Trip: Apa Yang Bisa Kamu Lakukan di Surabaya dan Malang dalam 3 Hari?

Minggu lalu saya kebetulan harus ke Surabaya untuk urusan kerjaan. Iseng, saya dan teman memperpanjang hari kami di Surabaya agar bisa liburan sebentar. Kami putuskan untuk menginap semalam di Surabaya dan semalam di Malang karena penasaran ingin mampir ke Jatim Park yang tersohor itu.

Hari pertama di Surabaya, yang kami lakukan hanya kuliner di pusat kota. Berikut nama tempat makan yang kami sambangi:

Warung Soto Wawan

Jln. Mayjend Sungkono 86, Surabaya
Harga: Mulai dari 20ribuan. Ramah di kantong ūüôā

Letaknya tidak terlalu jauh dari Tunjungan Plaza. Menu andalan mereka adalah Soto Daging Campur yang berisi babat, paru, daging, hati, usus, dan telur rebus. Saya sendiri memesan Soto Daging tanpa jeroan karena saya memang bukan penggemar jeroan.

Saya sempat meminta koya, tapi dikasihnya malah bawang goreng. Jadi, ya, ternyata di Surabaya itu koya bisa berarti bawang goreng, bisa juga bubuk koya. Makanya kamu harus menjelaskan yang kamu minta itu koya apa.

Rasanya sendiri gurih, dagingnya juga lembut. Jadi nggak salah kalau Soto Madura mereka jadi andalan.

Selain itu saya juga memesan Nasi Goreng Mertua, Kangkung Pedas, serta Bebek Ndelik dan Ayam Ndelik. Dan untuk dua menu terakhir, ternyata enak banget! Bebek dan ayam-nya digoreng kemudian ditambahkan bumbu rempah yang gurih dan tidak terlalu pedas.

Kurangnya cuma satu di sini, pelayanannya agak mengecewakan. Koya/bawang goreng yang diberikan sudah bersemut. Pelanggan lain yang datang setelah saya mendapatkan pesanannya lebih dulu, sementara pesanan saya lama sekali datangnya.

Mie Tidar

Jl. Tidar no. 20A, Sawahan, Surabaya
Harga: Nyaris 30ribu, tapi karena porsinya jumbo dan rasanya cukup enak, jadi wajar saja lah.

Sebagai penggemar mie ayam, saya juga mencoba salah satu kuliner yang cukup direkomendasikan ini. Ternyata tempatnya tidak semenarik harapan saya. Khas warung makan ruko biasa.

Mienya sendiri menurut saya standar. Enak. Tapi standar. Karena saya sering nemu yang kayak gini di Jakarta. Ala mie ayam warung cina (no racist, ini pujian). Saya lebih suka mie ayam yang teksturnya keriting dan kenyal, sementara di sini walau sama kenyal, modelnya lebih halus dan lemas. Kalau boleh membandingkan, masih lebih enak Mie Luwes dekat Stasiun Sudirman. Hehehe…

Saya memesan mie ayam dengan bakwan, karena penasaran mie pake bakwan tuh gimana. Eh, ternyata di Surabaya itu bakwan adalah bakso. Iya, bakso sapi biasa.

Selain itu saya juga mencicipi es teler dan es campurnya. Rasanya biasa saja. Disajikan dalam piring instead of mangkuk. Kolang kalingnya keras. Mungkin saya lagi apes aja. Selain itu kurang higienis karena mereka pakai es batu balok yang besar, yang biasa dipake abang es campur gerobak. Udah gitu saya sempat melihat mbak yang bikin es campur cuci tangan di wadah penampungan es yang sudah diserut. Hehehe…

Tapi kalau soal pelayanan, Mie Tidar ini pelayannya ramah-ramah dan gesit. Jadi dengan mie yang cukup enak dan pelayanan yang cukup baik, boleh lah mampir ke sini kalau di Surabaya.

Boncafe

JL. Pregolan No. 2, Surabaya
Harga: Untuk steak, mulai dari 70ribuan. Untuk variasi es krim, mulai dari 30ribuan. Untuk ambient yang romantis serta rasa yang istimewa, layak banget!

Hasil ngecek-ngecek di google, restoran yang satu ini sangat direkomendasikan dan disebut-sebut sebagai legend. Akhirnya dengan ekspektasi tinggi, saya mampir ke sana. Dua kali. Siangnya makan steak, malamnya makan es krim.

Saya memesan steak tenderloin biasa, sementara teman-teman saya ada yang memesan steak kebab dan steak tenderloin import.

Dengan harga sekitar 80ribu, saya bisa bilang harganya sesuai dengan rasanya. Penyajian menarik, menggunakan kentang rebus marinated, dan dagingnya cukup banyak. Sekitar 170 gram kalau tidak salah. Dagingnya cukup empuk dan rasanya juga lumayan.

image

image

Untuk steak kebabnya, disajikan dengan atraksi tusuk dan bakar di depan meja kita. Kalau di Restoran Oasis jalan Raden Saleh, steak kebab kayak gini harganya lebih dari setengah juta. Sementara di Boncafe nggak lebih dari 100ribu rupiah.¬†Mayan lah…

Namun yang paling saya suka adalah ambient restoran ini. Bergaya ala jaman kompeni dengan meja dan kursi kayu, lantainya juga kayu. Benar-benar makan a la nyonya belande.

Malamnya ketika saya kembali lagi, saya mencoba menu yang berbeda. Saya memesan es krim liquor mereka. Isi es krim saya adalah es krim coklat dengan kahlua. Es krimnya sendiri sudah enak ya, ditambah kahlua rasanya bikin saya meleleh.

