Yogyakarta: Alternatif Makan Murah Sampai Mahal, Ada Semua

Kalau liburan ke Yogya, kalian biasanya makan di mana? Gudeg Yu Jum? Angkringan Tugu? House of Raminten? Bale Raos? Warung tenda sepanjang Malioboro? Ngebir di Oxen Free dan Lucifer? Atau nyicipin kopi klothok dan madu klothok di Terusan Mataram? Atau menyusuri kafe dan bar sepanjang Jalan Prawirotaman? Atau nyobain makan-makan ala orang tajir di Beukenhoff Kaliurang?

Banyak banget ya, yang bisa dinikmatin di Yogya dari segi kuliner 🙂 Semua yang saya sebut di atas pun udah saya cobain. Dan saya kira udah itu lah yang paling mantep di Yogya. Ternyata saya salah. Minggu lalu saya baru aja balik dari Yogyakarta. Ditemani oleh orang spesial yang sudah malang melintang 15 tahun di kota tersebut, plus tukang makan. Jadilah selama 6 hari di sana dihabiskan dengan wisata kuliner.

Ternyata, selain tempat-tempat makan yang saya sebut di atas, masih banyak lagi kuliner di Yogya yang patut dicoba.

Nasi Kuning Bu Tuti

Alamat: Jl. Perumnas Seturan, Yogyakarta

Jam Buka: 8-11am (kecuali kalau sudah keburu habis)

Range Harga: 8-15k per orang

Nasi Kuning Bu Tuti Mau sarapan nasi kuning? Kalau kebetulan menginap di daerah Seturan, Depok dan sekitarnya, bisa sarapan nasi kuning di sini. Murah meriah dan enak. Selain nasi kuning, di sini juga ada lontong sayur dan soto sapi. Saya cuma makan nasi kuning aja karena pas liat lontong sayurnya, langsung kenal; lontong medaaannn XD Tapi yang belum pernah ngerasain lontong sayur Sumatra, dicicip aja. Beda sama lontong sayur biasa.

Gudeg Sagan

Alamat: Jl. Prof. Herman Yohanes no. 53, Yogyakarta

Jam Buka: 3-12pm

Range Harga: 10-25k per orang

Gudeg Sagan Selain Gudeg Yu Djum dan Gudeg Permata, ternyata ada lagi tempat makan Gudeg yang enak. Dan menurut gue, dibanding Gudeg Yu Djum, yang ini lebih enak.

Berlokasi di Jl. Prof. Herman Yohanes, Sagan, Gudeg Sagan memiliki konsep yang lebih mewah dibanding tempat makan gudeg lainnya. Tapi rasa makanannya nggak gaya-gayaan, kok. Untuk saya yang sebetulnya nggak doyan gudeg, saya malah doyan makan yang satu ini.

Warung Indomie Persis Telap 12 (Telap Twelve)

Alamat: Jl Pandean (Kusumanegara), Yogyakarta, DI Yogyakarta

Jam Buka: 12am-11pm

Range Harga: 15 – 27k per orang

Mengusung tema “menyajikan Indomie persis seperti di bungkusnya”, warung Indomie ini salah satu yang paling bikin saya penasaran. Saya mencoba memesan Indomie goreng original, dan teman perjalanan saya memesan Indomie goreng rendang. Ternyata betulan persis seperti di bungkus. Telur mata sapi saya juga disediakan setengah matang, begitu tengahnya ditusuk, isinya meleleh XD

Saya sempat “nyolong” rendang dari piring Si Mas, dan ternyata rendangnya juga gak main-main enaknya.

Warung indomie dengan konsep seperti ini juga ada di Jakarta, namanya Mix Diner & Florist. Mungkin yang belum sempet ke Yogya, bisa nyicip dulu di situ.

Lesehan Maharani

Alamat: Jl. Melati Wetan No.46 A, Yogyakarta

Jam Buka: 10am-10pm

Range Harga: 10-25k per orang

Mana saya sangka, telur dadar disajikan di atas cobek bersamaan dengan sambal bawang bisa seenak ini. Kalau mau makan ayam goreng, telur dadar, ikan dll dengan sambel yang gak cuma sekedar pedas, di sini tempatnya. Saya hanya mencoba sambal bawang karena memang itu kesukaan saya :)) selain nendang, gurih juga. Belum lagi harganya murah meriah.

