What am I Doing Here?

Inside My Head

Sometimes I wonder what the hell am I doing here.

Sitting in front of monitor instead of sketching with my pencil and drawing pen.

Typing on my keyboard instead of painting with my Sakura watercolor brush.

While working, I’m imagining myself painting and dancing under the sun. I see my acrylic paint tubes and brushes. Oh, and books flying around my head. Books of fairy tails or cheesy romance, or maybe Japanese mangas.

Then I remember my family, and my mother’s smile.

I keep repeating myself, “This is worth it… this is worth it…”

2013, yang sudah dan yang akan.

Ini postingan pertama gue di tahun 2013. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, gue senang berbagi refleksi dan resolusi gue di tahun 2013. Gue emang selalu menulis resolusi, krn menulis resolusi itu kayak memasang doa. Gue pernah bilang, kalo lo pengen melakukan atau mendapatkan sesuatu, lo tulis aja, dan biasanya, kemungkinan terkabul.

2012 buat gue adalah tahun yang banyak perubahan dan cukup produktif . Di tahun ini gue berhasil keluar dr zona nyaman gue dengan berpindah perusahaan. Di tahun ini juga, gue berhasil keluar dari rumah, jadi anak kost. Kedua hal tersebut, buat gue adalah sebuah langkah yang besar.

Project-project freelance beberapa kali datang. Hampir semuanya adalah desain logo. Setidaknya ada 3 atau 4 permintaan desain logo. Sisanya ya desain2 materi promosi. Rasanya senang masih bisa produktif.

Selain itu, pada tahun 2012, setidaknya 75% resolusi 2012 gue tercapai.

1. Gue berhasil membeli kamera. Walau tipe yang murah-murah aja. Itu juga belinya patungan sama nyokap. Tapi berkat kamera ini, gue bisa mengabadikan banyak hal.

2. Ada draft novel yang sudah bertahun-tahun menggantung berdebu di laptop gue, dan tahun lalu gue sudah mulai merapikan dan melanjutkannya. Walau masih belum selesai juga, tapi ini adalah kemajuan besar; melawan rasa malas.

3. Bisa bikin cover novel lagi. Ehehehe… Judulnya Pantai Kupu-Kupu sebuah karya self-published oleh Elia Bintang. Kalian ikutan beli yaaa…

image

4. Target gue, 2012 itu gue harus jadi art director. Ternyata gak kesampaian. Sempat dapet panggilan utk jadi art director di sebuah perusahaan di Bandung. Tapi gue gak cocok. Akhirnya, bukannya jd art director, pada akhir tahun 2012 gue mendapat tawaran untuk menempati posisi Creative and Brand Executive di sebuah perusahaan multinasional. Kayaknya 2013 bakal jd tahun yg menantang buat gue :))

Tahun 2012 membuat gue banyak bertemu orang baru, dan sebagian di antaranya menjadi sosok yang spesial buat gue; menjadi sahabat, guru, dan inspirasi. Gue bersyukur bisa mengenal orang-orang seperti mereka. Terutama teman-teman gue di GlobalTV, orang orang gila yang baik hati. Hanya dalam 4 bulan, gue jadi sayang sama mereka *halah*. Sayangnya gue harus beranjak pergi dari GlobalTV :’)

Gue juga merasakan beberapa hal yang nggak enak, tapi pada akhirnya gue bisa melewati semua itu.

Untuk 2013 gue sudah menyiapkan beberapa resolusi dan target agar tahun depan menjadi tahun yang penuh buat gue.

1. Konon katanya di kantor baru gue ini, rata-rata orang hanya bisa bertahan maksimal 6 bulan di posisi yang gue pegang. Gue akan berusaha agar gue bisa bertahan dan bekerja dengan baik hingga hitungan tahun. Semoga gue bisa mengikuti pola kerja kantor baru, beradaptasi dan belajar dengan cepat.

2. Gue mau beli gitar. Iya, gue pengen banget beli gitar karena gitar gue yang sekarang udah berantakan. Mau ganti senar pun udah gak mempan. Gue ngincer gitar akustik yamaha berukuran agak kecil yang udah gue idam-idamkan sejak 2 tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini terbeli.