Selain itu saya dan teman saya juga mencicip es krim liquor yang terdiri dari 3 scope es krim berbeda rasa ditambah jelly dan rum. Rasanya manis dan cocok sekali dengan jellynya karena rasa alkoholnya jadi lebih netral.

image

Kedua es krim tersebut masing-masing harganya sekitar 40ribuan dan menurut saya cocok sekali dengan penyajian yang manis serta rasanya yang enak.

‚ô¶

Hari ke dua, kami berangkat ke Malang dari hotel tempat menginap menggunakan travel. Dengan membayar 95ribu rupiah, kami dijemput ke hotel menggunakan mobil Xenia. Tidak terlalu mewah. Kami duduk di kursi paling belakang dan AC-nya nggak nyampe ke belakang. Total penumpang ada 6 orang sudah termasuk driver, jadi minimal nggak sempit-sempitan. Selain itu drivernya lumayan ramah dan bisa diminta mampir ke sana ke mari. Kami bahkan mampir makan serta mencari hotel di Batu, Malang. Supir tidak mengeluh bahkan mengantar dengan senang hati. Hanya perlu menambah tip 20ribu serta traktir makan.

Bagi yang mencari travel untuk ke Malang, bisa langsung menghubungi Queen Travel. Operator mereka siap melayani 24 jam.

Sesampainya di Batu, Malang, kami menginap di Grand Batu Inn. Letaknya persis di sudut pertigaan jalan raya arah Jatim Park 1 dan Jatim Park 2. Dari sini bisa jalan kaki ke Jatim Park 2. Selain hotel ini, di sekitar Jatim Park 2 cukup banyak hotel dan guest house dengan harga lebih murah dari hotel saya. Jadi, kalau go-show ke Batu Malang, jangan takut kehabisan tempat menginap.

Anyway, kalau ditarik garis besarnya, Jatim Park 1 itu theme park yang lebih fokus ke tema budaya dan kesenian, sementara Jatim Park 2 fokusnya ke flora dan fauna. Di Jatim Park 1, kata teman saya, isinya kayak Taman Mini. Kalau Jatim Park 2, isinya kebun binatang, museum hewan, dan themed park yang terdiri dari berbagai macam atraksi yang cukup seru.

Di sekitar Jatim Park 1 dan 2, banyak tempat yang patut dikunjungi seperti Eco Green Park, Batu Night Spectacular, Museum Angkut, Predator Fun Park dan lainnya. Cocok untuk jalan-jalan bersama keluarga dan teman. Nggak perlu ke semua tempat, kok. Minimal Jatim Park 2, Museum Angkut, dan Batu Night Spectacular.

Menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam dari Surabaya ke Batu, kami sampai di hotel sekitar pukul 1 siang. Lanjut makan siang, check-in, beberes dan menunggu hujan, kami berangkat ke Jatim Park 2 pukul 3 sore. Dengan menunjukkan boarding pass tiket pesawat, kami mendapat diskon tiket sebesar 20%.

Untuk harga normal, kalian bisa masuk ke Jatim Park 2 dengan merogoh kocek sebesar 105ribu. Dengan tiket tersebut kalian mendapat akses ke Batu Secret Zoo dan Museum Satwa.

image

image

Oke, tanpa bermaksud lebay, Batu Secret Zoo adalah salah satu kebun binatang terbaik yang pernah saya datangi. Penataan layout dan jalur jalannya sangat baik, sehingga kalian pasti nggak akan melewati satupun kandang hewan. Selain itu, saya mendapat kesan bahwa hewan di sini diurus dengan baik. Secara garis besar hewan-hewannya sehat, kandang dan area pengunjung pun terjaga kebersihannya.

Dan selera humor orang-orang yang membangun kebun binatang ini juga sangat terasa. Misalnya, saat dia zona akuarium, saya melihat ada akuarium berisi ikan, dan kelinci. Lalu ada tulisan keterangan KELINCI LAUT. Saya cengok sebentar.

image

Nggak mungkin lah. KELINCI KAN GAK PUNYA INSANG!

Setelah melihat dengan teliti, baru saya sadar kalau akuarium kelinci dipisah namun diletakkan di tengah akuarium ikan. Jadi terlihat seakan ia sedang berada di tengah air. Saya pun tertawa sambil bersungut-sungut. Saya nyaris percaya ada kelinci yang bisa hidup di air. Kampret.

Selain itu, di area binatang savannah, dengan kurang ajarnya pengelola kebun binatang memasang foto-foto die cut orang-orang suku Afrika. Seperti di film God Must Be Crazy. Saya nggak bisa menahan diri untuk nggak nyengir-nyengir bego melihat die-cut orang-orang savannah yang sedang jongkok atau berdiri kebingungan di tengah kumpulan Zebra.

Setelah melewati area kebun binatang, kita digiring ke arena bermain yang berisi versi sederhananya Dunia Fantasi. Cemen? Nggak. Kalian harus coba main ke Horror House mereka.

Instead of pakai troli ala ala rumah hantu biasanya, di sini kita masuk harus jalan kaki. Kayak rumah hantu di Taman Safari, tapi percaya lah, ini lebih menegangkan. Saya sampai jerit-jerit di dalam karena banyak atraksi seram yang mengejutkan. Penataan momen elemen kejutnya pas banget. Kata teman nge-trip saya, tangan saya sampai kerasa banget kedinginan.

Akhirnya kami keluar dari Batu Secret Zoo setelah matahari terbenam. Tanpa basa-basi, menggunakan ojek, kami melipir ke Museum Angkut/Museum Transportasi yang lokasinya lebih jauh sedikit dari Jatim Park 1.

Harga tiketnya sekitar 80ribuan untuk masuk ke Museum Angkut dan Museum Topeng. Di area tersebut juga ada zona kuliner yang menyediakan cukup banyak pilihan. Saya makan nasi madura yang lumayan enak, dan teman saya makan bakso yang biasa-biasa aja.

