Apa Yang Terjadi Setelah Diselingkuhi?

WARNING: Postingan panjang.

Ketika kamu diselingkuhi kemudian berakhir putus, apa yang kamu asumsikan akan terjadi selanjutnya? Biasanya sih, ada empat skenario

  1. Jatuh cinta sama orang lain kemudian pacaran lagi dan kali ini lebih bahagia sehingga kamu nggak ingat lagi sama mantan dan selingkuhannya.
  2. Bertemu seseorang yang menyelamatkan kamu dari keterpurukan, kemudian akhirnya kalian menikah. Walaupun kalian masih terluka karena perselingkuhan, tapi pasangan kamu menyadarkanmu bahwa ada cinta yang tulus buatmu.
  3. Mantan pacar akhirnya menyadari kalau pasangan selingkuhannya hanya sampah, berakhir tidak bahagia. Kamu tertawa penuh kemenangan.
  4. Mantan pacar nangis-nangis minta balikkan. Kamu tolak karena kamu udah nggak sayang dia lagi. Mantan berakhir nggak bisa move on dari kamu sama sekali.

Empat skenario idaman tentu saja. Tapi sayangnya, hidup nggak selalu berjalan seperti itu.

Saya memang sudah melihat orang-orang yang setelah diselingkuhi, mantannya malah nggak move on dan terus berjuang ngejar mereka. Atau yang akhirnya menikah, punya anak, hidup mapan, sementara mantannya hidupnya gitu-gitu aja kalau nggak bisa dibilang menyedihkan.

Tapi saya juga melihat mereka yang mantannya hidup bahagia dengan selingkuhannya sementara yang diselingkuhin masih susah payah berjuang untuk move on dan membangun kepercayaan diri. Atau yang trauma dan nggak berani pacaran lagi. Atau yang secara terburu-buru menikah karena berharap pernikahan bisa menyelamatkan mereka, berakhir lebih menderita karena terjebak seumur hidup dengan orang yang salah.

Saya sendiri gimana?

Well. Let’s see.

Saya berakhir dengan gonta ganti pacar, hidup dengan depresi, punya trust issue, dan sudah nggak percaya konsep cinta dan jodoh. While, Mr.X, mantan ultimate yang menyelingkuhi saya, hidup bahagia dengan pekerjaan impian, istri impian, dan memiliki anak yang manis.

Belakangan saya menyadari, saya juga memiliki – entah apa tapi sebut saja – trauma. Dengan sedikit trigger, saya bisa kembali galau dan depresif sesekali. Ada hari-hari di mana saya galau nggak jelas karena teringat sesuatu yang berhubungan dengan apa yang pernah terjadi pada saya.

Misalnya, melihat postingan galau di sosmed dari wanita yang diselingkuhi. Atau saat pasangan saya menunjukkan gelagat aneh dengan cewek lain, padahal mah sebenernya nggak ada apa-apa. Atau mendengar lagu yang mengingatkan saya sama Mr. X. Dan yang pasti, ketika saya merasa diselingkuhi.

Nggak ada yang namanya pangeran berkuda putih yang datang dan menyelamatkan saya. Atau mantan mencari saya sambil menangis dan mengatakan pada saya ia menyesal kehilangan saya. Atau bertemu laki-laki yang benar-benar bisa saya percaya.

Setelah gonta-ganti pacar, hubungan saya yang paling serius bisa dikatakan dengan mantan terakhir saya. Kami (tepatnya dia) sudah merencanakan pernikahan, orang tua sudah bertemu, saya juga sudah sangat dekat dengan keluarganya.

Namun. Mungkin karena saat itu saya masih depresi dan ketakutan… Ketika kata menikah keluar dari mulut mantan saya (saat kami masih berhubungan), yang saya rasakan bukan bahagia, melainkan ketakutan. Saya dengan trust issue dan ketakutan saya pada komitmen.

Ketika saya curhat sama teman saya, yang melihat dengan mata kepalanya sendiri gimana kondisi saya dari awal sampai sekarang, ia berkata, “Lo sadar gak, sih? Tiap lo pacaran dan cowok lo ngomongin nikah, lo pasti freaked out dan langsung kepikiran pengen putus?”

 

Saya masih hidup dalam ketakutan. Despite in general saya punya hidup yang bahagia; pekerjaan dan penghasilan yang layak, teman dan sahabat yang seru, mantan yang masih perhatian dan mengelus-elus ego saya untuk merasa dicintai, memiliki partner ngedate yang membuat saya tidak merasa dikekang, orang tua yang perhatian – kasarnya, saya memiliki semua yang saya butuhkan.