3. Selain project desain logo, illustrasi cover, gue pengen bisa mulai pegang project foto. Yang kecil kecil dan murah-murah aja gak apa-apa. Yang penting bisa jadi kesempatan belajar dan nambah portfolio.

4. Beli lensa. Kalau misalnya tahun depan gue bisa dapet lebih dari 3 project foto, gue mau beli lensa. Kalo nggak dapat 3 project foto, gue gak beli. Gue masih malu mau beli perlengkapan foto kalau nggak ada tujuan dan hasil. Apalagi kalo skill fotografi gue gak meningkat. Yang pasti, gue kudu belajar dan latihan terus.

5. Mau produktif melanjutkan blog komik gue, http://curlyandchubby.com yang sudah terbengkalai sekian lama. Intinya sih, sebenarnya melawan rasa malas untuk berkarya.

Itu adalah 5 resolusi terpenting gue. Masih banyak hal yang ingin gue lakukan; bikin passport, merambah beberapa lokasi di Indonesia, beli handphone baru dan sebagainya. Ahahaha… banyak maunya ya.

Ada yang bilang buat apa bikin resolusi kalau cuma hangat-hangat tahi ayam. Tapi terbukti kok, resolusi gue selalu gue usahakan untjk tercapai. Walau ya ada juga yang nggak sanggup gue kerjakan *sebenarnya intinya antara malas atau menemukan hal lain yang lebih menarik untuk dikejar* ((:

Nah, kalian gimana? Ada resolusi yang sudah dicapai?
Selamat tahun baru dan selamat membuat target baru. Buat target yang jauh, soalnya walau baru mencapai setengah jalan saja, kalau targetnya aja jauh, maju setengah aja udah ada hasilnya 😀

Overexposed.

Foto-foto yang biasanya dinilai tidak layak atau “salah” karena over exposed, blurry, backlight, kadang malah terlihat lebih menarik. Gue sendiri lagi suka-sukanya sama hasil foto bergaya Jepang yang over exposed sehingga gambar terlihat sangat putih.

Itu niat gue waktu datang ke pameran wedding di JCC, mau hunting foto. Tapi yang ada gue malah dipanggil-panggil SPG trus ditanyain “Ini nikahannya buat bulan apa rencananya, Mbak?”

Dengan muka asem, gue cuma bisa jawab, “Masih lama, tahun depan kira-kira. Saya ke sini baru mau lihat lihat aja.”

Sayang di pameran wedding tersebut hanya diikuti perusahaan yang menawarkan jasa catering, WO, gedung nikah, dan embel-embel macam aksesoris. Nggak ada yang menawarkan jasa sedia calon pengantin. Nggak lengkap. Cih.

Pernikahan itu overexposed deh. Eh, overrated maksud gue.

Sun Flowers

 

Where is your sun?

 

So purple

 

Hey flowers…

 

Hanging Lamp

 

Can i have a sit?

 

Frames

 

Kebaya

 

Cart of Flowers

 

Bird Cage

 

Artificial Birds

 

Me and My Friends

Desain Lo Kok Mahal, Sih?

Pernah ngomong gitu gak ke desainer? Misalnya minta dibikin desain logo, desain kebaya, desain cover, desain interior tempat usaha, atau website dagangan kalian…

Pas ngelihat quotation, mata melotot melihat deretan angka yang ditawarkan. Padahal menurut kalian *mungkin*, sang desainer bukan orang terkenal, gak eksis, portfolionya gak ada di internet, namanya gak pernah masuk majalah, de es te. Kenapa dia bisa ngasih harga mahal, ya?

Tapi tunggu, yang kalian maksud dengan mahal itu apa sebenarnya? Standar mahal kalian apa? Ya saya ketawa sih, kalo kalian bilang ngedesain website seharga *misalnya* Rp. 250.000 itu mahal. Atau desain company profile seharga Rp.2.500.000 itu mahal? Standar orang beda-beda sih, tapi kalo harga segitu aja dibilang mahal, berarti mending kalian berhenti membaca postingan ini dan silakan lanjutkan main twitter.