Waktu kami berkeliling hanya 1,5 jam karena Museum Angkut tutup pukul 8 malam.

Museum ini adalah surganya penggemar mobil dan motor klasik. Fix. Semua jenis mobil klasik di film mafia, perang, dan balapan jaman dulu ada di sini. Semuanya dalam kondisi baik, terawat, bahkan sebagian besar masih bisa dioperasikan.
image

Tidak hanya mobil dan sepeda motor antik, di sini juga ada sepeda, becak, pesawat, diorama kapal, truk, lokomotif, hingga andong. Dengan rapihnya, kendaraan-kendaraan ini dibagi dalam tema terpisah. Mulai dari area khusus kendaraan kenegaraan, mobil antik jaman perang, hingga mobil ala film mafia. Beberapa lokasi bahkan disulap seperti suasana kota tertentu dan mengingatkan saya sama Universal Studio Singapura. Ada juga area yang dibuat seperti pecinan. Pokoknya, kalian siap-siap baterai handphone untuk foto-foto narsis di sini.

image

Baydeway, saya bahkan nemu Bat-Mobile dipajang di sini!

image

Sayangnya saya nggak sempat ke Museum Topeng karena kemalaman.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam, dan tanpa lelah, kami lanjut ke Pasar Parkiran dengan berjalan kaki sekitar 1 km. Di sini isinya sama aja kayak pasar malam pada umumnya. Kulineran, dangdutan, arena permainan, food trucks, dan sebuah surga kecil bernama tempat dingdong. YAALLAH DI SINI ADA TEMPAT DINGDONG!

Harga koinnya seribu rupiah per piece, sementara semua permainan cukup pakai satu koin. Mesinnya sih sudah tua, jadi kadang koin bisa tertelan. Saya keasikan main dingdong sampai nyuekin temen ngetrip saya. Ada Street Fighter, King Of Fighter, 1942, dll.

Puas main dingdong dan ngemil lumpia+sosis bakar+bakso bakar ditemani kopi, kami lanjut lagi. Iya bos, kita gak ada capeknya nih walaupun Batu semalam itu sudah lumayan dingin.

Diantar petugas Pasar Parkiran naik motor bertigaan kayak cabe-cabean, kami beranjak ke Alun Alun Batu (eniwei orang Malang baik-baik, ya :D). Kita kasih tips 20ribu sebagai tanda terima kasih.

Di Alun Alun, kami sempat bingung mau ngapain karena ternyata lebih ramai dari yang kami kira. Akhirnya kami memutuskan makan ketan. Kami menemukan tempat kecil dan sederhana dengan plang kecil Ketan Lorong. Dengan harga 5ribu per porsi, kami bisa menikmati ketan dengan toping kelapa serta gula merah cair, dan toping bubuk entah apa yang rasanya gurih. Makannya sambil duduk di gang senggol.

image

Sehabis itu, kami tertarik mencoba sebuah warung kopi bernama Kopi Letek. Soalnya tempatnya sempit banget, gedungnya jelek, hanya selebar dua meter. Terdiri dari 3 lantai, dan lantai 2 dan 3-nya tidak memiliki penutup di bagian depannya. Cuma lobang gede aja gitu, dan dari lubang menganga itu, kami bisa melihat anak-anak muda Batu duduk dan bercengkerama di pinggiran sambil melihat ke arah Alun Alun.

Kami masing-masing memesan segelas kopi hitam asli dari Malang tanpa gula seharga 7500 per cangking dan es krim. Nama es krimnya ngaco-ngaco. Saya memesan Es Krim Sembarang, yaitu es krim yang dicampur asal-asalan dengan remah oreo, wafer, roti kering, dan entah apa lagi. Tapi sumpah enak! Soalnya seru gitu makan es krim sambil ngunyah yang renyah-renyah gitu. Terus karena isinya macam-macam, jadi rasanya manis, asin, gurih.

Teman saya memesan Es Krim Ya Sudahlah. Isinya roti dengan selai nutella dan topping es krim.

Saat memesan, kalau kalian nanya “Ini es krim isinya apa?”, waiternya nggak akan jawab. Jawabnya “Ya suka-suka lah, isinya.” Jadi semacam penuh kejutan dan bikin penasaran gitu. Harganya sendiri sekitar 20ribuan, tapi patut banget dicoba.

image

Kami pulang dari Alun Alun menuju hotel menggunakan taksi. Untungnya di Alun Alun memang ada taksi yang selalu stand by. Bayarnya minimum, 30ribu rupiah.

Esoknya kami kembali ke Surabaya dijemput dengan travel yang sama. Dengan ramah, kami diijinkan untuk mampir ke tempat membeli oleh-oleh. Kita tinggal bilang mau beli oleh-oleh apa, nanti drivernya akan mencarikan tempat yang menyediakan oleh-oleh tersebut.

Buat yang nggak sempat berbelanja oleh-oleh, jangan sedih. Saya menemukan jasa pengantar oleh-oleh yang dengan senang hati mampir ke Bandara Djuanda membawakan pesanan kalian. Kalian bisa mampir ke blognya untuk melihat kontak mereka.

Melalui mereka, kalian bisa memesan oleh-oleh khas Surabaya seperti Sambal Bu Rudy dan Kue Lapis Spikoe (FYI ternyata Kue Lapis Spikoe ini enak banget. Cocok banget buat jadi oleh-oleh.) Harganya nggak dinaikkin terlalu jauh, kok. Saya malah merasa terbantu banget sama mereka. Mas yang nganterin juga ramah dan nggak lelet.

Sebenarnya, selain tempat yang saya kunjungi, masih banyak lagi yang menarik. Sayang waktunya nggak cukup.