Kedai Rakjat Djelata

Alamat: Jl. Dr. Sutomo No.54, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Buka: 11am-11pm

Range Harga: 10-25k per orang

Menu Makan Siang @ Rakjat Djelata

Konsepnya seperti persilangan antara angkringan dan warteg kalau dari segi menu. Ada segala jenis sayur dan lauk, termasuk sate usus, sate sosi, sate telur dll. Sayur dan lauknya mulai dari kangkung, kering tempe, sambel kentang dll. Interiornya pun unik, penuh dengan pajangan jadul, perkakas, mainan dll yang digantungkan di display dan tembok.

Roti Bakar Keju Strawberry

Kalau makan di sini, jangan lupa mencicipi roti panggang mereka. Rotinya beda dari roti biasa, bukan pakai roti tawar. Jadi kalau makan roti panggangnya, lebih baik rame-rame biar nggak kekenyangan.

Warung Rakjat Djelata

Sawah Resto Nologaten

Alamat: Jl. Melon 168 Nologaten, Belakang AMPLAZ, Yogyakarta

Jam Buka: 10am-12pm

Range Harga: 10-25k per orang

Sensasi makan murah meriah di pinggir sawah sambil duduk di bale-bale. Ini juga recommended karena enak dan murah meriah

Fuyung Hay + Brokoli Saus Tiram

Marry Anne’s Artisan Ice Cream and Resto

Alamat: Jl. Kebon Sari no. 2, Seberang Hotel Santika,Yogyakarta

Jam Buka: 10am-12pm

Range Harga: 20-30k per scoop tergantung variannya

Seumur-umur saya main ke Yogya, saya baru tahu kalau di Yogya ada tempat makan es krim seseru ini. Dan kalian harus mampir ke sini. Kenapa?

Ice Cream Baileys + Choco Rum Raisins

1. Mereka punya lebih dari 50 varian rasa yang unik, termasuk di antaranya: Nutella, Baileys, Ovamaltine, Banana Caramel, Choco Rum Raisins, Milo dan rasa makanan favorit kita yang lainnya. Jadi nggak cuma sekedar rasa buah dan susu.

Marry Anne's

2. Kalian bebas nyicipin es krimnya sebelum memesan. Jadi kalau bingung mau pesan yang mana, kalian akan diberikan beberapa sendok kayu dan tempat untuk menaruh sendoknya. Ingat ya, satu sendok hanya untuk satu jenis es krim. Jangan colokin sendok bekas kamu ke dalam ice cream containernya.

Segala macam es krim <3

3. Pelayanan yang luar biasa istimewa! Pelayan di sana ramah dan penuh inisiatif. Semuanya murah senyum dan baik. Nggak bakal dijutekin hanya karena kalian kebanyakan nyicip (ya tapi tahu diri juga ya, say). Saya selalu senang makan di tempat yang pelayanannya bagus 🙂

 

Bong Kopi Town

Alamat: Jalan Sagan Kidul No.4, Yogyakarta

Jam Buka: 10am-12pm

Range Harga: 25-50k per orang

Lagi bosen kulineran lokal? Bisa cobain Bong Kopi Town, di sebelah Sagan Huis Hotel. Di Jakarta juga ada, sih. Tapi siapa tahu sekali-sekali mau ngopi-ngopi normal kayak di Jakarta kalau kelamaan liburan di Yogya. Interiornya dibuat mirip penjara, makanya suka disebut “penjara di tengah kota”. Memang konsepnya dari situ, suasana penjara, lengkap dengan jeruji dan waiter/waitress berseragam napi. Ah, tapi nggak seheboh itu, kok.

However! Nasi Kungpao Chicken-nya recommended banget.

Kopi Ketjil

Alamat: Jalan Balirejo, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Buka: 8am-4pm

Range Harga: –

Nah, ada satu kafe yang saya penasaran banget! Interiornya menarik, sayangnya saya nggak bisa ke sana karena saat itu masih tutup.Katanya sedang direnovasi. Jadi saya sebenarnya nggak bisa review menunya.

Tapi on my next Jogja trip, I’ll definitely try this one 🙂 Yang sudah pernah ngopi-ngopi di Kopi Ketjil, bagi review, dong… rekomendasi nggak, nih?