Nah, jadi, gue mau ngasi sedikit gambaran, kenapa harga desain bisa mahal *menurut kalian/klien*. Apa alesannya si Anu maupun Si Itu bisa ngasih harga sekian dalam penawaran.

1. Modalnya gede.

Desainer grafis, desainer fesyen, arsitek, dan yang lainnya bukan profesi yang gampang diraih begitu aja. Mereka perlu skill, dan tools. Kalian tahu nggak berapa banyak uang yang perlu dikorbankan untuk menjadi Graphic Designer *karena gue taunya untuk posisi itu aja*?

Mulai dari uang kuliah. Sekarang uang kuliah di universitas yang lumayan bagus, khusus Fakultas Desain dan sejenisnya, sekurang-kurangnya mencapai Rp. 10.000.000 per semester. Uang masuknya saja bisa lebih dari Rp.20.000.000. Jadi kalau ditotal, minimal uang masuk sampai uang semester hingga lulus, bisa menghabiskan sekitar Rp.100.000.000. Itu minimal.

Udah? Gitu aja? Noooo… Mahasiswa FSRD harus punya perangkat komputer yang menunjang tugas kuliah mereka. Ibaratnya, 2 juta aja nggak dapet 🙂 Itu belum ditambah flashdisk, hard disk external, pen tablet, laptop (hari gini mahasiswa desain udah pada bawa laptop, gak kayak jaman gue), dan ada juga yang sampe beli kamera. Kalo ditotal semuanya, mungkin bisa habis 15-20juta.

Masih ada lagi dooonk! Perangkat tugas kuliah juga harus dihitung. Mulai dari alat gambar seperti cat, kuas, buku gambar, kertas, pensil, drawing pen, buku-buku diktat, fotocopy, buku tipografi. Sampe akhirnya ke tuga-tugas kuliah itu sendiri. Sepengalaman gue, untuk 1 tugas besar, gue bisa ngabisin 250-500ribu. Yang bapaknya tajir, bahkan bisa ngeluarin duit sampai 2jutaan untuk tugas kuliah *serius, ada yang begitu*. Nah, untuk ini aja mungkin satu semester bisa keluar 2-5juta rupiah. Pas Tugas Akhir, minimal uang yang dikeluarkan untuk ngeprint dan bikin display bisa Rp.2.000.000. Dan itu baru minimal.

Jadi kalau ditotal, selama 8 tahun kuliah, kasarnya, seorang mahasiswa desain memerlukan uang sebesar 150-200juta. Bahkan mungkin lebih. Itu kalau kuliahnya di universitas swasta yang lumayan bagus. Kalau yang jelas bagus, ya jauh lebih mahal lagi. Dan itu hitungan gue tahun 2004-2009 loh, ya. Gue gak berani ngitung pengeluaran mahasiswa angkatan 2010 ke atas.

Dengan modal segitu besar, wajar mereka nggak mau dinilai sama dengan orang-orang yang  jualan logo pake template. Mungkin ada yang pernah nemu ada yang berani jual desain logo Rp.50.000? Silakan bandingkan hasilnya dengan desain logo anak-anak yang masih kuliah. Pasti beda 🙂

Bukan berarti yang nggak kuliah desain otomatis nggak bisa desain. Banyak kok yang tauknya pas kuliah belajar FISIP atau IT, eh ternyata ngedesainnya jago. Ato malah gak kuliah sama sekali. Tapi mereka juga harganya gak gobanan.

 

2. Jam Kerja Extra

Hampir semua freelancer pasti ngerasain ini : saat klien tidur nyenyak, kita malah kerja sampai pagi. Belum lagi ditambah kalo kerjanya dobel, alias masih berstatus pegawai. Bisa-bisa dalam seminggu cuma tidur 2-4 jam tiap malamnya. Sisanya kerja. Sukur-sukur bisa nongkrong ngopi-ngopi 2 jam sama temen-temen.