Overall, Surabaya dan Batu adalah tempat wisata yang menarik. Terutama Batu. Dua hari satu malam itu nggak cukup banget! Semoga satu hari nanti saya bisa main lagi ke sana ūüôā

Review: Semar Gugat oleh Teater Koma

Jumat lalu, saya diajak seorang teman untuk menonton pertunjukkan Teater Koma, kali ini lakonnya adalah Semar Gugat, berlokasi di Gedung Kesenian Jakarta.

Kami sudah memesan tiket sejak dua minggu sebelumnya; kursi tribun seharga Rp.125.000 per orang.

Sejujurnya ini pertama kalinya saya menonton pertunjukkan dari Teater Koma, well, sungguh jauh berbeda dari pertunjukkan teater kelas mahasiswa seni. Hehehe… Bukan berarti pertunjukkan teater persembahan anak kampus nggak oke, ya. Tapi sebelumnya saya pikir akan mirip seperti itu, ternyata beda jauh.

Saya baru tahu, seniman Indonesia sudah sematang itu dalam tata panggung, tata cahaya, dan tata suara di dunia teater. Saya merasa hina. Hanya dengan tiket seharga seratusribuan, saya bisa menikmati pertunjukkan seindah Semar Gugat.

Semar Gugat sendiri menceritakan tentang Semar beserta Punakawan yang bersemangat ingin merayakan pernikahan Arjuna dan Srikandi. Namun, tanpa mereka sadari, ternyata Permoni merasuki Srikandi sehingga membuat wanita tersebut memberi syarat pernikahan yang amat sulit kepada Arjuna. Dan demi Srikandi, Arjuna akhirnya memilih mempermalukan dan menyakiti Semar, junjungan Pandawa Lima sendiri, di depan seluruh rakyat.

Semar merasa marah, sedih, dan kecewa. Ia merasa dihina begitu rendahnya oleh kaum manusia yang ia hormati, padahal Semar sendiri sebenarnya adalah dewa khayangan yang rela mengabdi untuk manusia di bumi. Saking sakit hati-nya, Semar pun naik ke khayangan untuk mengamuk dan meminta diberikan kekuasaan untuk membalas dendam. Semar tidak menyadari bahwa Arjuna dan Srikandi dikuasai oleh Permoni, hal ini dikarenakan ia termakan oleh emosinya sendiri.

Saya sudah sering mendengar bahwa penampilan Teater Koma biasanya selalu diselipkan kritik sosial dan politik. Itu yang saya lihat.

Seakan ingin menantang isu LGBT dan KPI yang sedang ramai, mereka menampilkan seorang pemeran laki-laki untuk memerankan Srikandi (diperankan oleh Rangga Riantiarno), calon istri Arjuna. Dan sebaliknya, Arjuna diperankan oleh perempuan (oleh Daisy Lantang).

Selain itu, dalam dialognya kadang diselipkan lelucon yang berisi sindiran terhadap pemerintahan, dan *uhuk* Orde Baru. Dari segi lakon secara keseluruhan, pun, Semar Gugat jelas menggambarkan kondisi Indonesia sekarang. Dengan isu LGBT, monopoli, kebijaksanaan impor, tren nasionalisme semu.

Kemudian ternyata… setelah membaca sejarah naskah Semar Gugat, saya baru tahu, naskah ini sudah lama ditulis dan dimainkan, tepatnya pada masa Orde Baru. Semar Gugat justru berisi kritikan terhadap Orde Baru.

Rasanya ironis, Semar Gugat masih relevan dengan masa sekarang.

Anyhow.

Saya benar-benar terpesona dengan penampilan Teater Koma. Dari ketawa, mikir, sampe nangis! Pada beberapa adegan saya menangis karena tersentuh (kemudian diketawain sama teman saya).

Overall, Semar Gugat sangat saya rekomendasikan. Sebuah paket lengkap berisi tata panggung yang mewah, kemampuan sandiwara yang mampu membuat kita hanyut, serta refleksi kondisi sosial politik Indonesia yang dibalut dalam komedi satir. Lakon ini sendiri masih naik tayang hingga tanggal 10 Maret 2016. Jadi, yang ingin menonton, masih sempat.

Berikut beberapa momen yang sempat saya tangkap. Hanya bisa dari jauh karena saya duduk di tribun, dan hanya sedikit karena saya keasikan nonton XD

Srikandi dan Permoni

image

Penutupan

 

Judul: Semar Gugat: Sia-sia Menunggu Permoni Usai Pesta

Karya & Sutradara: N. Riantiarno

Lokasi: Gedung Kesenian Jakarta

Tanggal: 3-10 Maret 2016

 

 

Yogyakarta: Alternatif Makan Murah Sampai Mahal, Ada Semua

Kalau liburan ke Yogya, kalian biasanya makan di mana? Gudeg Yu Jum? Angkringan Tugu? House of Raminten? Bale Raos? Warung tenda sepanjang Malioboro? Ngebir di Oxen Free dan Lucifer? Atau nyicipin kopi klothok dan madu klothok di Terusan Mataram? Atau menyusuri kafe dan bar sepanjang Jalan Prawirotaman? Atau nyobain makan-makan ala orang tajir di Beukenhoff Kaliurang?

Banyak banget ya, yang bisa dinikmatin di Yogya dari segi kuliner ūüôā Semua yang saya sebut di atas pun udah saya cobain. Dan saya kira udah itu lah yang paling mantep di Yogya. Ternyata saya salah. Minggu lalu saya baru aja balik dari Yogyakarta.¬†Ditemani oleh¬†orang spesial yang sudah malang melintang 15 tahun di kota tersebut, plus tukang makan. Jadilah selama 6 hari di sana dihabiskan dengan wisata kuliner.

Ternyata, selain tempat-tempat makan yang saya sebut di atas, masih banyak lagi kuliner di Yogya yang patut dicoba.