Bahkan, kehidupan saya kini jauh lebih menarik dan penuh petualangan.

Tapi ada jenis-jenis luka yang nggak akan sembuh.

Ada survivor yang kayak saya, struggling sendirian dan nggak bertemu dengan ksatria berkuda putih yang mencintai saya tanpa syarat dan setia. Yang masih mengurung diri di kamar ketika kenangan-kenangan buruk melintas, kemudian malah jadi teringat dan merekonstruksi semua kejadian dengan mantan secara detail. Bahkan menambahkan detail-detail baru. Yang nggak peduli dengan karma dan udah menyerah sama yang namanya “cinta”. Bahkan kata itu terdengar cheesy dan menggelikan.

Ketika seseorang ngomongin soal true love ke saya, reaksi saya cuma, “Oh, lo masih percaya gitu-gituan, ya?” atau simply diem aja untuk menghormati perasaan lawan bicara saya.

Kita hidup di dunia nyata, bukan sinetron, apalagi film religi. Ketika kamu merasa disakiti, kamu menempatkan diri jadi korban. Lalu mendramatisasi hidupmu dengan meyakinkan bahwa, since, kamu orang baik dan jadi korban di sini, kamu juga akan mendapat hal-hal baik. While, Si Antagonis akan dapat karmanya suatu hari. Kamu menenggelamkan diri dalam ide bahwa tuhan ada untuk orang-orang yang disakiti, dan kamu adalah manusia kesayangan tuhan.

Dari tempat saya berdiri, hidup nggak berjalan seperti itu.

Sudah dua tahun lebih sejak saya diselingkuhi, dan walau saya sudah jauh lebih baik daripada saat itu, saya juga nggak bisa dibilang sudah 100% sembuh. Saya nggak bisa bilang tuhan sudah melunasi kesedihan saya, dan membayar karma mantan saya. The thing is, saya nggak percaya karma. Dan karena saya nggak punya perasaan apa-apa sama mantan, saya nggak peduli dia dapet karma atau bahagia. Hal itu nggak ada pengaruhnya sama saya.

Yang ingin saya sampaikan adalah, hidup nggak berjalan kayak sinetron. Manusia nggak terbagi jadi antagonis dan protagonis. Tuhan nggak punya anak kesayangan. Dan semua itu berjalan gitu aja, bukan karena kamu spesial atau justru dibenci tuhan. Dan hanya karena kamu merasa menjadi korban, hidup nggak bakal jadi lebih istimewa buatmu.

Gimana hidupmu setelah diselingkuhi, tidak ditentukan dari posisimu sebagai korban. Kebahagiaan itu kita yang bikin. Lo kerja yang bener, cari duit, beli baju baru, dandan, keluar rumah dan bertemu teman-teman, sisihkan waktu untuk hobi, hati-hati milih pasangan. Selama lo nggak apes kena depresi, lo bisa milih untuk bahagia. Lo bisa milih untuk melupakan masa lalu dan mantan, maafin mereka, dan nikmatin hidup lo.

Walau nggak ada cowok ganteng baik hati yang datang menyelamatkan kamu, atau mantan kamu nggak tiba-tiba muncul dan nangis minta maaf, nggak berarti hidupmu fucked up. Shit happens. As much as good thing happens. Nggak berarti kamu sial permanen kayak Suzu Aizawa di tv serial Rindu-Rindu Aizawa (#anak90an).

Saya tahu banget, semua orang yang diselingkuhin pasti berharap sama yang namanya karma baik. Berharap kesedihan kalian terbayar. Tapi jangan terlalu berharap sama hal-hal abstrak kayak gitu. Gimana hidup kalian setelah diselingkuhi itu kalian sendiri yang milih.

Mau move on dan fokus sama hal-hal yang ada di depan mata, atau terus menatap ke belakang sambil mikir kapan semua karma dibayar?

Kalian yang milih.

5 Sikap Cowok yang Nyebelin (Tapi Ngegemesin)

Seperti cewek yang kadang suka ribet, nggak jelas maunya apa, bikin pusing, cowok juga adalah jenis makhluk yang tidak lepas dari kekurangan. Bahkan, ada beberapa kelakuan nyebelin cowok yang hampir pasti dimiliki semua cowok. Tapiii… walaupun nyebelin, justru kelakuan-kelakuan yang kayak gini ini, nih, yang bikin cewek suka gemes dan tambah sayang sama cowoknya.