Saat kita punya deadline yang mepet di kantor, harus mikirin gimana caranya bisa nyelesein deadline satu lagi. Kalau projectnya mayan gede dan ribet, otomatis banyak hal yang harus dikorbankan. Dan itu, adalah materi yang gak bisa dinilai dengan uang.

 

3. Modal Kerja

Freelancer, biasanya, wajib punya : laptop, pulsa, koneksi internet. Tambahan lainnya jika dibutuhkan : kamera, pen tablet, alat gambar, duit buat beli kopi di kafe dengan koneksi wi-fi memadai, dll, tergantung projectnya apa. Jadi bukan “sim salabim jadilah desain kebaya!”. Semuanya pake modal.

 

4. Sama Sama Cari Makan

Katakanlah begini. Anda memiliki usaha pabrik tempe. Berapa harga produksi tempe Anda per kilo? Mulai dari gaji pegawai, harga bahan baku, sampai harga alat-alat pengolah tempe yang anda punya. Coba kalau pelanggan Anda, hanya mau membayar harga bahan baku. Katakanlah Rp.5.000 per kilo. Bagaimana tanggapan Anda?

Perkiraan saya, biasanya tanggapan orang yang usaha, begini : “Enak aja. Saya bikin tempe pake tenaga dan usaha. Lah, kalo sampeyan cuma bayar modalnya aja, saya dapet apa? Pegawai saya gimana gajinya? Saya makan apa?”

Nah 🙂

Coba pola pikir itu dipakai juga saat Anda menyewa jasa atau membeli produk orang lain. Anda saja maunya dapat untung, masa Anda tidak terima kalau desainer cari untung? Sebagai sesama pengusaha *halah* mestinya kita saling menghargai. Hargai tenaga orang, agar orang menghargai juga usaha Anda.

 

5. IDE itu Priceless

Anda novelis? Musisi? Pengusaha butik? Apa perasaan Anda kalau tiba-tiba ada temen Anda yang dateng, trus bilang “Ciyyn, gue bagi novel lo 10 biji, donk. Gratis yaaa.”

Atau begini, “Beb, bagi baju kawinan dari koleksi lo donk. Yang brokatnya import dari Prancis itu. Tapi eyke beli sejuta aja yaaa…” Padahal kalo beli di toko, gaun pengantinnya harganya 25 juta. Syok nggak?

Intinya adalah, kalian tahu susahnya membuat sesuatu, susahnya menulis, susahnya bikin lagu, susahnya bikin konsep dll. Pasti kalian pengen banget karya dan produk kalian dihargai oleh orang lain. Selain itu kalian pasti akan menjual karya/produk kalian dengan standar harga tertentu. Maka hargailah juga desainer yang sudah membantu kalian. Desainer yang merancang interior butik kalian, yang membuat cover buku kalian, yang membantu mendesain pakaian kalian, dan sebagainya. Karena toh, semua itu balik-baliknya akan mempengaruhi bisnis kalian juga. Interior yang menarik, bisa menarik pelanggan. Brosus yang eye catchy dan informatif, bisa membuat promosi lebih efektif. Bukan begitu, bukan?

 

Itu lah kira-kira kenapa seorang desainer memasang harga tertentu. Ada yang cukup murah sebenarnya, tapi mungkin ada yang sampai puluhan juta (atau milayaran kayak logo BNI46 itu). Semua itu pasti ada alasannya kenapa mereka ngasih harga segitu. Ada yang masih mau kasih harga temen, tapi ada juga yang lihat-lihat jenis usahanya. Ibaratnya, harga desain logo untuk warung kopi dan butik multi-nasional, pasti beda. Masa pengusaha dengan omzet puluhan sampe ratusan juta per bulan minta harga yang sama dengan yang hanya sekian juta per bulan?

Intinya, berapapun harga yang ditawarkan oleh desainer, pasti ada pertimbangannya. Baik external maupun internal. Kualitas dan deadline pun dipertimbangkan.