Nasi Kuning Bu Tuti

Alamat: Jl. Perumnas Seturan, Yogyakarta

Jam Buka: 8-11am (kecuali kalau sudah keburu habis)

Range Harga: 8-15k per orang

Nasi Kuning Bu Tuti Mau sarapan nasi kuning? Kalau kebetulan menginap di daerah Seturan, Depok dan sekitarnya, bisa sarapan nasi kuning di sini. Murah meriah dan enak. Selain nasi kuning, di sini juga ada lontong sayur dan soto sapi. Saya cuma makan nasi kuning aja karena pas liat lontong sayurnya, langsung kenal; lontong medaaannn XD Tapi yang belum pernah ngerasain lontong sayur Sumatra, dicicip aja. Beda sama lontong sayur biasa.

Gudeg Sagan

Alamat: Jl. Prof. Herman Yohanes no. 53, Yogyakarta

Jam Buka: 3-12pm

Range Harga: 10-25k per orang

Gudeg Sagan Selain Gudeg Yu Djum dan Gudeg Permata, ternyata ada lagi tempat makan Gudeg yang enak. Dan menurut gue, dibanding Gudeg Yu Djum, yang ini lebih enak.

Berlokasi di Jl. Prof. Herman Yohanes, Sagan, Gudeg Sagan memiliki konsep yang lebih mewah dibanding tempat makan gudeg lainnya. Tapi rasa makanannya nggak gaya-gayaan, kok. Untuk saya yang sebetulnya nggak doyan gudeg, saya malah doyan makan yang satu ini.

Warung Indomie Persis Telap 12 (Telap Twelve)

Alamat: Jl Pandean (Kusumanegara), Yogyakarta, DI Yogyakarta

Jam Buka: 12am-11pm

Range Harga: 15 – 27k per orang

Mengusung tema “menyajikan Indomie persis seperti di bungkusnya”, warung Indomie ini salah satu yang paling bikin saya penasaran. Saya mencoba memesan Indomie goreng original, dan teman perjalanan saya memesan Indomie goreng rendang. Ternyata betulan persis seperti di bungkus. Telur mata sapi saya juga disediakan setengah matang, begitu tengahnya ditusuk, isinya meleleh XD

Saya sempat “nyolong” rendang dari piring Si Mas, dan ternyata rendangnya juga gak main-main enaknya.

Warung indomie dengan konsep seperti ini juga ada di Jakarta, namanya Mix Diner & Florist. Mungkin yang belum sempet ke Yogya, bisa nyicip dulu di situ.

Lesehan Maharani

Alamat: Jl. Melati Wetan No.46 A, Yogyakarta

Jam Buka: 10am-10pm

Range Harga: 10-25k per orang

Mana saya sangka, telur dadar disajikan di atas cobek bersamaan dengan sambal bawang bisa seenak ini. Kalau mau makan ayam goreng, telur dadar, ikan dll dengan sambel yang gak cuma sekedar pedas, di sini tempatnya. Saya hanya mencoba sambal bawang karena memang itu kesukaan saya :)) selain nendang, gurih juga. Belum lagi harganya murah meriah.

Kedai Rakjat Djelata

Alamat: Jl. Dr. Sutomo No.54, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Buka: 11am-11pm

Range Harga: 10-25k per orang

Menu Makan Siang @ Rakjat Djelata

Konsepnya seperti persilangan antara angkringan dan warteg kalau dari segi menu. Ada segala jenis sayur dan lauk, termasuk sate usus, sate sosi, sate telur dll. Sayur dan lauknya mulai dari kangkung, kering tempe, sambel kentang dll. Interiornya pun unik, penuh dengan pajangan jadul, perkakas, mainan dll yang digantungkan di display dan tembok.

Roti Bakar Keju Strawberry

Kalau makan di sini, jangan lupa mencicipi roti panggang mereka. Rotinya beda dari roti biasa, bukan pakai roti tawar. Jadi kalau makan roti panggangnya, lebih baik rame-rame biar nggak kekenyangan.

Warung Rakjat Djelata

Sawah Resto Nologaten

Alamat: Jl. Melon 168 Nologaten, Belakang AMPLAZ, Yogyakarta

Jam Buka: 10am-12pm

Range Harga: 10-25k per orang

Sensasi makan murah meriah di pinggir sawah sambil duduk di bale-bale. Ini juga recommended karena enak dan murah meriah

Fuyung Hay + Brokoli Saus Tiram

Marry Anne’s Artisan Ice Cream and Resto

Alamat: Jl. Kebon Sari no. 2, Seberang Hotel Santika,Yogyakarta

Jam Buka: 10am-12pm

Range Harga: 20-30k per scoop tergantung variannya

Seumur-umur saya main ke Yogya, saya baru tahu kalau di Yogya ada tempat makan es krim seseru ini. Dan kalian harus mampir ke sini. Kenapa?

Ice Cream Baileys + Choco Rum Raisins

1. Mereka punya lebih dari 50 varian rasa yang unik, termasuk di antaranya: Nutella, Baileys, Ovamaltine, Banana Caramel, Choco Rum Raisins, Milo dan rasa makanan favorit kita yang lainnya. Jadi nggak cuma sekedar rasa buah dan susu.

Marry Anne's

2. Kalian bebas nyicipin es krimnya sebelum memesan. Jadi kalau bingung mau pesan yang mana, kalian akan diberikan beberapa sendok kayu dan tempat untuk menaruh sendoknya. Ingat ya, satu sendok hanya untuk satu jenis es krim. Jangan colokin sendok bekas kamu ke dalam ice cream containernya.