1. Gak Mau Kalah Pinter

Laki pada umumnya.

Yang namanya cowok, biasanya selalu pengen keliatan lebih pinter dari ceweknya. Entah kenapa. Kalau bahas hal-hal yang cowok nggak ngerti, tapi ceweknya ngerti, cowok biasanya bakal belagak ngerti, atau malah sama sekali nggak mau bahas. Kalau mentok, biasanya mereka bakal bilang, “Ya, deh. Aku nggak sepinter kamu.”

Sikap ini emang sebenernya nyebelin. Cewek jadi bingung mau ngapain. Tapi sebenarnya, cewek gemes kalo ngeliat cowok lagi ngerasa kalah pintar, tapi nggak mau nunjukkin. Cewek nggak masalah kalau cowoknya nggak sepintar dia (yeah well, walau tentu saja cowok cerdas itu seksi luar biasa, sama seperti cowok yang nganggep dapet cewek dengan big boobs itu anugerah – tapi nggak wajib dan bukan segalanya), yang lebih penting adalah si cowok bisa diandalkan atau nggak.

Lagipula, sebenarnya bukan siapa lebih pintar dari siapa. Tapi apa yang cewek tahu memang belum tentu cowoknya paham, sama seperti ada hal-hal yang cewek nggak ngerti tapi cowoknya ngerti luar dalam.

2. Insecure

“Lagi di mana? Sama siapa? Apa? Temenmu yang namanya Andre? Kamu ngapain sama dia? Dia tuh kan naksir kamu. Gak percaya? Aku tuh cowok. Aku ngerti banget kalo cowok naksir kayak apa. Aku lebih tahu dari kamu.”

Ngaku aja deh, semua mantan pacar dan pacar, pasti pernah ngucapin kalimat “Aku tuh, cowok. Aku bisa liat dia naksir sama kamu.” Ya kan?

Biasanya cewek suka sebel kalau cowoknya mulai ngomong kayak gitu tentang teman, sahabat, atau atasan kita di kantor. Yang cowok nggak ngerti, kalo cewek udah sayang sama cowoknya, biasanya cewek nggak akan peduli ada berapa pun cowok yang naksir dia (kecuali kalo cewek lo gatel). Dan walau kadang cewek sebel digituin sama pacarnya, tapi cewek seneng. Seneng karena pacarnya masih bisa cemburu dan ngingetin dengan cara kayak gitu. Nyebelin sih, tapi tetep bikin hati meleleh.

3. Ngeyel

“Aku ke rumahmu ya.”

“Jangan deh, aku lagi sakit. Mau istirahat.”

“Pokoknya aku ke sana.”

“Nggak usah. Nanti kamu ketularan.”

*15 menit kemudian tiba-tiba udah di depan rumah*

Awalnya pasti cewek bakal kesel, udah dibilangin gak usah dateng malah ngeyel. Mau istirahat, malah diganggu. Tapi palingan 10 menit kemudian ceweknya udah meluk-meluk si pacar. Kesenengan. Udah dilarang tapi tetep ngotot mau ketemu. Rasanya kayak disayang. Kalau ngeyelnya kayak gini, meskipun ceweknya cemberut, di dalam hati mah tetep aja ge-er dan tambah sayang sama cowoknya.

4. Sok Ngatur

Cieee…

 

“Jangan pulang malem!”

“Makan yang banyak! Itu jangan disisain.”

“Jangan kemana-mana. Pokoknya aku jemput!”

Secuek apapun cowok, ada kalanya dia tiba-tiba sok ngatur. Kadang bikin cewek jadi cemberut. Tapi bukan cewek nggak tahu kalau cowok ngatur-ngatur itu karena kebutuhannya sebagai lelaki untuk menjadi pemimpin bagi cewek yang dia sayang (well, kadang juga emang gara-gara cowoknya juga sih yang resek kayak satpam). Itu makanya kadang cewek, walau sekesal apapun, masih tetep mau nurut sama cowoknya. Sebagai perempuan, kita ngerasa diperhatikan dan dipimpin kalau dilarang/diatur.

KECUALI… kecuali kalo cowoknya ngaturnya berlebihan sampai segala ngelarang main sama teman, atau ngatur gaya berpakaian. Amit-amit kalau punya cowok kayak gitu.