Postingan ini gue bikin berdasarkan pengalaman gue dan temen-temen gue. Karena gue juga sering nanya-nanya ke sesama temen atau desainer-desainer senior yang gue kenal. Kalau ada yang menurut temen-temen sekalian kurang berkenan atau nggak sesuai kenyataan, silakan dikoreksi atau ditambahkan. Karena mungkin ada yang pengalamannya berbeda 😀

Yang pasti intinya sih yang namanya usaha dan ide itu harus dihargai, apapun usahanya.

Resolusi 2012

Walaupun sudah nyaris sebulan melewati tanggal 1 Januari 2012, tapi masih boleh kan, ya, gue bikin resolusi-resolusian? Walau sebenarnya mungkin nggak tepat kalau disebut resolusi karena kalau punya gue lebih ke target-target apa aja yang harus gue lakukan dan dapatkan di tahun 2012.

Buat gue, menulis resolusi bukan sekedar untuk memperingatkan diri gue atau membuat target agar gue berkembang dan menjadi lebih baik di tahun berikutnya. Gue menulis resolusi, karena gue percaya, kalau kita menulis apa yang kita inginkan dan memikirkannya, maka hal itu akan terkabul. Klenik, sih, tapi gue kan nggak melanggar hukum dengan melakukan itu :))

Continue reading Resolusi 2012

Welcoming 2011 m/

woooohhh, 2010 baru aja lewat! Tahun 2010 itu tahun yang berat banget buat gue, penuh cobaan lah pokoknya. Mungkin yang paling berat itu waktu keluarga gue ditipu habis2an sampe kolaps. Untungnya, keluarga gue diberi kekuatan untuk menghadapi semua itu dan kesabaran untuk nggak melakukan hal-hal jahat ke orang-orang yang udah menipu dan merampok kami =) Well, life is tough, rite?

Tapi di luar kejadian tersebut, ada banyak hal baik terjadi buat gue. Akhirnya gue pindah dari kantor lama, dan bekerja di kantor baru yang gajinya lebih baik, lebih menghargai pekerjaan karyawannya, dan lingkungan kerja yang lebih menyenangkan. Dengan penghasilan yang lebih baik, gue jadi bisa bantu orang tua gue. Rasanya kayak hidup gue tuh pas-pasan. Pas keluarga gue nggak sanggup menjaga dapur untuk tetap ngebul, pas gue dapat penghasilan yang lebih baik, jadi bisa ngebantuin orang tua gue =) And then, life is good 🙂

Melihat ke belakang, gue kaget dengan resolusi yang berhasil gue capai di tahun 2010 ini, gue malah lupa loh isi postingan resolusi 2010 yang udah gue tulis di blog ini.

Ini resolusi gue tahun lalu dan hasilnya.

1. mencoba membuat karya untuk dipublikasi lagi,

Hasilnya : gue sudah mencoba, tapi ya mencoba doank dan itu juga belum selesai. Yah… bisa dikatakan resolusi ini hanya berjalan 10% =))

2. mandiri.

Hasilnya : secara finansial, gue gak pernah minta duit lagi ke orang tua. Selain itu, gue udah mulai bisa menyimpan masalah sendirian, tapi ya tetep sih… masih ada satu orang yang jadi sandaran gue. Heheheh…

3. berhenti merokok. ngurangin frekuensi ngerokok.

Hasilnya : berkurang kayaknya, 1 bungkus kadang2 bisa tahan sampe 36 jam =p

4. beli pen tablet dan laptop.

Hasilnya : Di depan gue saat ini ada macbook unibody dan pen tablet bamboo *soalnya ini posting di sela-sela ngerjain kerjaan kantor* Dan 2 benda ini, gue beli pake duit gue sendiri. Sumpah, gue ga nyangka bisa beli benda-benda idaman gue ini XDDDD

5. Setelah resmi menjadi Graphic Designer, saya ingin resmi juga menjadi Illustrator. maksudnya adalah dengan membuat karya2 illustrasi yang dipublikasikan atau komersil.

Hasilnya : satu desain cover buku, dan 2 illustrasi karikatur. Secara pribadi gue berterimakasih sama 2 blogger hebat yang gue kenal yang udah memberikan kesempatan ini, walau gue yakin, gue masih perlu banyak belajar.