Segala macam es krim <3

3. Pelayanan yang luar biasa istimewa! Pelayan di sana ramah dan penuh inisiatif. Semuanya murah senyum dan baik. Nggak bakal dijutekin hanya karena kalian kebanyakan nyicip (ya tapi tahu diri juga ya, say). Saya selalu senang makan di tempat yang pelayanannya bagus ūüôā

 

Bong Kopi Town

Alamat: Jalan Sagan Kidul No.4, Yogyakarta

Jam Buka: 10am-12pm

Range Harga: 25-50k per orang

Lagi bosen kulineran lokal? Bisa cobain Bong Kopi Town, di sebelah Sagan Huis Hotel. Di Jakarta juga ada, sih. Tapi siapa tahu sekali-sekali mau ngopi-ngopi normal kayak di Jakarta kalau kelamaan liburan di Yogya. Interiornya dibuat mirip penjara, makanya suka disebut “penjara di tengah kota”. Memang konsepnya dari situ, suasana penjara, lengkap dengan jeruji dan waiter/waitress berseragam napi.¬†Ah, tapi nggak seheboh itu, kok.

However! Nasi Kungpao Chicken-nya recommended banget.

Kopi Ketjil

Alamat: Jalan Balirejo, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Buka: 8am-4pm

Range Harga:¬†–

Nah, ada satu kafe yang saya penasaran banget! Interiornya menarik, sayangnya saya nggak bisa ke sana karena saat itu masih tutup.Katanya sedang direnovasi. Jadi saya sebenarnya nggak bisa review menunya.

Tapi on my next Jogja trip, I’ll definitely try this one ūüôā Yang sudah pernah ngopi-ngopi di Kopi Ketjil, bagi review, dong… rekomendasi nggak, nih?

Percaya deh, di Yogya itu yang asik nggak cuma seputaran Tugu, Malioboro, Keraton, dan Prawirotaman. Di daerah lainnya juga banyak tempat-tempat nongkrong maupun kulineran yang seru. Jangan ragu buat keliling-keliling dan mencari plesir kuliner selain yang sudah biasa kita samperin ūüôā

Ada lagi rekomendasi kuliner lainnya di Yogya? Feel free to add your recommendation on the comment box.

Pantai Kupu Kupu: Tentang Kebebasan dan Mencintai Sepenuh Hati

Pantai Kupu Kupu 1

Nina pergi ke Pantai Kupu Kupu untuk mencari tujuan hidupnya.

Berapa orang dari kita yang masih bertanya-tanya ingin menjadi apa, ingin melakukan apa?

Dia bertemu Sam, seorang musisi indie, yang sedang mendamba kekasih.

Berapa orang dari kita yang merindukan untuk disayangi oleh orang yang benar-benar kita inginkan?

Nina adalah remaja yang mencari tujuan hidupnya, mencari kebebasan. Sam adalah pemuda yang sudah bebas, namun justru sebaliknya, merindukan seseorang untuk menjadi tempat dia menetap. Keduanya, secara sekilas, adalah dua pribadi yang bertolak belakang. Mereka bertemu di suatu kota, di mana Pantai Kupu Kupu menjadi daya tarik utama kota tersebut. Itu, dan legenda yang melekat padanya.

Kisah mereka dalam novella ini hanya berjalan kurang dari 24 jam, dan dalam waktu yang singkat itu, perlahan kita akan dibawa mengenal mereka, menyelami pikiran karakter-karakter yang ada di dalamnya. Tentang kebebasan, tentang cita-cita, dan jatuh cinta.

Pantai Kupu Kupu 5

Elia, nggak pernah saya ragukan, adalah seorang penulis berbakat. Dari awal novella ini digarap olehnya, walau genre tulisan ini bukan favoritnya, ia menaruh hatinya sepenuhnya di dalam karyanya yang satu ini. Dan saya berani bilang, untuk sebuah karya debut, Pantai Kupu Kupu tersaji matang dengan penulisan yang baik, gaya bahasa yang sedikit jahil, dan alur yang rapih.

Saya suka pada detail-detail true events menarik yang dia tambahkan dalam Pantai Kupu Kupu, seperti bagaimana ia memberi sedikit cerita tentang Christopher McCandles, atau membiarkan kita mengintip novel Jack Kerouac kesukaannya, atau penjelasannya tentang hippies dan hipster. Pantai Kupu Kupu tidak hanya memberi cerita, namun sekaligus sejarah.

Jika membacanya lebih dalam, kita juga akan dihadapkan pada kegelisahan-kegelisahan anak muda; tentang kebebasan, pencarian jati diri, dan menjadi diri sendiri. Dan bisa saya bilang, Elia tidak sembarangan menulis dan menuangkan opininya (atau opini orang lain yang ia selipkan dalam Pantai Kupu Kupu). Sebagai pembaca, saya cukup puas melihat hasil karya yang dipersiapkan dengan matang dan bertanggung jawab.

Pantai Kupu Kupu 6

Tentu saja saya berharap seandainya Pantai Kupu Kupu dibuat lebih panjang dengan alur yang lebih rumit, isi lebih tebal, dan kisah cinta yang lebih menonjol. Tapi kalau begitu jadinya novel, bukan novella. Tapi Pantai Kupu Kupu mungkin akan lebih menarik jika Elia menambahkan lebih banyak “rasa” daripada deskripsi suasana dan adegan (somehow saya rasa Elia nggak akan setuju dengan protes saya :p).

Pantai Kupu Kupu adalah sebuah novella yang layak banget dibeli dan disimpan. Mungkin bukan tipe cerita yang disukai semua orang. Mengingat kita terbiasa membaca novel dengan alur panjang dan konflik yang rumit. Pantai Kupu Kupu bisa dibilang sebuah kisah yang simpel dan sederhana. Dan daripada memberikanmu drama, sebenarnya lebih banyak mengajak berpikir dan merenung. Apalagi untuk saya.  Buat saya, Pantai Kupu Kupu sangat personal. Bukan, bukan karena dalam Pantai Kupu Kupu ada nama saya.

