuhan punya cara yang aneh untuk menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
  12. Always. Love. Yourself. First.

Kalau melihat dari target di postingan tahun lalu, sebenarnya terlihat hanya sedikit yang tercapai.

Last year’s wishes

Oh wait, hanya 4 yang tidak tercapai! Well, not bad lah.

Untuk tahun 2022, saya agak lebih optimis dibanding 2021 (sekaligus pesimis melihat harapan-harapan saya yang gagal), tapi saya gak minta terlalu banyak hal, sih… Gak banyak, tapi mungkin berat.

Semoga di tahun 2022…

  • Berhasil menurunkan berat badan minimal 10kg (lol) dan disiplin olah raga
  • Got promoted, or hired by other company with better package
  • Keep myself away from Covid-19, dan penyakit lainnya seperti gejala tyfus, radang tenggorokan, dll dst yang sempat bikin saya harus masuk UGD
  • And of course, take medical check up esp endoscopy
  • Stop smoking cigarettes (iya iya… ini ambisius banget…)
  • Lebih hemat and not letting my depression and manic interfere my life and financial too much
  • And to be honest, i want to settle with someone. Dating and casual datings are nice, tapi akhirnya capek juga ya. Dari mantan terakhir, saya belajar, bahwa ternyata enak juga punya hubungan eksklusif yang serius. Yang punya tujuan. I want that, with the right person, who loves me hard and unconditionally.

Tapi tentu saja semuanya Tuhan yang mengatur.

Man, i’ve wrote “Tuhan” in this post several times. I’m changing. Gotta keep going with my medicines, they keep me sane and make me a better person.

Semoga 2022 kalian juga lebih ramah! Dan semoga kalian bukan golongan orang yang selalu meminta dan menuntut dari orang lain tanpa memberi kembali 🙂

Published by

macangadungan

Fulltime Dreamer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s