Percaya deh, di Yogya itu yang asik nggak cuma seputaran Tugu, Malioboro, Keraton, dan Prawirotaman. Di daerah lainnya juga banyak tempat-tempat nongkrong maupun kulineran yang seru. Jangan ragu buat keliling-keliling dan mencari plesir kuliner selain yang sudah biasa kita samperin 🙂

Ada lagi rekomendasi kuliner lainnya di Yogya? Feel free to add your recommendation on the comment box.

Candi Cetho; Where Saraswati Stands

It was my brother who showed me this image of Saraswati statue located in Candi Cetho (Cetho Temple), Karanganyar. I literally fascinated by its beauty, then I told him, “I want to get there. I want to see it.”

Several days ago I went there with my friends by car. It took approximately five hours from Yogya because the traffic was pretty busy and also the road wasn’t really easy. A taxy driver told us that usually people could get there in three hours if the traffic is normal.

You can get to Karanganyar via Solo city, which on the way you can find some nice restaurants to rest or having meals.

When you arrived at Lawu Mountain area (there’s where the temple located), you’ll have to pass a gate and pay five thousands rupiah per car. I don’t really remember but I think we had to pass two gates and paid five thousands on each gate.

The car park located exactly in front of the temple’s gate which is nice actually. We don’t have to walk that far. But there were so many steps because the temples are multi-staged (am I using the right words?). As you can see in below image.

Candi Cetho has nine stage and each stage has stairs and gapura or gates. What you see below is some kind of the front yard of the temple.

Candi Ceto

Some people says that Candi Cetho is a “candi mesum” or “pornographic temple” as you’ll find symbols of man and woman’s genital here. Like the one you see below, it’s a symbol of man’s penis.

Candi Ceto

Well, if it’s meant to be a penis, I think the balls are too close to its head.

Ok, I’ll behave myself.

At every gate/gapura there’s statues that placed on each side of the gate. Every statue has flowers as offerings. Which means, please behave yourself since this temple still treated as place of worship for the Hindus and Kejawen adherents. Those people treats the place and statues with respect.

Candi Ceto

gapura candi ceto

 

To get to the Saraswati statue, once you reach Candi Kethek, just go to the left and find a small gate that will take you to a small pathway. From there, just follow the pathway and steps then you’ll find a gate to an opened area. In the middle of the field, you’ll find a pond, with human-sized statue in the middle. That is the Saraswati Statue.

Candi Ceto016

 

I was fascinated by its beauty, and it was indeed as beauty as shown in the image my brother showed me previously.

 

Candi Ceto017

Surrounded by trees and nature, with sounds of the water flows from the fountain, I could feel the mystical effect that made me believe in God and Goddesses. Like, they are actually really close with us, with me.

Candi Ceto019

 

We can also throw coins into its fountain and make a wish, well, I don’t know that actually, but people seems believe in it. So I tried to throw a coin and make a wish. I won’t tell you what was my wish, but I’d let you know if it’s granted :p

 

Candi Ceto018

Later I found out that Saraswati is the Hindu Goddess of knowledge, arts, music, wisdom, and nature. Mostly well known as Goddess of knowledge and arts, which are two objects that I love the most. Omaygoat. Saraswati, from now on you are my God and I’ll pray for you! *dilempar tombak*

She’s part of trinity Goddesses in Hindu, besides Laksmi (Goddes of wealth, love, and prosperity) and Parvati (Durga, Mother of all God and Goddesses). So, most likely Saraswati is the coolest among them. I’ll definitely will named my daughter with Saraswati one day.

The trip to Candi Cetho was worth it, and I’m glad I could see the beautiful statue before my eyes. Too bad I didn’t have enough money to buy souvenir from there. I was in love with some necklace which the seller said was created using special kind of woods and already blessed. It was too expensive for me, around 150k (-_____-). If I ever be able to get there again, I’d buy that necklace. I want it so bad.

Hopefully there’ll be another visit to Candi Cetho 🙂

 

A Note from Yogyakarta: Ullen Sentalu

Ullen Sentalu is a private museum located on Jalan Kaliurang, Yogyakarta – Indonesia. The museum is initiated by Haryono family and now is managed by Ulating Blencong Foundation. I forgot what Ulating Blencong stands for  but as far as I remember the foundation was also founded by the family.