Pantai Kupu Kupu 2

Tapi pada bagian tertentu, itu ngena ke saya. Terutama ketika Elia menulis tentang topik kebebasan.

Pantai Kupu Kupu 4

Dan memang, pada dasarnya Pantai Kupu Kupu membicarakan 2 hal yang paling dirindukan oleh manusia.

Kebebasan.

Dan jatuh cinta yang sebenar-benarnya jatuh cinta.

Selamat membaca ūüôā

A Note from Yogyakarta: Ullen Sentalu

Ullen Sentalu is a private museum located on Jalan Kaliurang, Yogyakarta РIndonesia. The museum is initiated by Haryono family and now is managed by Ulating Blencong Foundation. I forgot what Ulating Blencong stands for  but as far as I remember the foundation was also founded by the family.

We can reach the museum from Yogyakarta by using public transportation, but the bus is rarely come. I suggest you to just rent a car to get there. It only took you 45-60 minutes to go to Ullen Sentalu from Yogya. The museum located on high land, hence it kinda remind you of Puncak, but it’s better than Puncak.

To enter the museum you have to pay IDR 25k per person. Also, you have to queueing since to enter you have to be in team consist of 15 to 20 persons and guided by 1 tour guide. The interval per team is approximately 10 to 15 minutes, therefore, after you buy the ticket, I suggest you to stay on the line. You know… because some people has no manner and won’t bother to cut off the line when there is a chance.

Please ensure you follow all the rules at the Ullen Sentalu Museum:

– no photo

– no video

– no food or snack

– don’t touch anything in the museum

In the museum, as i told you before, you will be guided by 1 person. The tour guide will explain you the history and the philosophy of the heritages in the museum. The tour took 30-45 minutes per round. At the end of the tour, you will get to taste a special drink from the museum. Why is it so special? Because they said the drink was formulated years a go by the ancestors and believed can make you stay young. I only took a sip of the drink because some greedy person took more glass than he or she has to. I was busy taking picture (that was the only room where you allowed to take picture) and when i got back to the table, all the glasses were already empty (-____-) Anyway, the taste was like a beras kencur herb drink.

Langit-langit ruangan rekreasi, satu-satunya area yang boleh difoto
You will see this pond at the closing of the museum tour
Artificial lake
Picasso-styled tiles – as told by the tour guide
You can buy souvenirs in this building
The back side of Beukenhof Restaurant

Continue reading A Note from Yogyakarta: Ullen Sentalu

10 Novel Penting! *eh, lebih, dink…*

Terinspirasi dari postingannya oom warm, saya jadi pengen nulis beberapa buku favorit saya. Siapa tau ada yg belum baca buku-buku ini.

1. The Little Prince
Gue pertama kali tahu tentang buku ini waktu baca sebuah novel tentang guru spesialis untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sempet nemu di lemari buku temen kuliah gue, dan kemudia gue pinjem. Ulang tahun gue kemarin, dgn baiknya nyunyu ngasi buku ini untuk hadiah gue (makasih banget ya cintah!)
Buku ini bercerita tentang seorang pilot yg bertemu seorang anak yang disebut ‚ÄúThe Little Prince‚ÄĚ. Pangeran kecil ini berasal dr sebuah planet kecil dan hidup seorang diri di sana, bersama sebuah mawar kecil.
Katanya ini adalah buku cerita anak-anak, tapi menurut gue, ceritanya dalam, penuh makna filosofis, dan sangat-sangat menyentuh.

2. Heavier Than Heaven by Charless R. Cross
Buku ini hadiah dari Oom Warm (terimakasih yg sebesar2nya :D), seperti The Little Prince, buku ini juga sebenernya udah jadi inceran gue sejak lama, tp gue gak sanggup belinya. Eh ternyata ada edisi terjemahannya.
Buku ini berisi biografi tentang Kurt Cobain, Sang Jenius Musik, musisi favorit gue nomor satu.
Isinya cukup lengkap, dimulai dari masa kecil Cobain, sampai kematiannya. Gue belum selesai baca, krn ni buku gue sayang-sayang banget bacanya ūüėÄ

3. Akar by Dewi Lestari
Di antara rangkaian seri Supernova, episode yang satu ini jadi favorit gue. Bercerita tentang seorang pria bernama Bodhi. Gue terkejut-kejut dengan ide cerita milik Tante Dewi ini, dengan sangat baik ia menggambarkan kehidupan para punker, ia benar-benar mengerti detailnya seperti layaknya Dee adalah seorang punker sendiri (jangan-jangan iya?). Lalu di lain bab, ia membawa gue ke dalam suasana yang tegang : Khmer Merah, ladang ganja, ranjau. Lebih dalam lagi, banyak terselip perenungan dan pemikiran yang bijak, maupun nyleneh dalam tulisannya, dan Dee masih sanggup membuat kita tertawa dengan dialog dan humor yang cerdas.
Dewi Lestari adalah benar salah satu penulis terbaik di Indonesia.

4. Saman by Ayu Utami
Saya suka semua buku milik Ayu Utami, tapi Saman adalah karyanya yang pertama kali saya baca dan membuat saya jatuh cinta pada Ayu Utami. Buku ini saya dapatkan secara gratis ketika Ayu Utami menyambangi fakultas saya untuk talk show tentang dunia penulisan.
Mungkin juga buku inilah yang membuat saya kemudian malas membaca teenlit karena sudah merasakan yang namanya novel berkualitas.