5. Kolokan

Selain suka ngatur, kadang ada kalanya cowok malah minta diatur. Nggak mandi-mandi, sampai disuruh ceweknya mandi. Nggak mau makan sampai ceweknya harus segala bela-belain dateng untuk bawain makanan. Berantem sama orang tua, curhat ke ceweknya, dan baru mau baikkan sama orang tua kalau disuruh ceweknya. Dan masih banyak lagi.

Kami, kaum cewek, ngerti banget deh, kalau kalian para cowok lagi kumat kolokannya.

Ada kalanya, cewek ngerasa mau nggak mau harus jadi “Mama” untuk cowoknya. Gara-gara cowoknya yang bandel lah, manja lah, males lah, susah diatur lah. Ya kadang capek, sih. Masa hal-hal kayak gitu harus dibilangin, harus diurusin, harusnya kan cowok nalar sendiri lah. Tapi siapa bilang cewek nggak suka? Diem-diem cewek suka untuk sekali-sekali berperan sebagai “Mama”. Cewek suka kalau cowok minta diatur dan diurusin (inget, sekali-sekali), rasanya pengen marahin si pacar, tapi abis itu ngemanja-manjain. Gimanapun, udah naluri cewek untuk “ngurusin” orang yang dia sayang.

I love you!

Cewek justru sering luluh sama kelakuan ajaib cowok yang kayak di atas, selama itu nggak berlebihan dan keseringan. Apapun yang overdosis emang selalu malesin, kan.

Mungkin selain list yang saya bikin, masih banyak lagi kelakuan cowok yang aneh dan nyebelin tapi diem-diem disukai kaum cewek. Silakan aja yang mau nambahin :))

This Kind of Love

I read your poems about her

I saw your eyes when she was around

I know how devastated you are, trying to show her how much she means to you

 

And all the rivers you’ve crossed

And all the cliffs you’ve jumped

And all the risks you’ve took

 

But she’s trapped in the past, and blinded by it

Yet you said you won’t give up

No matter how painful it is

 

I wish…

I could be loved like that

I want to be loved like that

 

Please be patient, don’t let her go, I beg you

Please show me some hopes

That maybe, the kind of love you have toward her

Does exist

 

Because I want to be loved like that

And I need to know that love like that does exist

Our Own Planet (Happy Valentine)

Dunia di luar kita berputar cepat

Mereka seperti dinamis

Kita seperti statis

Tersesat di antara riuh

.

Aku memberimu sayap

Kamu memberiku nafas

Hingga kamu tetap terbang

Dan aku tetap hidup

Tapi dunia di luar kita tidak mengerti

Bahwa kita memang diciptakan seperti ini

.

Di luar kita  hari dan detik berdetak

Memaksa kita beranjak

Memaksa kita lelah

Agar mati dan tersepikan

Memaksa kita membuka mata dan bangun dari mimpi

Tahukah mereka bahwa mata dan pikiran merekalah yang sebenarnya buta?

.

Mungkin di luar sana

Sangat jauh dari tempat ini

Ada dimensi yang mereka tidak tahu

Tempat dimana kita bisa melarikan diri

Dan menari

.

Hanya kamu

Hanya aku

.

Secangkir teh hangat untukmu

Dan jemarimu yang terselip di antara jemariku

.

Tidak akan ada yang mengadili kita

Tidak akan ada yang berteriak

Bahwa kita berbeda

Dan tidak seharusnya bersama

.

Dunia di luar kita adalah omong kosong

Dan tentang kita adalah satu-satunya kenyataan

.

Di suatu senja yang manis

Dalam detik yang statis

Secangkir teh hangat untukmu

Dan jemarimu yang terselip di antara jemariku

——————–

Gambar dan puisi sengaja gue buat sampe jam 4 subuh untuk dia sebagai hadiah valentine *surprise! surprise!*

Tapi saya juga naksir sama bukunya Mbok Venus dan Mbak Silly yang belum sempat saya beli (maksudnya duit lo keburu abis le?), maka puisi ini saya ikutsertakan untuk kompetisi kecil-kecilannya Mbok Venus. Malu sih sebenernya, orang gak kenal tapi pede banget ikutan. Hahahhaha…

Tapi tujuan awal tentu saja, untuk mengucapkan Happy Valentine buat semuanya. Bersyukurlah orang-orang yang masih diberi kesempatan untuk bilang sayang ke orang lain, karena waktu kita ini sebenarnya terbatas.

Well, i love you all, i love you full

and i love you my dear, dengan sekuat tenaga 🙂