Wah, mungkin bisa dibilang, 75%-90%, resolusi tahun 2010 gue berhasil =) Ini prestasi buat gue! Ternyata Tuhan banyak banget ngasi rejeki buat gue melalui sahabat-sahabat, keluarga, dan teman-teman di dunia maya. Gila. Mudah-mudahan Tuhan membalas kebaikan mereka berkali-kali lipat. AMIN!

Untuk resolusi 2011, nanti gue pikirkan dulu =)) soalnya gak konsen nih ngetik postingannya, gue masih ada kerjaan kantor yg harus diselesaikan. Liburan tahun baru dihabiskan dengan bekerja dan bekerja. Nggak juga sih, malam tahun baru kmrn masih sempet bakar ayam sama temen2 gue, dan masih sempet pergi belanja ini itu buat keperluan tahun baru *dan keperluan kerja*.

Gimana dengan resolusi tahun lalu kalian? Ada berapa yang kesampaian? Semoga banyak juga yaaa..

Oke, gue balik lagi kerja, masih ada desain seragam dan interactive display yang harus gue kerjain.

Semoga tahun 2011 menjadi tahun yang lebih baik untuk kita ya =)

waktu adalah musuh kami

waktu adalah musuh kami

gravitasi yang merantai kami pada sebuah nama. logika.

malaikat maut yang menanti di ujung jalan, tersenyum meramalkan kekalahan kami

tepian dari kanvas kami, bagian yang tak terlukis oleh kuas kami, tak tersentuh oleh warna kami

mati itu tidak menakutkan, percayalah

kesadaran akan sebuah hilang, jauh lebih menakutkan

kesadaran ketika kita telah sampai di tepian waktu, itu adalah sakit yang lebih nyata

dan ketika kami hanya menjadi secarik masa lalu

yang siap terbungkus rapih untuk disimpan

mungkin saja dilupakan

waktu adalah musuh kami

pintu yang tertutup dan terkunci rapat

malam yang mengingatkan dalam sunyi bahwa hari ini berakhir

dan kami, hanyalah masa lalu yang akan berganti ketika matahari selanjutnya terbit

dan kami, hanyalah tentang jarak yang terlalu jauh untuk diraih

tentang sebuah cerita yang tak selesai

and this is about my last year…

gue selalu telat klo bahas resolusi dan napak tilas gue di tahun lalu. hahaha… bodo amat. seenggaknya tahun ini masih mending, ini masih bulan januari. tahun lalu gue malah bikin resolusi pas udah februari XDDD

sekedar review dan melihat kembali apa resolusi gue di tahun 2009 dan apakah resolusi itu terlaksana…

1. ngurangin kebiasaan merokok, minimal sebungkus harus bisa tahan 3 hari! >> sempat terjadi setelah melewati masa TA, tp sesudah itu malah tambah parah. oke, resolusi yg ini resmi dinyatakan gagal.

2. ngecilin perut! Sejak magang di kantor gue yang sekarang, gue jadi tambah gemuk XDDD jadi, gue harus ngurangin berat badan dan lingkaran perut gue tahun ini >> berkurang sedikit, baik berat badan dan lingkar perut, tapi hanya sedikit. walau begitu, resolusi ini berarti tetap dapat dikatakan telah terlaksana.

3.  harus lulus kuliah tahun ini (2009)! >> terlaksana dengan baik 🙂

4.  Bisa nerbitin karya yang dipublikasi lagi >> ga ada karya yg dipublikasi selain menang lomba kompetisi blog dan dipublikasikan di situsnya. ini termasuk berhasil apa nggak ya?

5.  Dapet kerja beneran tahun ini >> SUKSES

6.  Manjangin rambut > SUKSES

7.  Beli pen tablet, kalo bisa INTUOS ajah gitu. Tapi belinya kudu pake duit sendiri… >> sempet nyaris beli, second-nya wacom bamboo. tp tiba2 yang jual ga rela ngelepas. begitu pula pas gue mau beli apple desktop second, pas mau diambil tiba2 yang punya batalin penjualan. ya udahlah gpp, berarti belom rejeki. jadi intinya, yang ini gagal tp bukan karena gue yang ga bisa beli, melainkan krn emang belom saatnya gue punya itu.