5. Harry Potter and The Orde of Phoenix by J.K. Rowling
Ini mungkin episode favorit saya dari rangkaian serial Harry Potter lainnya. Di sini, adegan tegangnya lebih banyak, selain itu banyak juga kejadian-kejadian seru. Salah satu bagian favorit saya adalah ketika si kembar Wesley akhirnya memberontak dan melakukan suatu hal yang konon katanya akan diingat selalu dalam dunia sihir dan lingkungan sekolah Hogwarts.

6. Jesus The Son of Man by Kahlil Gibran
Buku ini berisi tulisan tentang Yesus dari berbagai sudut pandang. Kahlil Gibran sebagai Bunda Maria, sebagai pemungut cukai dari Lewi, sebagai Zakeus orang pendek, dan lainnya.
Saya menangis membacanya, seakan-akan tulisan itu benar-benar dibuat oleh orang-orang tersebut. Disusun dengan kata-kata yang indah, dan gaya bahasa yang berubah sesuai dengan kepribadian sosok yang sedang bercerita tentang Yesus di halaman tersebut. Kahlil Gibran seperti sedang berakting dan benar-benar menyelami sudut pandang berbagai macam orang, dan semua itu terasa benar-benar nyata.

7. Layout – Dasar dan Penerapannya by Surianto Rustan
Gue gak sanggup beli buku-buku desain yang mahalnya amit-amit, maka buku ini menjadi semacam oase buat gue dan gue beli dengan senang hati karena akhirnya menemukan buku desain grafis yang harganya gak lebih dari 100ribu.
Dan hasilnya, lebih dr worthed.
Buku ini, bisa dilihat dari judulnya, membahas dengan cukup lengkap soal layout untuk media print. Mulai dr brosur, flyer, poster, dll. Gaya bahasa mudah dimengerti dengan runutan pembahasan yang mudah diikuti, Visualisasi dan layoutnya pun menarik, gak bikin pusing, dan, sekali lagi, mudah dimengerti.
Pokoknya, ini buku wajib dimiliki untuk para graphic designer… errr…. Mgkn kecuali bagi yang udah jago ato yg punya duit banyak untuk beli kali yaaa….

8. Dunia Sophie
Buku ini gue beli krn penasaran doank, katanya bagus. Eh tauknya ni buku berat banget, baik secara bobot maupun isi. Tapi di sini istimewanya, buku ini berisi tentang ajaran-ajaran filsuf yang dibawa dalam sebuah alur cerita.
Mulai dari aristoteles, Plato, dan lainnya, dibahas lengkap di dalam buku ini dengan gaya bahasa dan penceritaan yang menarik. Pemikiran para filsuf yang dalam dan berbeda-beda disusun dalam bab-bab yang runut sesuai dengan urutan waktu ajaran mereka disebarkan. Masing-masing memberikan bahan pemikiran yang berbeda. Mengejutkan namun juga sekaligus memberikan bahan pemikiran yg dalam. Untuk satu bab tentang satu aliran filsafat aja, saya bisa membacanya sampai 3 kali biar ngerti.
Sampe sekarang, saya masih belum tamat membaca buku ini.

9. All American Girl by Meg Cabbot
Meg Cabbot adalah penulis teenlit asing favorit saya. Chicklit dan Teenlit karyanya selalu romantis, lucu, tapi cerdas. Dengan cerita yang seru dan gaya penulisan yang asik, Meg Cabbot selalu menyelipkan pesan-pesan moral dan bijak tanpa menggurui dan pelajaran-pelajaran lainnya.
Misalnya pd teenlit favorit gue ini, Meg Cabbot menyelipkan ilmu dasar tentang menggambar : ‚Äúgambar apa yg kamu lihat, bukan apa yg kamu tahu.‚ÄĚ
Beberapa tahun kemudian, kalimat ini diucapkan oleh dosen illustrasi saya (yang kejeniusannya tidak dapat diragukan lagi) ketika saya belajar menggambar model hidup.
Atau pelajaran lainnya : ‚ÄúSebelum kamu melanggar suatu peraturan, kamu harus mengerti dulu tentang peraturan tersebut.‚ÄĚ
Jauh sebelum orang2 menulis itu di twitter, saya sudah membaca kalimat duluan dalam sebuah novel teenlit. Iya teenlit, bukan koran, bukan juga buku tentang psikologi atau politik.

10. Menulis nomor 10 adalah bagian tersulit untuk saya, krn masih banyak buku-buku kesayangan saya. Jadi, drpd menulis judul ke-10, saya akan mengisinya dengan beberapa judul buku favorit saya lagi yang tidak bisa saya biarkan tak tersebut di postingan ini:
Darr! Komik Indonesia by Marcel Bonnef (sejarah dan perkembangan tentang komik Indonesia yg ironisnya justru ditulis oleh seorang Perancis)

Bankir Sesa[A]t by Ichanx. ketinggalan disebut euy… haahahahah… *jangan ngambek ya chanx, kerockan lagi yuk, udah nemu baju kerockan yg cocok banget nih* ini gue setuju klo dimasukkin ke daftar novel/buku penting. nanti bisa dibuktiin sendiri ketika kalian sampe pada kata “GANTENG MAUT” di buku ini. percayalah.
Kambing Jantan by Raditya Dika
Trilogy tentang komik (Reinventing, Understanding, dan Making Comic) by Scott McCloud
Jomblo by Aditya Mulia
5 cm by Donny Dirgantara (semoga tidak menjadi one hit wonder)
Laskar Pelangi by Andrea Hirata

Hahahahha, jadinya malah lebih dr 10 buku ya? Tapi gak apa2, drpd gak kesebut.
Kalo dari judul-judul di atas ada yang belum pernah kalian baca, sangat dianjurkan untuk membeli dan membacanya, krn buku-buku yang judulnya saya sebut, adalah buku-buku tebaik ūüėÄ
Nah, buku favorit kalian sendiri apa aja? Share doonk, siapa tau ada yg patut gue beli XD