We can reach the museum from Yogyakarta by using public transportation, but the bus is rarely come. I suggest you to just rent a car to get there. It only took you 45-60 minutes to go to Ullen Sentalu from Yogya. The museum located on high land, hence it kinda remind you of Puncak, but it’s better than Puncak.

To enter the museum you have to pay IDR 25k per person. Also, you have to queueing since to enter you have to be in team consist of 15 to 20 persons and guided by 1 tour guide. The interval per team is approximately 10 to 15 minutes, therefore, after you buy the ticket, I suggest you to stay on the line. You know… because some people has no manner and won’t bother to cut off the line when there is a chance.

Please ensure you follow all the rules at the Ullen Sentalu Museum:

– no photo

– no video

– no food or snack

– don’t touch anything in the museum

In the museum, as i told you before, you will be guided by 1 person. The tour guide will explain you the history and the philosophy of the heritages in the museum. The tour took 30-45 minutes per round. At the end of the tour, you will get to taste a special drink from the museum. Why is it so special? Because they said the drink was formulated years a go by the ancestors and believed can make you stay young. I only took a sip of the drink because some greedy person took more glass than he or she has to. I was busy taking picture (that was the only room where you allowed to take picture) and when i got back to the table, all the glasses were already empty (-____-) Anyway, the taste was like a beras kencur herb drink.

Langit-langit ruangan rekreasi, satu-satunya area yang boleh difoto
You will see this pond at the closing of the museum tour
Artificial lake
Picasso-styled tiles – as told by the tour guide
You can buy souvenirs in this building
The back side of Beukenhof Restaurant

Continue reading A Note from Yogyakarta: Ullen Sentalu

A note from Yogyakarta: Borobudur on Vesak Day

Kenapa kamu ingin ke Borobudur saat perayaan Waisak? Apakah kamu seorang Buddhist? Reporter? Fotografer? Atau termasuk golongan orang yang terpesona pada scene pelepasan lampion di film Arisan atau Tangled? Saya termasuk golongan terakhir. Saya sangat ingin menghadiri acara Waisak di Borobudur dan ingin mengabadikan momen pelepasan lampion. Mungkin itu sebuah alasan yang dangkal sekali, mengingat heboh-hebohan kekurangajaran para pengunjung upacara Waisak di Borobudur yang sempat ramai di social media.

Tapi saya dan teman-teman saya datang dengan niat baik. Kami mencari tahu peraturan dan tata tertib yang perlu dituruti di lokasi sebelum berangkat ke Yogya. Secara spesifik, saya mencari aturan bagi pehobi fotografi dan fotografer beneran; berpakaian sopan karena acara tersebut merupakan upacara keagamaan, tidak memakai blitz, tidak membuang sampah, tidak merokok, tidak mengganggu jalannya upacara.

Karena itu, kalau ada yang menganggap saya sama saja dengan para alay-alay atau anak orang kayak bermodal DLSR atau iPhone yang datang ke sana untuk sekedar mengikuti trend, saya nggak mau 😐 Saya dan teman-teman saya berusaha mematuhi seluruh peraturan yang ada. Mulai dari berpakaian sopan, tidak buang sampah sembarangan, tidak merokok, bahkan kami tidak duduk di area para umat berdoa. Saya sempat menyalakan rokok krn melihat semua orang merokok, tapi diteriakkin sama teman-teman saya. Dibentak di depan orang-orang. Hahaha… Tapi nggak apa-apa, saya malah senang sudah diingatkan.

Yogya, subuh.

Continue reading A note from Yogyakarta: Borobudur on Vesak Day

Perjalanan Untuk Melupakan Sesaat

Mungkin itu tujuan saya dan sahabat-sahabat saya nekad berangkat ke Yogya walau deadline banyak menumpuk di belakang kami. Selain tentu saja untuk menghadiri pernikahan seorang teman yang diadakan di Gunung Kidul.

Melewati jalur selatan karena ingin menghindari jalur utara yang konon katanya macet, kami menghabiskan tidak kurang dari 18 jam di dalam kendaraan kami. Berangkat tengah malam, tertidur ketika menjelang subuh, dan paginya terbangun oleh sambutan matahari.

Matahari mengintip dari jendela mobil

Continue reading Perjalanan Untuk Melupakan Sesaat