8.  Sukur2 bisa beli laptop XDDDD, salah satu caranya…gue ikutan Djarum Black Blackinnovationawards yang diadain sama Djarum Black. Ada hadiah mini notebooknya soalnya XD >> GATOT alias gagal total

9.  Sisanya…ya jadi anak yang baik, bisa banggain ortu…dan blahblahblah >> dengan kelulusan gue, nilai TA gue, dan membawa ortu gue duduk di area VIP wktu gue wisuda, kemudian betapa cepatnya gue dapet kerja setelah wisuda, plus gue menang lomba blog teknopreneur… nyokap sempat memberi senyum bangga buat gue (walau gue masih suka bandel dan ngelawan). ditambah lagi gue bisa sedikit2 membantu keuangan keluarga gue, walau baru sedikit. gue anggap resolusi gue yang ini setengah berhasil, krn gue ngerasa apa yang udah gue capai belom cukup untuk membanggakan ortu gue, masih jauh… gue akan berusaha lebih keras lagi 🙂

Lumayan puas sih dengan hasil resolusi gue tahun lalu, walau masih banyak lagi yg harus dibenahi. tapi gue jadi menyadari ternyata resolusi ada manfaatnya jg, bisa buat motivasi untuk jadi lebih baik.

Selain itu, saya mau bersyukur sama Tuhan yang udah ngasi cobaan berat untuk keluarga gue, tp gue dan keluarga tetep bisa bertahan dan tetep deket. Gue jg bersyukur bisa ketemu orang2 baru yang memberi warna di hidup gue ( Hei kalian yang merasa baru bertemu dengan saya di tahun 2009! ya, saya menganggap kalian berarti 🙂 ). well, intinya sih saya banyak bersyukur untuk tahun 2009 ini.

selanjutnya dengan ini, saya nyatakan *halah* maksudnya saya berniat untuk mencapai hal2 di bawah ini untuk tahun 2010 :

1. mencoba membuat karya untuk dipublikasi lagi, maksudnya untuk dicetak penerbit dan dijual. Untuk tahun ini target saya hanya mencoba, bukan berhasil diterbitkan. yang penting nyoba dulu, urusan gagal atau berhasil itu belakangan 🙂

2. mandiri. iya, saya ingin mandiri. secara finansial dan mental. saya tidak ingin tergantung lg pada orangtua, sahabat, dan mas kriwul. saya sudah merasakan cukup lama betapa saya sudah jauh dari teman2 saya krn kesibukan masing2 dan gara2 itu saya jg jadi punya kecenderungan menyimpan masalah untuk diri sendiri ( Yang dicurigai oleh Kriwul, hal ini terjadi karena saya ketularan sifat introvertnya dia XDDD). walau begitu saya masih suka merasa tertekan karena ingin berbagi masalah tp ga tau sama siapa. nah, saya ingin tahun ini saya kuat untuk menghadapi tiap masalah saya SENDIRIAN.

3. berhenti merokok. ngurangin frekuensi ngerokok.

4. beli pen tablet dan laptop. beli, minta, gratisan… sama aja. yang penting punya XDDD

5. Setelah resmi menjadi Graphic Designer, saya ingin resmi juga menjadi Illustrator. maksudnya adalah dengan membuat karya2 illustrasi yang dipublikasikan atau komersil.

yah, mungkin itu saja dulu resolusinya, entah kenapa tidak berniat meminta dan menargetkan hal yg terlalu banyak. hwehwehweh….

selain itu, saya ingin menyelesaikan hutang-hutang saya di tahun ini. misalnya header untuk Hajier, illustrasi untuk sahabat saya, domain dan hosting untuk nia (maaf Nia, saya terjebak di teknis dan menunggu dari sponsor), dll atau kalo memungkinkan, membayar hutang budi ke orang2. oh shut up… hutang budi ga akan bisa gue bales dgn cara apapun ya… XDDD

Jadi, apa resolusi 2010 kalian sendiri?